Belajar Mencintai Alam dari keluarga ART and BRI (part 2)



Tinggal di desa membuat keluarga ART AND BRI mesti bertahan hidup seperti layaknya orang-orang disekitarnya. Hidup sederhana dengan memanfaatkan hasil bumi yang telah ditanam sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari  bersama 7 orang anggota keluarganya.


Dalam suatu episode diceritakan tentang hewan peliharaan mereka yang banyak. Ada ayam, bebek, itik dengan kondisi kandang seadanya, hanya memiliki satu kandang untuk ditempati berpuluh ekor peliharaannya, setiap hari ada saja ayam ayam itu bertelur. Telur-telur itu dikumpulkan menjadi satu lalu digunakan sebagai bahan makanan untuk membuat roti atau omelet. Dalam satu hari tak kurang dari 3, 4 butir ayam ayam tersebut bertelur. Jika telur tersebut tidak dimakan maka mereka akan menempatkan ke dalam wadah penetasan telur hingga menetas.

artikel terkait : Belajar Mencintai alam dari keluarga ART dan BRI (part 1)

Setiap pagi ibu nya harus memberi makan ayam ayam tersebut, mengganti airnya dan membersihkan kandangnya.

Tak jauh dari sana ada kandang kambing dengan jumlah mencapai belasan ekor. Pada episode sebelumnya diceritakan juga tentang awal mereka membeli 2 ekor kambing untuk dipelihara di homestade mereka. Setiap hari menjelang siang kambing-kambing itu dilepas dari kandang dan dibiarkan merumput di hutan kecil tak jauh dari kandang nya. Sekitar 4-5 jam kambing kambing itu akan digiring masuk lagi ke area kandang.

Peliharaan lainnya yaitu sapi dan babi yang juga mereka perhatikan selayaknya anggota keluarganya, memberi makan dan minum, Membersihkan kandang hingga mencarikan pakan.

Menyimpan makanan hingga bertahun-tahun

Ada satu hal yang unik sering kali dilakukan oleh keluarga ini, yaitu ketika musim panen tiba mereka akan mengawetkan makanan dan menyimpannya dalam ruang khusus cadangan makanan saat musim dingin dan musim gugur. Seperti saat musim buah, mereka akan kebanjiran apel. Apel-apel tersebut selanjutnya dibuatkan 3 bahan makanan, yaitu selai apel, apel kaleng, apel beku.

Apel-apel akan dikupas dengan mesin pengupas  yang terbuat dari besi selanjutnya apel akan ditancapkan ke ujung besi dan diputar sehingga kulit apel akan terpisah dengan daging buahnya. Selanjutnya potong apel tadi di steem dan dikeringkan. Nantinya apel kering menjadi lebih tahan lama disimpan dalam plastik.

Sebagian apel akan di hancurkan dan dimasak hingga menjadi selai apel, selai apel akan disimpan di dalam kemasan gelas kaca yang diberi tutup dari kaleng. Selanjutnya di steem yang berguna agar kaleng steril untuk membunuh bakteri dan kuman hingga makanan awet lebih lama.

Panen jagung dan cara pengawetannya

Dalam satu episode diceritakan tentang kegiatan memanen jagung di kebun keluarga ini. Jagung-jagung akan di kupas, dibersihkan dari rambut halus yang menempel lalu di rebus hingga matang. Selanjutnya jagung akan dipisahkan dari bongkolnya. Biji jagung yang telah dibersihkan  tadi dimasukkan ke dalam kemasan plastik makanan  dan di berikan lem perekat agar tidak terkontaminasi dengan udara luar. Jagung akan disimpan didalam lemari pendingin untuk jangka waktu yang lama.

Beberapa pelajaran berharga dari keluarga ART dan BRI adalah cara mereka bertahan hidup dan memanfaatkan hasil alam disekitarnya sehingga menghindari kelaparan saat musim dingin tiba.

Mengawetkan tomat

Tomat termasuk makanan yang penting bagi keluarga ini, meskipun tomat termasuk tanaman yang mudah sekali hidup, namun saat musim dingin dan gugur juga tak bisa menanam tomat. Satu-satunya caraagar tetap dapat makan tomat ketika musim tak mendukung adalah dengan mengawetkan ya.
Caranya iris iris tomat, siapkan botol steril lalu rebus air gula, citrun, selanjutnya dituangkan kedalam botol yang telah berisi tomat. Tutup dengan penutup hingga rapat. Masukkan botol botol tersebut ke dalam panci kukus lalu rebus hingga mendidih.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari keluarga ART dan BRI antara lain, kita memang harus menyiapkan kemungkinan yang tersulit terjadi. Termasuk ketahanan pangan dari cuaca dan musim yang tidak menentu.

Telur-telur untuk kebutuhan sehari-hari

Peliharaan yang keluarga ART dan BRI miliki diantaranya adalah ayam dan bebek. Dari ayam-ayam dan bebek-bebek itu setiap hari akan bertelur secara bergantian sehingga bisa memenuhi kebutuhan protein keluarga mereka. Misalnya kebutuhan telur saat membuat cake, roti dan pai tak harus beli lagi. Telur-telur yang mereka miliki dari ayam-ayam peliharaan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan roti tersebut.

Setiap pagi hari, ayam-ayam akan diberi pakan berupa jagung giling yang telah dicampur dengan berbagai pakan ayam, menggiring mereka ke luar kandang, mengganti air dan memeriksa telur-telur apakah sudah ada yang bisa diambil atau tidak. Telur telur itu akan dikumpulkan ke dalam wadah telur. Dan disimpan, sewaktu-waktu dibutuhkan baru mereka gunakan.

Memetik buah liar

Saat liburan tiba, keluarga ART dan BRI pergi berlibur. Mereka akan mempersiapkan diri termasuk pakaian ganti, makanan dan perlengkapan saat berlibur. Setelah menempuh perjalanan darat yang dipenuhi pemandangan alam yang sangat bagus, tiba disuatu tempat berupa hutan pinus yang sangat cantik.



"I like wood. "

Kayu dan alam adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Mereka mencintai alam dan berbagi jenis kayu yang hidup di alam.

Tempat yang mereka tuju tidak dekat, cukup jauh dari jalan raya. Mobil mereka diparkir di pinggir hutan, lalu mereka pergi berjalan melewati jalan setapak di dalam hutan liar. Setelah melewati hutan pinus, jalanan mendaki, tiba di sebuah dataran tinggi yang di sana akan terlihat hutan pinus tempat mereka lewati tadi sepetti titik-titik di bawah langit, indah sekali.



Anak-anak ART dan BRI terlihat sangat bersemangat melalui jalan setapak tersebut, bahkan tak mau digendong, anak keempat nya selalu terlihat berjalan sendiri melewati jalan setapak. Setelah berjalan cukup jauh tibalah di sebuah dataran tinggi yang diatasnya tumbuh liar berbagai buah alam seperti blueberry. Blueberry hidup bebas dan berkembang di sana. Sehingga siapa saja bisa memetikbuah blueberry dan menikmati lezatnya.

Keluarga ART dan BRI asyik memetik buah blueberry liar dan mengumpulkannya dalam sebuah kantong. Anak-anaknya juga telihat sangat bahagia ditengah hamparan blluberry liar. Tak terlihat letih mereka sangat menikmati perjalanan tersebut.

(bersambung)

8 comments

  1. Blm baca bag.1 jadinya kirain ART di Indonesia.
    Seru juga yah kehidupan mereka

    ReplyDelete
  2. Waaah anak2 diajarkan kearifan lokal sejak kecil karena memang ehidupan mereka di alam ya. Memang patut belajar dari keluarga ini

    ReplyDelete
  3. seru juga ya ngkutin keseharian mereka
    mencintai alam dengan rutinitas sehari2 , lucu banget anaknya ART dan BRI hehe

    ReplyDelete
  4. Seru juga nih ya mengajak anak untuk mencintai alam sejak dini agar kelak dewasa nanti mereka lebih melestarikan alam.

    ReplyDelete
  5. Mengenalkan alam pada anak akan berdampak positif pada perkembangan kejiwaan anak.
    Setidaknya anak akan paham jika alam harus dirawat

    ReplyDelete
  6. Seru banget kalo masih bisa bermain di alam. Kayak di desa" gitu, anak" main masih sama teman"nyaa main permainan tradisional di pekarangan rumah. Seruuu..

    ReplyDelete
  7. Setuju kalau mengenalkan alam ke anak dari sejak kecil. Minimal mengenal pantai, sungai kecil, air terjun atau hutan kota.

    ReplyDelete
  8. wah, saya jadi penasaran dengan olahan apel selai, apel kaleng dan apel beku ini. rasanya setelah jadi seperti apa ya???

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.