Si Bura, Maskot KSM yang Mengundang Perhatian



"Mba, tolong dong fotoin aku dengan boneka ini!"

Aku tersenyum melihat para tamu sangat antusias berfoto bersama si Bura. Boneka lucu berwarna merah yang menyambut kedatangan para kontingen KSM dari berbagai daerah si tanah air, pagi itu. Yah, kebetulan sekali Senin, 24 September 2018 aku bertugas mendampingi siswa yang telah didandani layaknya pengantin Bengkulu menyambut para tamu peserta, official dan para undangan yang akan mengkuti serangkaian kegiatan KSM tingkat Nasional 2018 di Bengkulu.


Merupakan kesempatan langka dapat hadir menyambut para tamu tersebut yang mayoritas baru pertama kali mereka menginjakkan kaki ke Bumi Raflesia. Tahun ini kementerian agama melalui even Kompetisi Sains Madrasah memberikan kepercayaan kepada provinsi Bengkulu untuk menjadi tuan rumah KSM. Bangga sekali rasanya.

"Ih, ini bonekanya lucu sekali ya." Seru beberapa tamu saat mereka melihat si Bura. Yah, pagi itu si Bura cukup menyita perhatian tamu karena bentuknya yang menggemaskan. Si Bura diletakkan di samping tangga menuju pelataran depan bandara Fatmawati sehingga cukup menyita perhatian banyak orang.

"Oh, ini bukan boneka tapi inilah maskot KSM 2018 di Bengkulu."

Para tamu kian penasaran dengan si Bura. Bentuknya yang lucu, menggemaskan dan unik ini kalau dilihat sepintas menyerupai hewan, namun saat melihat bagian kepalanya seperti tumbuhan.

Inilah keunikan si Bura. Sesuai dengan asal mula si Bura yakni Beruang Raflesia. Merupakan perpaduan Beruang madu dan bunga Raflesia. Keduanya merupakan hewan dan tumbuhan endemik di Bengkulu.



Beruang madu (Helartos Malayanus) adalah hewan yang sangat kuat. Memiliki kuku-kuku yang tajam dan dapat mencengkram lawan dengan sangat kuat. Beruang hidup di hutan dan memakan biji-bijian serta hewan kecil lainnya.

Beruang madu hidup di hutan lindung yang jauh dari keramaian dan jamahan manusia. Saat ini beruang madu sudah semakin punah keberadaannya karena habitat hidup beruang sudah semakin sedikit. Hutan lindung sudah semakin berkurang serta banyak sekali perburuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Bunga Raflesia merupakan tumbuhan endemik yang hidup di hutan Bengkulu. Bunga yang memiliki kelopak besar ini hanya dapat hidup di hutan lindung dengan suhu dingin. Bunga raflesia merupakan bunga parasit yang dapat tumbuh di pohon indukan.

Kedua ikon inilah yang menjadikan si Bura dijadikan maskot dalam kegiatan kompetisi sains madrasah tingkat nasional yang diadakan di Bengkulu.

10 comments

  1. Waah ada ya KOmpetisi Sains Madrasah, keren. Anaknya ikut, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma sampai tingkat provinsi aja, tingkat nasional gak lolos hehe

      Delete
  2. Bolehlah mbak bagi bonekanya untuk dibawa pulang, cantk kayaknya untuk dipajang di ruang keluarga

    ReplyDelete
  3. Hai Bura. Kebetulan aku jg suka beruang. Kalau beruang madu kayak winnie the pooh ya

    ReplyDelete
  4. Owalah si Bura ini penggabungan beruamg dan raflesia. Waktu blm baca artikel sempet bertanya2 sosok apa yg diwakili oleh maskot ini :D

    ReplyDelete
  5. Bura lucu banget yaaa, dari tadi penasaran KSM itu apa, oalah ada nyempil dibawah kompetisi sains mandrasah ya. Sukses ya mba dgn KSM nya.

    ReplyDelete
  6. Boneka beruang nya lucu anet mba dijual dijakarta ga yah hehehe

    ReplyDelete
  7. Baru tau bura itu bunga raflesia lucu yaa mba

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.