Sebarkan Isu Literasi Digital untuk emak se-Indonesia

Konten [Tampil]

Sabtu siang saat saya menerima email undangan dari KEB (Kumpulan Emak Blogger) ke-9. Senang sekali rasanya menerima undangan ini karena gairah menulis blog saya dimulai sejak karena pengaruh dari KEB juga. 



Tahun kesembilan KEB berkiprah sudah banyak generasi emak yang mulai berkembang menjadi blogger profesional. Hal ini yang mendorong sebuah Komunitas yang menaungi emak-emak ini masih bertahan dan konsisten mengedukasi. Perkembangan literasi digital di Indonesia memang membutuhkan Emak-emak untuk mengedukasi masyarakat Indonesia. 

Acara ini di buka oleh Mak Mira Syahid sekaligus founder KEB yang berpesan agar para anggota emak-emak Blogger sudah saatnya mengambil peran menjadi penggiat literasi di daerah masing-masing. 

Sesi 1 Literasi Digital

Pada sesi 1 yang dimulai pukul 10.00-12.00 WIB dibuka dengan materi pertama yang disampaikan oleh Mak Puty yang merupakan konten kreator, ilustrator dan penulis buku. 

Mak Puty menyampaikan bahwa setiap orang harus kreatif. Jika anggapan orang bahwa kreatif itu identik dengan artistic tapi bukan itu yang ditekankan. Kita tidak harus punya bakat untuk mengumpulkan ide-ide yang kreatif. Point penting nya adalah apakah kita mau atau tidak mengumpulkan ide-ide.

Otak itu seperti struktur bangunan, ketika ada gagasan baru maka ia akan ditempelkan pada pengetahuan yang lama kita. 

Jurus Menjadi Konten Kreator ala Mak Puty

Menjadi konten kreator adalah sebuah pilihan yang tidak bisa dipandang sebelah mata di zaman sekarang. Konten kreator bahkan mewarnai pilihan profesi yang selama ini terbatas dengan beberapa bidang saja. Walaupun menjadi seorang kreator mudah dilakukan oleh siapa saja hal tersebut bukan berarti tidak ada ilmu yang harus dipelajari. Justru konten kreator yang berilmu akan menjadi keunikan tersendiri yang akan dicari oleh banyak orang. 

Sebaliknya jika kita memiliki ilmu namun tidak bisa menjadi konten kreator tentunya ilmunya tidak akan sampai kepada orang lain dengan cara yang benar. Oleh karena itu pilihan menjadi konten kreator adalah pilihan yang harus berdasakan ilmunya. 

Salah satu jurus yang disampaikan oleh Mak Puty untuk menjadi konten kreator adalah : 

Kreatif  artinya kita harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gagasan baru. Dari berbagai gagasan baru tersebut kita bisa menjadikan nya konten yang dapat disebarluarkan dan dinikmati oleh orang banyak.

Produktif tidak sama dengan Busy

Menjadi konten kreator harus produktif. Namun produktif itu sendiri  tidak sama dengan seberapa sibuk kita. Produktif adalah bagaimana kita bisa menghasilkan konten yang berkualitas dan konsisten. Caranya antara lain:

  • Set Produktif / Goal
  • Set Priority
  • Planning and Schedule
  • Track and Progress
Parenting bersama Mak Retno Cristiany (Mak De)

Sesi ke-2 bersama Mak Retno Cristanty atau dikenal dengan mak De yang mengusung tema Parenting di era Digital cukup menarik disimak. Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa dengan pembelajaran jarak jauh anak menjadi akrab dengan Gadgetnya. Sehingga akses internet menjadi lebih banyak dan tidak terbatas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi kita emak-emak untuk menyelaraskan tumbuh kembang anak dengan tuntutan era digital. 

Menurut Mak De yang saat ini memiliki anak dewasa muda tarik ulurnya beda dengan anak yang masih kecil. Tanggung jawab orang tua saat ini sangat besar apalagi tantangan kita bertambah dengan akses internet tak terbatas. 

Salah satu trik yang disampaiakn Mak De antara lain:
  • Setiap kamar tidak dikunci karena kita bisa tiap saat memantau apa yang mereka lakukan. 
  • Membatasi screentime untuk anak semakin rendah usia semakin sedikit. Sesuaikan dengan jadwal sekolah mereka.  
Selain itu anak-anak harus diperkenalkan dengan permainan fisik seperti bermain congklak, monopoli, main sepeda datau bermain karet, bola bekel yang akan menciptakan kedekatan secara fisik dengan anak. Hal ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi kuantitas mengakses gadget yang dapat membahayakan mata anak. 

Cara jitu menjadikan hobi menjadi cuan ala Mak Rika Dinaryanti

Materi ketiga disampaiakan oleh Mak Rika Dinaryanti yang merupakan seorang selebgram yang saat ini fokus pada fotografi dan berbisnis online.

Dari hobi di rumah  menjadi bisnis online adalah sebuah keniscayaan seperti pengalaman mak Rika Dinaryanti. Emak yang menyukai makan, fotografi dan tanaman ini memutuskan konsen ke makanan dan mendapatkan kesempatan menjadi influencer dari platform intagram. 

Siapa saja bisa memulai berbisnis online walau hanya dari rumah saja. Wah salut buat mak rika di usianya yang 53 tahun masih mau belajar tekun untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Tips memulai usaha dari hobi:

  • Cari keunikan diri sendiri, awalnya memang ikut-ikutan dulu dengan berjalannya waktu kita akan menemukan  style sendiri yang dapat diterima oleh orang banyak
  • Latihan sebanyak mungkin
  • Konsisten
Manfaatkan apa saja yang kita miliki untuk menghasilkan uang. Sesederhana apapun itu. Punya smartphone manfaatkan saja tidak harus menunggu kamera yang mahal. Yang penting kita harus terus kerjakan sampai kita menemukan momentum yang tepat. 

Apa tips untuk mempromosikan usaha kita? Ya dari branding diri kita sendiri. Menurut Mak Rika Butuh 1 bulan membranding diri kita caranya dengan membuat akun yang sesuai dengan style lalu konsisten branding diri. 

Dari ketiga narasumber yang telah menyampaikan materi diatas semuanya penting banget nih untuk upgrade ilmu bagi kita para emak yang bekerja dari rumah. Kita membutuhkan berbagai keahlian yang dapat dimanfaatkan di masa digital seperti saat ini. 

Terimakasih KEB, terimaksih narasumber dan moderator yang telah memberikan pencerahan dan ilmu yang sangat bermanfaat untuk membuka cakrawala berpikir kita dalam menyebarkan isu literasi digital. 

1 comment

  1. Waah dirangkum dengan baik, makasih bangeet mak untuk kehadiran dan rangkuman materinya. <3

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.