Tentang Tanaman-tanamanku Pelepas Lelah



Hmm...

Udara pagi ini terasa sejuk sekali, angin sepoi-sepoi bertiup menggoyang-goyangkan lembut daun kacang panjang yang kian memanjang menjulurkan sulurnya.


Sulur-sulur melilit ranting kayu yang sengaja ditanam seiring dengan bertambah besarnya pertumbuhan tanaman itu. Yah, sulur aja butuh tempat berpegang masa kamu tidak (Halah..).



Pertumbuhan kacang panjang seakan berlomba dengan tanaman tomat dan cabai. Tingginya sekarang sudah mencapai pagar bahkan melebihi batas pagar.



Tadinya niatku mau menanam sayuran seperti terong, tomat, kacang panjang, eh ternyata oleh emak justru ditambah dengan bibit bunga matahari. Nah, karena pertumbuhan bunga matahari cepat banget jadinya yang lain malah terlihat mengalah.
Tapi untung saja beberapa tanaman tomat, cabe sudah lebih dahulu berkembang dan meninggi jadi cukup bertahan dengan sesaknya beberapa tanaman dalam satu area.



Tidak seberapa luas kok lahannya, malah terlihat seperti numpang hidup. Jadi ceritanya didepan rumah ada selokan yang selalu saja terlihat penuh dengan tanah, maklumlah rumah kami berada di pinggir dan sudut jadi sebagai tempat penampungan selokan sebelum menuju ke bawah. Tanah-tanah tersebut jika dibiarkan akan mendangkalkan selokan dan menghambat aliran air kan? Sehingga aku punya inisiatif mengangkat tanah tersebut ke atas.



Eh, ternyata tanah itulah sumber dari suburnya tanaman-tanaman di samping rumah. Ada kacang panjang, tomat, cabai, bunga matahari, pepaya, jambu bahkan kangkung dan bayam.

Pertumbuhan tanaman tersebut sangatlah cepat. Belum sebulan tingginya bahkan sudah melampaui pagar pembatas rumah. Daunnya besar-besar dan terlihat sehat.



Satu persatu tanaman sudah mulai berbunga dan berbuah. Seperti tomat apel, tomat cung, terong hijau panjang, bahkan latest sudah terlihat berbunga.

Aku senang sekali melihatnya, sangat menyegarkan pikiran dan melepas kepenatan. Apalagi saat sore hari selepas pulang kerja, melihat tanaman tumbuh subur rasa lelah hilang seketika.


Beberapa hari ini Ghaisan senang sekali melihat tanaman dan memetik buahnya, yah ternyata cabe sudah mulai memerah. Beberapa kali ia terlihat bahagia banget saat melihat cabe mulai merah itu artinya saat pulang sekolah tujuan pertamanya adalah memetik cabe dan menyimpannya di dapur.

Semoga tanaman-tanaman ini tetap menjadi teman keluarga kami, menghijaukan rumah kami dan melepas Segala kepenatan kami sekeluarga.

4 comments

  1. Sejak sebulan yg lalu aku lagi senang nanem2 Mbak, gara2 liat tanaman Ibuku komplit. Mau numis tinggal ngegunting daun bawang di rumah, mau bikin sayur daun kelor tinggal ngambil dari rumah, gak punya sayur ijo tinggal ngambil daun katuk buat disayur. Enak liatnya hehe

    Klo tanamannya segar dan rimbun gitu memang bikin semangat, pengin banget tanamanku bisa kayak punya Mak Yurma

    ReplyDelete
  2. Huwaaaaaa mba Yurma kamu rajin banget sih Mba, aku nggak suka nanem karena takut cacing hehehe
    Semoga tumbuh dengan subur ya Mba, kalo panen banyak kirimin ke Comal hahaha ...

    ReplyDelete
  3. mau bikin sayur tinggal petik nih

    ReplyDelete
  4. Kalau tanam menanam aku juga suka sekali, cuma kadang terkendala musim .Saat Musim hujan sering kebanjiran sementara saat musim kemarau kekeringan

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.