Cara Test Virus Corona Agar bisa Antisipasi sedini mungkin

Bahaya virus Covid-19 sudah bukan lagi momok yang menakutkan bagi negara China saja namun sudah menjadi masalah dunia. Telah 198 negara mengkonfirmasi temuan virus yang menginfeksi warganya. Bahkan negara yang memiliki kasus temuan Covid-19 bukan lagi negara berkembang saja namun setingkat Amerika, Italia dan Jerman memiliki catatan kasus konfirmasi positif tertinggi. Hingga saat ini(28/4) sudah ada 3 juta jiwa yang terinfeksi.

Cara Test Virus Corona 




WHO sudah menerapkan status Pandemi Covid-19 yang harus diwaspadai oleh semua negara. Status ini mengisyaratkan bahwa tidak ada kata main main dalam menanganinya. Kebijakan pemerintah suatu negara haruslah ke satu arah yakni pencegahan, pengobatan dan penanggulangan Covid-19 ini. Seperti China yang telah lebih dahulu menerapkan lockdown bagi warganya yang dimulai dengan menutup semua akses masuk dan keluar ke negara tersebut. 


Berbagai cara sudah diantisipasi untuk meminimalisir penyebaran virus antara lain :

  • Himbauan tidak keluar rumah
  • Bekerja dari rumah
  • Socialdistancing
  • Menggunakan masker saatvkeluar rumah 
  • Lockdown
  • Karantina wilayah
  • PSBB
  • Pemberhentian kegiatan keramaian

Upaya diatas sudah dilakukan dan harapannya dapat menghentikan penyebaran virus secara signifikan. Namun karena kita berhadapan dengan makhluk yang sangat halus dan tak bisa dilihat secara langsung sehingga sangat sulit untuk menghindari dari penyebarannya.

Nah, untuk mengantisipasi hal ini kita perlu sedini mungkin mengenali apakah virus Covid-19 sudah ada dalam tubuh kita atau tidak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui tubuh kita terinfeksi virus Covid-19 yakni:

Gejala awal

Gejala awal terinfeksi virus Covid-19 adalah demam diatas 38 derajat Celcius. Apabila tubuh sudah terserang demam maka tindakan antisipasi wajib dilakukan. Segera berkonsultasi dengan pihak tenaga medis. Memang tidak semua jenis demam mengarah ke infeksi virus Covid-19, namun setidaknya kita sudah mengenali bahwa demam adalah gejala awal infeksi Covid-19.

Selain demam penderita biasanya mengalami sakit tenggorokan dan sesak memang semua virus yang menyerang saluran pernafasan selalu diawali dengan sakit tenggorokan dan sesak karena di batang tenggorokan adalah tempat masuknya virus dan berdiam diri untuk selanjutnya berkembang biak dan menginfeksi organ pernafasan lainnya.

Sesak dan kesulitan bernafas

Apabila virus sudah berdiam diri di tenggorokan maka sangat besar kemungkinan virus akan masuk ke paru paru bersama udara yang terus kita hirup. Di paru-paru adalh tempat hidup virus Covid-19 yang nyaman. Hal ini akan menimbulkan kesulitan bernafas pada penderita.

Lalu apa yang harus dilakukan agar kita mengetahui keberadaan virus tersebut sedini mungkin. 

  • Rapid test
  • TCM
  • PCR

Langkah medis ini harus diperhatikan bersama sama oleh semua pihak baik pemerintah,tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Pemerintah mesti menyediakan anggaran dan kebijakan yang tepat sasaran, tenaga medis harus sigap menghadapi kemungkinan terburuk melonjaknya pasien sedangkan masyarakat umum harus selalu menaati aturan yang diberlakukan oleh pemerintah untuk meminamlisir penyebaran virus Covid-19.


Cara Test Virus Corona Agar bisa Antisipasi sedini Mungkin


Rapid Test

Rapid Tes adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibody yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan terbentuk apabila ada virus Corona yang masuk ke dalam tubuh. Prosedur Rapid tes adalah dengan mengambil sampel darah pada ujung jari lalu diteteskan pada alat rapid tes dan akan membaca sampel cairan selama kurang lebih 10-15 menit yang ditandai dengan garis merah.

PCR (Polymerase Chain reaction)

Metode PCR adalah mengambil sampel cairan hidung dan tenggorokan dengan bantuan alat seperti alat pembersih kuping. Cairan akan di ambil dan dibaca jenis virus yang terdapat di dalamnya.

TCM (Tes cepat molekuler)

Tes ini menggunakan sampel dahak pasien untuk mengetahui jenis virus yang terdapat di dalamnya melalui antigen dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Selanjutnya akan dideteksi RNA virus dengan bantuan mesin khusus yang akan mengeluarkan simpulan yang akurat tentang jenis virus yang ada.

Masing masing alat tes ini ada kelebihan dan kekurangan dengan masing masing tingkat keakuratan yang berbeda. Jadi untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus Covid-19 atau tidak perlu melalui serangkaian tes yang akurat. 

Kemungkinan terpapar virus sangat kecil apabila masyarakat mentaati kebijakan pemerintah dengan berdiam diri di rumah.

Meskipun begitu kita tetap harus waspada dalam menjaga kesehatan seluruh orang orang terdekat kita. Aplikasi Halodoc misalnya, dapat membantu Anda berkonsultasi masalah kesehatan keluarga tanpa harus pergi ke rumah sakit atau klinik kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan pribadi melalui Halodoc


Halodoc merupakan aplikasi konsultasi kesehatan yang memungkinkan semua ornag dapat mengkonsultasikan kesehatannya dengan tenaga kesehatan berpengalaman di bidangnya. Kita bisa mendapatkan informasi akurat tentang kesehatan kita pribadi melalui menu yang tersedia pada aplikasi tersebut.

Di Halodoc ada layanan pemeriksaan Covid-19 yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus melalui serangkaian aturan yang mengikat. Kita bisa membuat janji kapan saja pada aplikasi dan menjalani tes dengan baik.


Mudah sekali bukan? Sebelum kita memutuskan untuk ke layanan kesehatan dalam rangka menjalani test Covid-19, di aplikasi akan disediakan sejumlah pertanyaaan yang dapat mendeteksi berapa persen kemungkinan terinfeksi. 

Pertanyaan yang terdapat di aplikasi antara lain :

1. Apakah mengalami demam dalam 14 hari terakhir? 
2. Apakah pernah kontak dengan pasien positif Covid-19?
3. Apakah memiliki batuk, sesak, sakit tenggorokan?
4. Apakah pernah ke layanan kesehatan dalam 14 hari terakhir?
5. Apakah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri negara terpapar dlaam 14 hari terakhir?
6. Dll
Anda dapat menjawab pertanyaaan hingga selesai dan emneukan seberapa kemungkinan terpapar Covid-19. Mudah sekali bukan?

Jadi tak perlu takut memeriksakan diri apakah ada kemungkinan terpapar virus Covid-19 atau tidak.



No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.