Susu untuk Pertumbuhan Gigi Anak Batita

Pertumbuhan Gigi susu pada anak mulai dari usia 7-15 bulan sampai anak berusia 3 tahun. Pada masa ini anak-anak juga sedang masa pengenalan berbagai jenis makanan. Anak mulai mengenal makanan manis, gurih, asin, dan pedas. Kecenderungan yang sering ditemukan pada anak mereka akan menyukai makanan manis seperti permen, roti, dan coklat. Sayangnya jika anak dibiarkan mengikuti kemauannya akan berdampak pada pertumbuhan gigi mereka. Untuk itu Bunda wajib memperhatikan susu pertumbuhan gigi anak. 




Anak usia batita masih memerlukan konsumsi susu dalam jumlah yang cukup disamping makanan pendamping ASI. Namun perlu diketahui jika kandungan susu anak Batita tidak semua aman untuk gigi anak. Terutama susu yang memiliki kandungan gula dan natrium yang tinggi. 

Gula pada susu akan menjadi sumber pembusukan yang akan menjadi plak pada gigi. Apabila sisa susu yang terlambat dibersihkan lama kelamaan akan menjadi sumber kerusakan gigi susu. 

Apa yang harus dilakukan untuk merawat gigi anak usia 1-3 tahun?


Ajarkan menyikat gigi dengan benar

Batita sejak muncul gigi susu sudah harus diajarkan menyikat gigi. Gunakan sikat gigi yang lembut. Jika anak menolak untuk menyikat gigi maka ibu harus menggunakan tangan ibu untuk membersihkan bagian gusi anak.

Membatasi makanan dan minuman manis

Batita memang cenderung menyukai makanan manis, rasa manis akan menimbulkan perasaan bahagia namun konsumsi makanan manis dapat menjadi makanan bakteri di mulut dan gigi. Manis akan bereaksi dengan air liur akan menjadi asam dan mempercepat pembusukan. Keadaan asam dalam mulut menjadi tempat hidup bakteri dengan baik. Sehingga jika dibiarkan terlalu lama akan menjadi plak pada gigi. Plak adalah awal dari kerusakan pada gigi. 

Memilih susu untuk pertumbuhan gigi

Gigi anak membutuhkan kalsium sebagai bahan pembentuknya. Konsumsi kalsium ini akan menjadikan gigi sehat dan kuat serta tak mudah rapuh. 

Pilihlah susu yang banyak mengandung vitamin D, kalsium, fosfor, potasium, magnesium, yang akan memperkuat tulang dan gigi sehingga dapat tumbuh dengan baik. Susu pertumbuhan gigi anak akan ada di halaman ini. Kita akan bahas apa saja kandungan di dalam susu pertumbuhan anak untuk pertumbuhan tulang dan gigi:

Vitamin D

Kandungan vitamin D pada susu akan sangat baik untuk membantu pembentukan sel-sel tulang dan gigi sehingga menjadi kuat. Pilihlah susu yang memiliki kandungan vitamin D dalam jumlah yang cukup.

Kalsium

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan gigi dan tulang anak. Kalsium susu sangat dibutuhkan untuk anak usia batita. Selain itu konsumsi kalsium akan menjadikan anak anak aktif bergerak.

Fosfor

Fosfor adalah salah satu komponen yang dibutuhkan dalam pembentukan tulang dan gigi. Jangan lupakan nutrisi ini harus ada dalam susu pertumbuhan anak. Pastikan kandungan fosfor cukup di dalam susu yang setiap hari mereka konsumsi. 



Anak-anak harus mengkonsumsi susu agar tercukupi kebutuhannya dengan baik. Terutama untuk pertumbuhan giginya. Zat-zat penting ini terus dibutuhkan hingga anak mencapai usia saat tumbuh gigi permanen secara lengkap.

Seringkali kelalaian orang tua dalam merawat gigi anak adalah lupa membersihkan gigi anak saat selesai mereka makan. Sisa makanan yang mengendap akan menjadi asam. Keadaan asam di dalam mulut merupakan tempat perkembangbiakan bakteri secara cepat. Oleh sebab itu bakteri yang beraktivitas di dalam mulut menempel pada gigi. Lama kelamaan bakteri akan membentuk koloni yang dikenal dengan plak. 

Kebiasaan Baik Membersihkan Gigi awal Kesehatan Anak


Gigi pada anak yang tumbuh dengan baik akan menjadi investasi bagi pertumbuhannya. Gigi adalah salah satu sistem pencernaan makanan yang merupakan kunci kesehatan anak. Gigi yang sehat akan mengunyah makanan, mencerna makanan dengan baik sehingga makanan dapat menuju lambung dalam kondisi yang siap untuk diproses selanjutnya. 

Sebaliknya gigi yang tidak sehat akan menjadi sumber masalah pencernaan. Anak cenderung akan memilih makanan, menolak memakan makanan tertentu sehingga anak akan kekurangan nutrisi penting bagi pertumbuhannya. 

Tidak jarang kita temukan sakit gigi pada anak batita yang menyebabkan nafsu makannya berkurang. Anak sulit mengunyah karena giginya sakit, Aktivitas anakpun akan terganggu, anak terlihat lesu dan kurang bersemangat melakukan kegiatannya. 

Semoga bermanfaat.

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.