Selebritis Sehari

Konten [Tampil]
Jam dinding menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Tiba-tiba handpone berbunyi dari atas meja kamar. "Assalamualaikum, Mba Yurmawita Adismal, Ya?"

Suara seorang wanita dari seberang sana cukup membuat aku terkesima, selain nomornya baru. Si wanita to the point menyapaku dengan embel-embel 'Adismal'. Dadaku langsung berdegup. Orang yang menyapaku dengan identitas Yurmawita Adismal pasti dari dunia kepenulisan. Karena memang nama itu baru melekat pada diriku lantaran hoki di dunia tulis menulis.

Hmm...semoga saja firasatku tak keliru. "Pagi ini Mba Yurmawita Adismal ada di rumah, kan? kami mau ke rumah, Mba. Mau wawancara."

Hatsyii...mmm Tuh, kan... ternyata tak keliru firasatku. Itu tadi wartawan dari sebuah media cetak lokal di daerahku. Janjian ketemu buat wawancara. Usut punya usut ternyata mereka mau menampilkanku pada rubrik profil wanita di harian lokal tersebut. Waah... benar-benar pengalaman baru nih, diwawancarai dan di buatkan profil pada sebuah koran lokal.

Keesokan harinya, ternyata hasilnya.... Taraaaa....

Tadinya kufikir cuma dimuat di berita biasa aja. Seperti berita-berita lainnya. Namun setelah melihat korannya, ternyata satu halaman full colour (Hatsyii...mmmm). Ini yang namanya selebritis sehari hehehe... Aku langsung mengamankan berita di koran itu menjadi salah satu arsip nasional di perpustakaan pribadiku. Dan rencananya akan menjadi warisan buat anak cucu nanti hehehe...

Sssttt...Meditasi Yuk!

Konten [Tampil]
SSSTTT...MEDITASI YUK! Di tengah rutinitas harian yang menumpuk, otak terasa begitu lelah. Kegiatan apapun menjadi tidak optimal dilakukan, maka kita membutuhkan suasana tenang dan menyenangkan. Saat ini orang mengenal cara menenangkan diri, mengistirahatkan otak maupun tubuh sebagai Meditasi. Meditasi menurut Jon Kabat zinn seorang profesor dari Massachussetts Institute of Tehnology, "Wherever You Go,There You Are". Meditasi akan membimbing Anda menuju jalan terbaik yang Anda tuju dan memberikan pengaruh positif pada masa yang akan datang. Tidak peduli seberapa luka hati Anda, seberapa suram masa lalu Anda, meditasi akan membuat Anda semakin percaya diri. Meditasi akan menjadi pemenang tetap rendah hati memandang yang kalah sebagai pemacu dirinya untuk tetap siap bahwa kekalahan akan datang kapan saja serta akan membuat orang yang gagal tidak menyiksa dirinya sendiri dengan kegagalan tersebut. Praktisnya meditasi merupakan proses mengendalikan fikiran kita agar tetap memandang persoalan dari segi positif. Fikiran akan tetap fokus, tenang dan tidak terburu-buru dalam berbuat sesuatu. Meditasi ini dikenalkan oleh seorang meditator yang dikenal dengan Adji Silarus. Ia mempelajari tentang One Moment Meditation. Ia Lulus dari Universitas Gajah Mada dengan predikat cumlaude pada Fakultas Psikologi.  

My Lovely

Konten [Tampil]
Anak-Anakku Princess ku yang pertama, Hulwah hamidah adismal. Putri cantikku ini berusia 6,4 tahun. sekarang kelas 1 MIN 2 Kota Bengkulu. Ia putri yang baik, suka bercerita tentang apapun yang ia temui. Baik di sekolah, di rumah maupun ketika bermain bersama teman-temannya. Kalau lagi ngambek ia susah dibujuk. siapapun yang merayunya tak akan mampu meluluhkan hatinya. Kalau sudah begitu ia biasanya akan mendekati uminya, sambil cari perhatian. Selangkah demi selangkah ia akan berjalan di belakang ku, lalu kakinya atau tangannya akan pura-pura menyentuh bajuku sambil pura-pura tak melihatku. Kalau aku cueki, ia semakin merapat dan akhirnya tersenyum melihatku. sejurus kemudian ia akan tertawa melihatku. hahaha....



 Ia termasuk anak yang cerdas, hal ini dibuktikan dari prestasinya di sekolah yang cukup membanggakan orang tuanya. Ia meraih ranking 2 di kelasnya. Satu lagi kebiasaannya yang selalu membuatku rindu adalah ia suka sekali mengomentari penampilanku. Kalau jilbabku memengaruhi pandangannya ia akan berkomentar, "Ganti aja jilbabnya, MI?".Tidak hanya itu, jika sedang mood ia akan bersih-bersih setiap ruangan di rumah, mainan akan di susun rapi, buku-buka diletakkan di rak dan dirapikan menurut ukurannya, lantai disapu, lalu di pel. Beralih ke dapur, piring-piring ia cuci, meja di lap, hingga menyapu lantai dapur. Alhamdulillah ia bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tapi kalau sedang tidak mood maka ia tidak akan mengubris apapun yang seharusnya ia kerjakan.

Lain lagi dengan adiknya Fajar Mubarokh Adismal, anak kedua ku. Ia sangat penyayang kepada adiknya, perasa mudah tergugah, keduanya sama-sama suka berkomentar terhadap apapun yang


dilihatnya. Fajar usianya 4 tahun. 

 Fajar suka sekali tersenyum, jika ada kejadian yang dilihatnya aneh, maka ia akan tertawa lalu segera mengahampiriku dan berserita tentang hal tersebut, kejadian di tv, di jalan, atau di mana saja. Ia sudah mampu merangkai dua hingga 4 kata tanpa kuajari. Kelihatannya Fajar bisa belajar secara otodidak. Setiap melihat Laptop maka ia akan mengutak atik sendiri tanpa mau diajarkan. Dan aku harus siap-siap terkaget-kaget melihat ia menemukan sesuatu yang baru yang aku sendiri tidak terfikirkan. Lain lagi dengan Adiknya yang masih berusia 7 bulan, Ghaisan Afik Adismal.

   

 Ghaisan baru bisa berceloteh 'mam..mam...mimi..mi..mi" ia suka sekali tersenyum. Dimana saja berada, kapan saja, siapa saja yang ia temui ketika bertatapan mata, maka ia akan tersenyum dan tertawa lepas. Dan Suamiku Beny Adismal Putra adalah suamiku tercinta. Ia adalah tipe pembela sejati.. darinya aku belajar sebuah sifat tangguh, tak cengeng, dan tak takut terhadap apapun. Ia mengajariku bagaimana melewati ujian dengan tatapan tajam tanpa aboleh sedikitpun mengeluh...

   

 Ya Rabbi, Mudahkan semua urusan kami, Lindungilah kami dari murka Mu...Kumpulkanlah kami dalam Jannahmu Amin... Yurmawita Adismal

Kontes Bank Mandiri

Konten [Tampil]

KETIKA USAHA JATUH BANGUN, BANK MANDIRI TETAP MENJADI PILIHAN

Pertengahan tahun 2010, Aku berdiskusi dengan suami tentang keinginan untuk membuka sebuah usaha sampingan. Maklumlah, sebagai pegawai negeri baru kami memiliki banyak keingian yang belum sepenuhnya terwujud. Impian untuk memiliki rumah memang bisa terwujud, namun dengan konsekuensi harus dipotong gaji tiap bulannya. Sementara kebutuhan harian tak bisa ditawar lagi. Semakin hari sangat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi apalagi anak-anak telah memasuki usia sekolah.
bank mandiri

Ketika Usaha Jatuh Bangun, Bank Mandiri tetap menjadi pilihan

Konten [Tampil]
Pertengahan tahun 2010, Aku berdiskusi dengan suami tentang keinginan untuk membuka sebuah usaha sampingan. Maklumlah, sebagai pegawai negeri baru kami memiliki banyak keingian yang belum sepenuhnya terwujud. Impian untuk memiliki rumah memang bisa terwujud, namun dengan konsekuensi harus dipotong gaji tiap bulannya. sementara kebutuhan harian tak bisa ditwar lagi. Semakin hari sangat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi apalagi anak-anak telah memasuki usia sekolah.

usaha jatuh bangun

Cerpen Yurmawita Adismal

Konten [Tampil]

PANGGIL AKU BU MUSLIMAH!

(By:Yurmawita Adismal 

            “Jika dua digit dibelakang koma maka salahkan saja.”
            Betul-betul tidak manusiawi wanita yang satu ini. Menentukan Standar Deviasi harus tepat betul, yang hanya menuliskan dua digit dibelakang koma terpaksa tidak mendapatkan nilai. Apalah artinya bilangan dua digit di belakang koma? Jika dibulatkan dengan pembulatan ratusan maka tentu tak akan mengubah nilai sesungguhnya bilangan itu. Namun tidak bagi dia, segalanya harus pas dengan kemauan nya. Menyimpang sedikit artinya sudah tak sesuai dengan jawaban sebenarnya.
            Mata Bayu menyambar tubuh Muslimah. Kali kedua ia terpaksa menahan geram. Tubuh saja yang mungil namun hati sang guru bagai baja yang tak mampu di tembus oleh senjata apapun. Tidak juga oleh Bayu. Cukuplah kejadian menghitung nilai Limit tak hingga dari pecahan yang mempunyai pangkat tiga variabel dibagi pangkat empat variabel saja ia dipermalukan di hadapan teman-temannya. Baginya  memakai sistem pemfaktoran merupakan cara untuk mendapatkan nilai Limit di tak hingga tersebut. Namun ternyata pendapatnya dibantah habis-habisan oleh sang guru.
“Bagi dulu dengan pangkat tertinggi kemudian di masukkan nilai limit tak hingga nya!”
            Bayu pun terhempas di cadas ketika sang guru mati-matian menghinanya di hadapan teman-temannya. Tangannya mengepal. Lalu ia pun keluar dan sebuah kursi taman menjadi sasaran tinjunya, hancur menyisakan kepingan-kepingan semen bercampur pasir yang menyerbuk.
            Dan kali kedua ia pun harus mengalami hal serupa. Sepele sekali. Hanya karena ia menuliskan 56,42 untuk nilai standar deviasi yang diminta di soal ulangan harian. Ia membulatkan dari nilai semula yakni 56,416.
            Cih…Bayu meludahi posisinya. Sayang ia harus duduk di bangku ini. Hanya takdir saja yang membuatnya masih terdaftar di sekolah ini. Kalau kemauan dan kemampuan barangkali sudah sama seperti Muslimah. Masuk SD sudah berumur 8 tahun, menganggur ketika tamat SD 1 tahun, kemudian harus pula menunggu tahun berikutnya untuk masuk SMA. Tentu secara umur ia sama dengan Muslimah, hanya soal nasib saja yang berbeda.
              Tinta merah untuk kertas ulangan harian Bayu. Hanya kurang 0,5 dari angka sempurna. Dan itu pun tidak manusiawi. Ia bertekad harus menyelesaikan secara humanisme.
 Gemuruh di dada Bayu kian menggema manakala ia tak sampai hati menginjak rumah yang lebih pantas disebut sebagai ‘gubuk’. Rumah itu benar adalah rumah Muslimah, guru berhati baja. Ia mendapatkan alamat rumah sang guru dari Bu Atik.
Karuan saja hatinya berkecamuk. Tak sampai hati ia memaki Muslimah. Ia harus segera menyingkir dari tempat itu, mengurungkan niatnya untuk menuntut hak atas kecerdasannya. Namun belum lagi badannya berbalik arah. Sesosok Muslimah pun sudah tersenyum di daun pintu.
“Setiap keberhasilan harus dicapai dengan kerja keras. Setiap keberhasilan juga harus di gapai dengan kecermatan, sebuah keberhasilan harus dicapai dengan sikap Tawadlu. Dan kamu sangatlah jauh dari sifat itu, Nak!”
Bayu tertunduk. “Tidaak…aku tak mau dipanggil ‘Nak’ “ bisiknya.
Sampai akhirnya ia harus mengakui kehebatan sang Guru. Muslimah memang pandai menutupi segala kekurangannya sampai-sampai tak seorang pun tahu jika dia harus berjuang ditengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Seorang lelaki tua tengah terkapar di dalam rumah itu. Sifat keras tak tersaingi yang melekat padanya, hanyalah sebuah rekayasa bagi kerapuhan jiwanya. Muslimah berjuang sendiri di tengah kemelaratan keluarganya. Menjadi guru honorer di beberapa sekolah.
Bayu pamit. Ia sudah cukup punya sesuatu yang membuat tekadnya pun semakin membaja. Ia akan segera memanggil Muslimah dengan sebutan Bu Muslimah, meski dulu sempat tak diinginkannya lantaran ketinggian hati sang Guru.
Bayu merangkak mengejar mimpi. Lulus SMA ia pun memasuki dunia lain, dunia penuh mimpi, bermodalkan kemampuan imajinasinya ia pun bekerja di belakang monitor. Merangkai kata menuju puncak impian. Satu, dua, tiga buah buku karyanya melambungkan namanya.  Sampai akhirnya ia pun sudah punya impian lain yang segera nyata.  
Kembali ia menyusuri jalan becek ke sebuah ‘gubuk’ yang dulu pernah ia singgahi. Sekitar 1 kilometer dari arena STQ yang pernah menggaungkan nama Bengkulu di kancah nasional. Namun ia tercengang. Gubuk itu sudah menjadi sebuah rumah bertingkat dihuni oleh si air liur emas. Seseorang menyulap gubuk Muslimah menjadi sarang walet. Bayu berlari mengejar sekelompok anak muda yang sedang bermain gaplek di suduk gang.
“Muslimah?”
“Yang dulunya guru di Madrasyah, anak Pak Rasyid?”
Semua terdiam . Bayu tak pernah sabar menanti. Ia pun melacak kalimat pemuda bertubuh gempal di depannya.
Tuh di sono, ujung. Samping Mesjid. Yang ada Kamboja dan Puringnya.”
Bayu segera menyambar Avanza miliknya, mengikuti arah telunjuk si Hitam. ia menuju Mesjid yang di tunjuk oleh pemuda tersebut. Ia pun di hadapkan pada hamparan tanah. Sebagian sudah menyemak. Dan yang lain memang di tumbuhi kamboja dan puring. Dua buah onggokan tanah bergandeng di kedua sisinya. Dan Bayu mengeja huruf-huruf itu. Muslimah Binti Rasyid. Onggokan tanah di sebelahnya, bertuliskan Rasyid bin Abdi. Dan Bayu pun lunglai, menangisi kebodohan dan ketidak cermatannya,
Andai saja ia tak tinggi hati untuk sekadar memberitahukan lewat  surat saja, akan maksud hatinya, mungkin saat ini ia sudah mendapatkan impian yang terpendam direlung hatinya kala itu. 
Dan Bayu memang harus memanggilnya dengan sebutan Bu Muslimah, tidak yang lain.  Seperti mimpi-mimpinya. Sepasang cincin yang dipersiapkan terjatuh dari dalam sakunya saat ia tertunduk di tanah perkuburan itu.
Kanker paru-paru yang disembunyikan Muslimah di balik sikap bajanya, rupanya tak lagi bisa berkompromi. Dan ia pun menyusul sang ayah dengan penyakit yang sama pula. (Bengkulu,24 Maret 2011)

Kumpulan Soal Matematika

Konten [Tampil]

Hai Jumpa lagi di blog ini, kali ini kita akan membahas tentang soal-soal matematika yang dapat kamu gunakan untuk latihan soal. Silahkan di ambil dan dipelajari ya...