Bila Rezeki Terasa Sempit, Ini Yang dilakukan Para Sahabat Nabi Terdahulu



"Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah disaat tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu: imam yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah, dan seorang laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul kepada-Nya dan dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita lalu dia mengatakan "sungguh aku takut kepada Allah.", sesorang yang mengeluarkan sodaqoh kemudian menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya. Dan seorang lelaki yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sendirian, kemudian matanya basah karena genangan air mata." (hadist riwayat Bukhori dan Muslim).

Pernahkah kita merasakan sulit dalam menjalani hidup? Baik saat kebutuhan mendesak, saat anak anak membutuhkan biaya yang besar untuk masuk sekolah, atau tiba-tiba diberi ujian menurunnya bisnis, saat kita mengalami bangkrut, ketika tak tak ada pelanggan, maupun saat tak cairnya gaji bulanan, sementara kebutuhan sehari hari tak bisa ditunda lagi, tentu kita semua pernah mengalami hal tersebut. Saat-saat ujian berada di titik klimaks yang menyebabkan kita hampir saja berputus asa, pikiran buntu, dan saat kita merasa ditimpa kemalangan yang bertubi-tubi.


Inilah saat saat kita diuji oleh Allah, diuji dengan sempitnya rezeki, ditundanya apa yang menjadi keinginan kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat ujian tersebut datang menghampiri?

Lihatlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim diatas, bahwa ada beberapa golongan yang diberi naungan oleh Allah salah satunya adalah orang yang bersodaqoh di jalan Allah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahui.

Sungguh, suatu hal yang berat dilakukan adalah saat kita harus mengeluarkan sodaqoh sementara kita juga ditimpa kemalangan. Namun apa yang disampaikan oleh rasulullah:

"Apa yang masih ada tersisa? Lalu aisyah menjawab, tak ada yang tersisa kecuali bahu lembu. Rasulullah menambahkan, berarti semuanya tersisa kecuali bahu lembu."

Dalam hadits tersebut Rasul mengatakan bahwa semua yang diinfakkan sesungguhnya itulah yang menjadi harta pemiliknya sedangkan yang tidak diinfakkan sejatinya bukanlah hak nya.

Jadi inilah rahasia dari sodaqoh yang di amanatkan dalam hadits rasulullah muhammad saw. Sodaqoh akan membuat hati kita menjadi tenang, lapang dan diberi ketentraman oleh Allah. Karena sejatinya apabila hati kita tenang maka tak ada kesulitan apapun yang di hadapan kita.

Dalam hadits lainnya :

"Tiada hari yang dilewati oleh semua hamba kecuali pada pagi harinya dilewati oleh dua malaikat turun. Salah satunya berkata : " ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfak, sedangkan malaikat yang satunya berkata: ya Allah hilangkanlah harta orang yang tidak mau bersodaqoh." ( HR.Bukhori)

Dalam kehidupan kita betapa banyak rahasia yang tidak pernah ketahui, Allah bisa saja tiba-tiba mengambil harta kita dari banyak jalan yang tidak kita sadari.

Bisa saja diberi ujian bangkrut, kemalingan, kebakaran, banjir, gempa dan sebagainya. Kita sebagai umat muslim yang meyakini firman Allah dan hadist rasulullah selayaknya  senantiasa menjaga harta kita dengan mengeluarkan sodaqoh.

Secara nalar mungkin kita tidak yakin dengan hal ini, mana mungkin sesuatu yang kita berikan ke orang lain akan terganti, namun inilah janji Allah,

"Harta itu tidak akan berkurang karena disodaqohkan, Allah tidak akan menambah seorang hamba yang suka memaafkan kecuali kemuliaan. Dan tidaklah sesorang itu berlaku tawadlu kepada Allah kecuali Allah akan meninggikan derajatnya."

Inilah rahasia para sahabat rasulullah bisa tegar meskipun ditimpa kemalangan bertubi-tubi. Lalu bagaimana dengan kita, kita mungkin bisa sangat bersedih kehilangan harta, saat kehilangan hape, uang dan sesuatu yang kita miliki karena kita merasakan bahwa kita sudah sangat keras berjuang untuk memperolehnya, namun pernahkan kita menyadari sesungguhnya harta kita yang hilang tersbut sesungguhnya bukan merupakan hak kita, mungkin ada hak orang lain yang telah kita ambil.

Jadi, saat kita ditimpa kemalangan langkah terbaik adalah kita kembalikan kepada Allah, bahwa mungkin saja Allah sedang membersihkan harta kita, ada hak orang lain yang tidak berikan, atau bisa jadi kita memang belum layak untuk memilikinya.

Semoga bermanfaat

Wallahualam.

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.