Memilih Jurusan untuk Anak SMA berdasarkan Potensi Kecerdasan

Beberapa kali di ruang tamu terlihat undangan pernikahan dengan gelar Bid, Kep, Kes. Saat melihat foto calon penganten di undangan tersebut memori langsung on mengingat murid yang pernah di ajarkan di MA beberapa tahun berlalu.





Yah, beberapa dari mereka adalah mantan murid eh maksudnya murid-muridku dahulu yang pernah belajar di bangku MA. Sebenarnya bukan karena gelar yang mereka peroleh yang hendak kuceritakan pada post kali ini. Tapi lebih kepada kecenderungan minat bakat dan keterpaksaan yang membuat beberapa dari mantan murid-muridku dulu seperti 'tersasar' di jurusan yang salah. 

Jadi ternyata banyak sekali dari mereka yang mengambil jurusan sosial saat  SMA namun akhhirnya kuliah di jurusan kesehatan. Aku tak ingin membayangkan bagaimana mereka harus menyesuaikan dengan iklim belajar jurusan kesehatan yang nota bene mempelajari ilmu pasti seperti biologi, fisika, matematika maupun jurusan kesehatan jasmani. Namun lebih kepada pemikiran mereka yang harus berani mengambil jurusan ini tanpa mempertimbangkan akibatnya di masa yang akan datang.

Pada kurikulum 2013 jurusan yang dapat dipilih di sekolah Menengah Atas (SMA) antara lain :


  • jurusan MIPA 
  • jurusan IPS
  • jurusan Bahasa
  • jurusan Agama


Jurusan pada Sekolah Menengah Atas disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Termasuk ketersediaan tenaga pengajar, sarana dan prasarana. Dalam satu sekolah SMA tidak harus memiliki keempat jurusan tersebut bisa saja hanya dua jurusan seperti yang ada di sekolah tempatku mengajar memilki jurusan IPA dan IPS saja.

Saat ini penjurusan sudah dilakukan ketika siswa sudah memasuki SMA artinya saat anak ada di kelas satu atau kelas X (sepuluh).

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan saat memilih jurusan untuk anak disesuaikan dengan sekolah tersebut. Beberapa pertimbangan yang dapat dilakukan antara lain:

minat siswa 

minat siswa harus menempati urutan pertama dalam memilih jurusan. Karena minat akan berkaitan erat dengan keinginan anak untuk terus mengikuti proses KBM sampai selesai. Siswa yang memiliki minat terhadap jurusan tertentu akan senantiasa bertanggungjawab dengan pilihannya. Akan sangat berbeda jika siswa berada di jurusan yang bukan minat nya atau karena terpaksa karena pengaruh orang tua. misalnya, tentu ada rasa keterpaksaan saat menjalani proses KBM tersebut.

artikel terkait : Yang perlu Anda ketahui dengan gerakan Tutup Mulut 

Bakat siswa

Bakat siswa terkait dengan potensi yang dimiliki oleh siswa. Misalnya siswa tersebut sudah pernah mendapatkan prestasi di bidang sains maka artinya siswa berbakat di bidang sains dan sangat dianjurkan untuk memasuki jurusan IPA. Berbeda dengan siswa yang berbakat di bidang seni maka ia dianjurkan untuk memasuki jurusan yang tidak membebani pikirannya dengan pelajaran yang berat-berat.

Potensi Kecerdasan Anak

Potensi kecerdasan anak sudah bisa terdeteksi sejak dini. Apalagi saat ini sudah banyak sekali tes kecerdasan yang dapat mengarahkan siswa agar tetap berada di jurusan yang sesuai dengan potensi kecerdasan anak.

Potensi kecerdasan anak ada 8 antara lain : 


  • kecerdasan logika matematika
  • kecerdasan visual spasial
  • kecerdasan linguistik
  • kecerdasan interpersonal
  • kecerdasan intrapersonal
  • kecerdasan musikal
  • kecerdasan kinetik
  • kecerdasan naturalis

artikel terkait : Belajar Parenting bersama keluarga Halilintar 

Beberapa potensi kecerdasan anak tersebut yang ada yang cocok untuk memasuki jurusan tertentu seperti kecerdasan nautralis, kecerdasan logika matematika, kecerdasan interpersonal  sangat dianjurkan untuk berada di jurusan IPA. Sedangkan anak dengan potensi kecerdasan linguistik sangat tepat berada di jurusan bahasa. Anak dengan potensi kecerdasan intrapersonal sangat tepat jika berada di jurusan IPS.


No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.