Ibu...wanita hebat yang selalu tersenyum



Aku tidak tau bagaimana caranya mengatakan rindu padamu, karena saat ini ada jarak yang menghalangi kata rindu terucap.


Ibu, malam ini sebuah kabar dari teman kembali menyapaku tentang kondisi terakhirmu, yang katanya kamu sedang menghadapi delirium.
Bergegas jari ini mengetik arti istilah kedokteran itu di google, dan aku terhenyak menemukan arti kata itu.

" Kondisi dimana seseorang kehilangan daya ingat dan situasi yang ada di sekitarnya."

Kamu tidak mengenali orang orang terdekatmu.
Ibu, kalau jarak kita dekat aku ingin memelukmu erat, dan mencoba untuk meminta separuh dari sakitmu.

Bu, apakah senyum malam itu adalah senyum terindahku yang pernah aku lihat? Kamu bahkan tak sedikitpun menampakkan sakit atau bahkan ingin orang lain tau penderitaanmu, yang kamu ceritakan adalah bagaimana Allah selalu sayang padamu dengan memberikan banyak sekali hal baik padamu.

Itu yang selalu kamu ungkapkan saat bertemu.
Bu, 

Seandainya waktu bisa diputar ulang, ingin sekali aku berlama-lama mendengar ceritamu dulu, 17 tahun yang lalu saat malam tiba kamu meminta pijit kaki mu yang pegal katamu. Lalu banyak sekali wejangan yang kamu berikan tentang semua hal, kadang-kadang kamu bercerita tentang masa kecilmu, masa mudamu di Jawa, dan yang paling aku tunggu adalah ceritamu tentang tata Krama Jawa yang bagiku asing.

Bu, kuat ya Bu..

Katamu kala itu saat pertama kamu harus kehilangan bagian teristimewamu adalah :

"Allah sudah memberi kan kepercayaan kepada ku selama 50 tahun, dan saatnya Allah ambil kembali miliknya. Aku ikhlas " begitu katamu

Bagaimana mungkin air mata ini tidak tumpah, begitu kamu mengajarkan kepadaku bahwa sakit adalah ajaran tentang keikhlasan bukan tentang tangisan.

Dan saat yang kedua kalinya Allah mengambil miliknya darimu, kembali kamu tersenyum,

"tidak apa karena Allah Maha Kaya, ini yang terbaik." Katamu

Ibu...
Doaku selalu untuk perjuanganmu,
Ya Allah ringankanlah penyakitnya, Amin

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.