Mengapa Ibu Lelah

Halohaaa, sudah lama gak curhat-curhat nih.



Jadi ceritanya kali ini tidak ada yang spesial-spesial banget, cuma curhat ala emake-mak yang berkutat dengan isi keranjang cucian, isi kulkas, atau penghuni ruang keluarga saja. Lah iya dong, masa yang mau di ributin tentang politik toh nanti dikira si emak Nyambi tukang kampanye. Masa mau ngeributin tim sepakbola ntar dikira ngerampas ladang bapak-bapak.

Cukuplah kebahagiaan emak itu jika rumah rapi bersih, pakaian sudah berada di lipatannya masing masing, jemuran sudah kinclong gak ada yang tersisa atau keranjang baju kotor sudah terlihat dasarnya kembali.


Bahagia emak itu kalau bisa selonjoran kaki sambil nonton infotainment terupdate atau nimbrung di pagar sambil sahut-sahutan ngegosip haha.

Bahagia ala emak emak jika dapat harga bawang termurah meski selisih seribu lima ratus perak saja. Atau nyeritain bentuk piring hadiah terbaru dari deterjen yang tentu saja sangat bermanfaat buat seluruh anggota keluarga.

Selonjoran, nge-teh, makan mie instan tanpa diganggu anak anak, Oalah alangkah bahagianya. Sederhana saja namun inilah bahagia nya emak.

Pernah tidak kita melihat pekerjaan emak itu apa.saja?

Baiklah aku mau sharing tentang apa saja yang aku ketahui dimulai dari parameter aku sebagai emak sekaligus wanita pekerja.

Emak harus bangun lebih awal

Emak itu musti terjaga lebih awal agar bisa membangunkan seluruh anggota keluarganya. Ia harus mengawali hari dengan senyum kebahagiaan dan bersiap menularkan kebahagiaan kepada seluruh anggota keluarga.

Emak tak boleh sakit 

Tugas emak adalah perawat seluruh seisi rumah, namun dia harus sehat terus tak boleh sakit. Karena seisi rumah perlu perawatan. Sebenarnya ini sih mitos, faktanya adalah emaklah yang pengen ngurusin semuanya. Emak mau tau semua sehingga semua diurusin, semua di tangani sendiri. Anak bisa pakai sepatu sendiri namun si emak geregetan karena yang pakai sepatu lama banget selesainya. Akhirnya tangan emak usil mengambil alih memasangkan sepatu. Saat mandi si anak mestinya bisa mandi sendiri namun malah emak yang turun tangan karena merasa yang mandi belum semurna membersihkan diri. 

Emak tidurnya belakangan

Nah, meskipun si emak harus bangun lebih awal, namun emak harus belakangan tidurnya. Ia harus menyiapkan berbagai keperluan anggota keluarga tanpa terkecuali. Mulai dari sepatu, kaos kaki, dasi untuk si ayah, meracik bekal ke sekolah, hingga me ngecek semua pintu saat beranjak tidur. 

Sekian dulu curhat emak ya, selamat siang, happy terus 

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.