Karena Wanita itu Makhluk Perasa

Beberapa Minggu terakhir aku sering mengikuti tulisan di sebuah komunitas kepenulisan yang ada dimedia sosial Facebook. Awalnya tidak sengaja aku menemukan grup kepenulisan ini, karena tulisan yang sedang viral tentang layang-layang membuat jiwa penasaranku stalking grup kepenulisan itu.




Grup kepenulisan ini ternyata ramai sekali lebih dari 10 ribu anggota yang terdiri dari orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama yakni menulis. Anggota boleh menulis apa saja yang ingin ditulis, sementara pembaca yang merupakan anggota grup juga bebas mengomentari apapun tentang tulisan tersebut.

Yang menarik dari grup kepenulisam ini adalah kalau diperhatikan tema yang menarik para komentator atau dikenal dengan netizen yakni tema tentang rumah tangga. Yah, apalagi kalau bukan tentang Pelakor.

Yah, dari sekian banyak tulisan yang diloloskan admin tema ini sangat sukses mengaduk-aduk emosi pembaca yang sebagian besar adalah emak-emak. 

Komentar emak-emak ini seakan sudah mewakili seluruh isi hati kaumnya sedunia bahwa saat satu emak tertindas maka beramai ramai harus di dukung dan di suport. 

Baiklah saya tidak mau membahas terlalu jauh tentang hukum agama karena ilmu agama saya saja masih kurang. Ilmu agama yang saya miliki hanya sedikit dan masih perlu banyak kajian lagi. Nah, saya hanya akan membahas dari sisi wanita yang memiliki rasa dan kasih sayang. 

Seyogyanya sebuah peran sebagai ibu adalah naluri yang sudah menjadi anugerah untuk kaum wanita. Jangankan manusia yang memiliki akal dan perasaan, hewan pun memiliki insting berkasih sayang untuk anak-anaknya. Akan marah jika diganggu, akan bertaring jika di sakiti. 

Bukankah pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama? bukan hanya tanggung jawab ibu namun juga tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga. Ayah memimpin dan memberikan contoh teladan yang baik untuk anak-anak. Ayah mengajak anak ke lingkaran kebaikan, melakukan hal-hal baik dan selalu mengingatkan tentang kebaikan. Ayah juga memberikan nafkah yang baik kepada anak-anak dan istri, memperoleh dengan cara baik. 

Apabila tugas dan kewajiban tersebut sudah dilaksanakan dengan baik oleh si ayah maka pastinya seluruh penghuni rumah akan merasakan kenyamanan. 




No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.