Etnomatematika Menurut D'ambrosio

Saya tidak menyangka postingan terdahulu tentang Etnomatematika mendapat respon positif dari pembaca. Lebih dari 2000 pengunjung membaca postingan tersebut. Bagi saya sebuah post yang sudah dibaca lebih dari 1000 orang adalah prestasi yang sangat membanggakan.




Nah untuk memperjelas materi tentang Etnomatematika kali ini saya akan kembali mengulas tentang topik ini.

Etnomatematika menurut para ahli dapat dijabarkan dalam tulisan dibawah ini.

Teori Etnomatematika menurut D'ambrosio

Ethnomathematics is the way different cultural groups mathematise (count, measure, relate, classify,and infer)". 

Menurut D,ambrosio imbuhan ethno menjelaskan semua fenomena yang membentuk identitas budaya yang dikelompokkan sebagai bahasa, kode, nilai, dialek, keyakinan, makanan dan pakaian serta kebiasaan dan perilaku. Kata mathematics menjelaskan pandangan yang luas tentang matematika termasuk perhitungan atau pemecahan, aritmatika, pengklasifikasian, pengurutan, pengambilan keputusan dan pemodelan.

Alat Musik

Dalam kehidupan kita sehari-hari ruang lingkup etnomatematika terdiri dari banyak benda. Misalnya budaya batik, tenun dan motif kain, pembungkus makanan hingga perabotan rumah tangga. Selain itu di bidang seni dan budaya juga dapat kita temukan pada alat musik, peralatan tari, upacara adat dll.

Pasar

Di pasar banyak kita jumpai kearifan lokal yang dapat dikelompokkan ke dalam etnomatematika. Baik penggunaan satuan berat, satuan jumlah, satuan panjang maupun jajanan pasar yang kaya akan nuansa etnomatematika.

Jika kita gali lebih dalam tentang etnomatematika banyak sekali benda yang kita temui dapat dikelompokkan dalam ruang lingkup etnomatematika, misalnya cara pengelompokkan ikan oleh para nelayan, para penjual ikan dan lain sebagainya, pengelompokan sayuran seperti cabe, jengkol, terung, kacang, kentang yang diperjualbelikan para pedagang. dll.

Seperti pada transaksi pembelian beras, masyarakat di berbagai daerah khususnya daerah melayu menggunakan satuan cupak, canting dan bakul untuk membeli beras. Cupak terbuat dari besi yang dibentuk menyerupai tabung. Satu cupak sama dengan 1,6 kg.

Batik

Batik adalah salah satu budaya Indonesia yang sudah turun temurun mengakar di masyarakat. Batik memiliki motif yang mengandung nuansa etnomatematika diantaranya motif sendang duwur. Motif batik memiliki corak yang seragam dipisah oleh bentuk segiempat.





Anyaman tikar

Anyaman tikar merupakan salah satu contoh dari etnomatematika yang banyak terdapat pada kearifan lokal di nusantara. Masyarakat pedesaan sejak zaman dahulu turun temurun mengolah tanaman pandan dan sejenisnya menjadi tikar. Anyaman membentuk pola seperti barisan bilangan yang teratur. Misalnya pola

2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1

Pola ini akan menjadi anyaman dengan bentuk yang indah. Selain itu bentuk anyaman yang di buat selalu menetap hingga mencapai bentuk tertentu yang diinginkan. Kekonsistenan pola pada anyaman tikar ini dapat juga dibuat dari berbagai bahan alam yang biasa dikenal di masyarakat.

Tikar anyaman biasa dibuat dari tanaman sejenis pandan duri. Pandan ini biasa tumbuh di hutan tropis cenderung rawa. Masyarakat pedesaan Melayu biasa mencari tumbuhan pandan duri di hutan dan mengolahnya menjadi tikar.

Cara pengolahan tikar pandan cukup rumit. Daun pandan duri terlebih dahulu di pisahkan dari duri yang menempel pada pinggir daunnya. Saat pengerjaan harus ekstra berhati-hati karena duri sangat tajam dan bisa melukai.

Setelah dipisahkan dari duri, daun pandan di rebus dengan air mendidih. Setelah selesai di rebus lalu di jemur hingga kering. Proses penjemuran lebih dari 2 hari karena harus benar-benar kering.

Anyaman bakul

Bakul atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan keranjang adalah salah satu benda yang akrab di masyarakat Indonesia sejak dahulu. Banyak perabotan rumah tangga yang terbuat dari bakul dan terus eksis sampai saat ini. Meskipun.

Bakul digunakan untuk wadah mencuci beras, sayuran, memanen padi, memanen buah dan biji-bijian, serta sebagai tempat menyimpan makanan agar tidak disentuh oleh hewan serangga maupun hewan peliharaan seperti ayam dan kucing. 

Masyarakat pedesaan melayu biasa menggunakan bakul dan menyimpannya sebagai persediaan jika sewaktu-waktu memiliki hajatan seperti acara sukuran, pernikahan maupun upacara adat lainnya. Mereka menyimpan bakul-bakul di pagu (ruang diantara atap dan pelapon yang sengaja dibuat sebagai ruang penyimapanan. 

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.