5 Hal Yang Disesali Jangan sampai Terjadi pada Anda

#Day23BPChallenge 5 Hal Yang Disesali Saat ini



Sebagai  seorang muslim, aku memegang prinsip bahwa apa yang dilakukan haruslah yang bermanfaat dan membawa hal baik untuk diri kita dan lingkungan kita. Apalagi saat ini dengan status mom artinya, apa yang kau lakukan harulah yang baik-baik karena akan menjadi contoh buatku dan anak-anak. 


Namun dalam perjalanan hidup kita seringkali banyak hal-hal yang salah langkah atau membuat kita menyesal  saat menjalani nya hingga menuntun kita menjalani kehidupan saat ini. Beberapa hal tersebut mungkin saja kita mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang, atau saat itu kita khilaf atau bisa saja cara pandang kita yang salah terhadap suatu keputusan Sehingga membuat kita menjalani kondisi yang salah. 

Beberapa hal berikut adalah yang disesali dalam hidup ku

Tidak Belajar Bahasa dengan Baik

Ini adalah penyesalan pertamaku, mengingat bahasa adalah yang paling penting dibutuhkan olehbanyak bidang. Aku memang belajar bahasa asing di bangku sekolah mulai dari SMP, SMA dan saat mengenyam pendidikan tinggi, namun yang kupelajari hanya kulitnya saja. Aku sama sekali belum bisa berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa asing. Bahasa Inggris aku jelek sekali, begitu juga dengan bahasa asing lainnya, aku tidak mengerti bebahasa arab, aku juga tidak tau sama sekali berkomunikasi dengan bahasa asing lainnya seperti korea, cina, dll
Jika aku boleh meminta untuk diputar mesin waktu di dunia ini maka aku ingin belajar bahasa sedini mungkin. Aku mau bisa berbahasa asing dengan baik. Entah kenapa aku melihat orang yang pintar berbahasa asing itu keren-keren. 
Yang paling menyebalkan adalah saat ini anak-anakku juga menemukan kendala yang sama juga tidak bisa berbahasa asing, yah, karena aku tidak bisa tadi sehingga tidak maksimal mengajari mereka. Suatu saat aku mau salah satu dari ketiga anak-anakku bisa berbahasa asing dengan baik. 

Berhutang

Hal kedua yang aku sesali adalah berhutang. Ini adalah pelajaran hidup yang sangat penting. Berhutang sangat membuat hidup sulit meskipun kita memiliki uang. Berhutang juga membuat hidup tidak tenang, persahabatan menjadi renggang, silaturahim menjadi terputus hingga berakibat kepada petikaian sesama sahabat. Selain itu apabila kita masih memiliki hutang saat meninggal dunia, maka amalan kita tidak akan dihisab hingga yang memberi hutang mengikhlaskan nya. 

Karena efek yang sangat dasyat inilah sebaiknya jauhilah hutang, riba dan sejenisnya. Aku pun menyesali efek berhutang karena ketidaksabaran kami. Hutang apalagi sejenis hutang bank sangat menyiksa, memang sih bagi sebagian orang berhutang di bank apalagi untuk investasi seperti rumah, kebun, tanah adalah hal baik tidak ada ruginya bahkan mendatangakan keuntungan, namun yakinlah, hutang bank itu sama halnya dengan rentenir yang tidak akan pernah bisa menguntungkan kita. Jadi sebaiknya menjauhi hutang di bank untuk kehidupan aman dan lebih baik ke depannya. 

Tidak menabung sejak dini

Ketiga hal yang paling disesali adalah tidak menabung sejak dini. Kebalikan dari berhutang yang menyiksa hidup kita, menabung adalah rencana smart yang sangat menguntungkan. Kita tidak akan pernah merasa rugi jika menabung dan  memiliki tabungan. Tabungan merupakan dana tak terduga yang bisa saja menjadi penyelamat hidup kita disaat-saat genting dan membutuhkan banyak biaya. Tabungan yang memang betul-betul kita rencanakan dapat menjadi sumber dana ajaib yang dapat membuat kita merasa kaya. Kalau tidak percaya cobalah konsisten menabung dan rasakanlah manfaatnya. 

Analoginya, jika kita memiliki gaji 5.000.000/bulan. Pilihan A kita konsisten menabung 2.000.000 selama 5 tahun maka uang yang terkumpul dari tabungan kita adalah 120.000.000, Selama 5 tahun kita sudah bisa membeli sebuah tanah dan membangun rumah sederhana tanpa hutang. Bandingkan jika kita menempuh pilihan B untuk meminjam di bank membeli rumah seharga Rp120.000.000 misalnya. Maka selama 10 tahun kita harus mencicil Rp 2.200.000. 

Coba lihat selisihnya. Saat menabung kita Cuma harus konsisten menyisihkan 2.000.000 /bulan. Selama 5 tahun saja, namun saat kita memilih pinjam di bank, kita harus menyisihkan 2.200.000/bulan selama 10 tahun lho. Kalau kita bisa bersabar saja selama lima tahun untuk pilihan A kemungkinan di 5 tahun kedua saat cicilan di bank berakhir pada pilihan B kita sudah bisa membeli rumah kedua. 

Hmmm benar-benar hal yang sangat disesali ya..

Berinvestasi sebanyak mungkin



Sama halnya menabung, investasi memang harus dimulai sedini mungkin. Karena investasi itu tidak pernah ada ruginya. Aku lebih menyukai berinvestasi seperti tanah, kebun atau rumah dibandingkan dengan investasi benda bergerak seperti kendaraan dan hewan ternak. Hal yang paling disesali adalah mengapa tidak berinvestasi sedini mungkin. 

Nah, itu tadi hal-hal yang disesali dan berharap menjadi pelajaran untuk kita semua. Happy holiday!



No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.