Ketika Masa Sunat Tiba

Hai ibu-ibu solihat, kali ini topik About Me and family akan kembali meramaikan postingan keren dari kalian semua. Hehe..remeh temeh sih topiknya sekedar curhat umi yang sedang galau saat menghadapi anak yang sedang di sunat. Ga penting banget yaa. Anggap saja selingan sore disaat emak-emak sedang me time, atau pas lagi kelar urusan domestik.



Jadi ceritanya nih, si Adek tanpa direncanakan sebelumnya diminta sunat oleh dokter. Bukan permintaan kami sih sebagai orang tua, murni dari keputusan dokter. Sebelum-sebelumnya si Adek pernah mengalami gejala sakit pada bagian 'lelakinya'  dan sudah dua dokter yang mengatakan bahwa solusi nya tidak ada selain di sunat. Dokter yang pertama mengatakan hal ini adalah dokter spesialis anak. Aku ingat ketika kunjungan saat pengobatan sakit si Adek beliau mengatakan untuk segera disunat ketika sembuh. Saat itu ia hanya memberikan obat anti infeksi dan obat penahan nyeri saja.

"Ibu, obat ini bukan untuk memecahkan masalah ya, hanya menunda masalah saja. Jadi sewaktu-waktu pasti akan ngulang lagi sakitnya." Begitu kira-kira penuturan dokter yang pertama.

kira-kira 5 bulan kemudian ternyata kejadian yang sama terulang lagi, si Adek kembali mengalami 'sakit' saat buang air kecil. Dokter pun mengatakan hal yang sama.

Ya wesslah. jika itu memang keputusannya suami menyetujui untuk di sunat meski dari segi usia dikatakan terlalu muda di lingkungan kami. Kebanyakan anak-anak di sunat ketika mereka berumur 8-9 tahunan. Nah, si Adek baru 5 tahun. Aku ketar ketir apa iya dia mau ditenangkan ketika di sunat, bukankah sebelum di sunat mesti di suntik bius dulu? Nah, suntik bius juga kan meski sebentar akan sakit juga toh. 

Walah, aku membayangkan yang enggak-enggak deh. Si Adek aja kalau ada luka kecil di bagian tubuhnya aja histerisnya minta ampun deh, apalagi kalau 'sengaja' dilukai begitu. Huaahh, aku tak sanggup membayangkan. Namun kalau dipikir-pikir lha aku ibunya saja khawatir gimana sama anaknya.

Oh tidak, aku harus kuat agar Adek juga merasakan kekuatan juga dan akhirnya bisa tenang saat di sunat. Baiklah. Bismillah semoga Allah memudahkan Amin..

Tetap tenang dan tidak Panik

Awalnya, adek punya keberanian yang tidak kami kira, ia dengan santai menuju ruangan dokter dan langsung membaringkan diri di tempat tidur. Untuk sementara ia masih bisa diajak berkomunikasi dengan tenang bersama dokter. Sikap kritis dan selalu bertanya masih saja keluar dari mulut mungilnya. 

Hingga pada saat di bius, ternyata kekhawatiranku terjadi juga. Si Adek berteriak histeris hingga tidak bisa ditenangkan lagi. Aku tidak menyangka tenaga adek bisa sekuat itu. Ia selalu saja ia berhasil menggerakkan badannya meski sudah dipegang oleh suami dan satu orang perawat yang membantu dokter menyunat. 

Teriakan adek belakangan aku ketahui dari penjelasan dokter termasuk di luar kesadarannya. Dan itu mempengaruhi pola tidurnya dikemudian hari. Benar saja setelah di sunat, si Adek tidak bisa tidur nyenyak selama 3 hari. Setiap malam ia selalu mengigau dan mengeluh sakit namun dalam kondisi tidur. 

Sebagai orang tua kita harus tetap tenang dan terus berusaha menguatkan diri. Kalau dituruti pilu juga rasanya mendengar teriakan kesakitan dari anak. Tapi harus kuat dan tetap positif thingking bahwa Allah Maha Kuasa dan menyembuhkan.

artikel terkait : Kenali 9 Tipe Kecerdasan Anak

Lakukan Perawatan yang Tepat

Merawat anak setelah sunat mesti dilakukan dengan ilmu yang benar. Memang banyk sekali mitos dan fakta tentang sunat yang berkembang di lingkungan kita. Misalnya kalau di tempatku dahulu ada mitos tentang anak yang tidak diperbolehkan makan makanan berat, mesti makan sayuran saja. Ternyata hal itu tidak benar. Menurut dokter, ternyata anak lebih membutuhkan asupan protein yang tinggi saat masa penyembuhan sehabis sunat. Karena protein dapat meregenerasi sel-sel tubuh. Asupan sayuran memang penting untuk anak, terutama sayuran yang banyak mengandung vitamin, mineral, dan kalium. 

Tidak Segan Berkonsultasi dengan Dokter

Apabila anak mengalami masalah seperi pendarahan, pembengkakan dan kasus lain sehabis disunat, maka berkonsultasi dengan dokter adalah tindakan yang tepat. Seperti kasus Adek, Sehabis di sunat ada pembengkakan di sekitar tempat sunat. Dan ternyata setelah berkonsultasi dengan dokter, pembengkakan itu akibat obat bius dan bisa ditangani dengan antibiotik.

artikel lainnya : Tips Mengajari Anak Cepat Membaca

Aku sedikit lega, artinya tidak terlalu khawatir tentang masalah ini, setelah diberikan obat pereda nyeri dan antibiotik luka dan bengkak nya sudah mulai mengering. 

Kasus Adek mungkin berbeda dengan kasus anak lainnya. Ia lebih lama sembuhnya dikarenakan masalah  sebelum di sunat. Namun tidak perlu panik karena telah ditangani dengan baik oleh dokter.

Saat ini adek sudah bersekolah kembali, seskali masih terlihat ia kurang pede dengan lukanya. Namun aku juga tidak terlalumenghawatirkan ia juga akan terbiasa dengan sendirinya perubahan pada tubuhnya.

Semangat ya Dek!

29 comments

  1. Hai mba. Penting banget untuk tetap tenang sebagai orangtua ya, mba. Soalnya kalau orangtua panik eh anak makin panik. Dan paling utama juga perawatan setelah sunat ya :)

    ReplyDelete
  2. Semoga makin shalih ya bang, emaknya juga selamat ya anaknya udah mulai kian gede

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih ammah, semakin besar anak semakin banyak yang harus dipelajari

      Delete
  3. Semoga cepat kering setelah disunat dan bisa beraktifitas seperti biasa lagi ya Adek.

    ReplyDelete
  4. Wah adek hebat! Semoga cepat pulih ya, dek.

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. sudah sehat sekarang sudah sekolah lagi tante trimaksih

      Delete
  6. Dulu DSAku pernah bilang kalau sunat sebaiknya saat masih bayi banget atau saat usia anak dah paham, bisa diajak diskusi ttg sunat.
    Dulu anakku mau kusunat saat masih bayi,sayang situasi petumbuhannya bikin menmunda sunat dulu :(

    Tapi, emang kalau ada problem dan cara pengobatannya sunat ya emang lbh baik sih mbak. Semoga lekas pulih ya, keren sudah jadi jejaka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, karena ada masalah itu akhirnya terpaksa di sunat tante..

      Delete
  7. Kadang aku berpikir knp Allah gak kasih aku anak lelaki. Baca postingan gini aja aku mewek. Kasihan si adek. Apalagi klo punya anak laki? Aku gak setegar dirimu mbak. Tfs

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn semoga Allah mendengar doa mba yaa

      Delete
  8. Semoga lekas sehat, ya dek..
    Mbknyaa stayy strong 😍😍😍😍

    ReplyDelete
  9. Semoga lekas sehat ya, dek...
    Stay strong Mbak 😍😍😍

    ReplyDelete
  10. Saya juga ngadepin hal hal seperti itu. Jelang Fahmi mau sunat tapi belum siap semuanya...

    ReplyDelete
  11. Duh, aku ngilu kalau mbayangin anakku nanti sunat *emak cemen, hahaha.
    Semoga nanti pas datang waktunya aku nggak panik. Urusan nemenin biar bapaknya aja deh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emaknya ngilu banget, nangis dengerin teriakan anaknya

      Delete
  12. Semingggu yang lalu, ponakanku di sunat juga, emaknya riweuuh banget, stress berat. Aku deh yang ketiban nemenin di sunatnya, katanya aku mah tenang eaaa

    ReplyDelete
  13. Anakku yg pertama jg agak lama sembuhnya. Beda dg anak ke2, cpt bgt kering. Setiap anak memang beda2 sih ya. Tp mari syukuri saja krn smua sehat dan gk ada masalah serius. Hanya soal waktu

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah dilewatin juga akhirnya anak sunat ya mbak, emang benar sih intinya ortu jangan panik buar anaknya juga tenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah.. akhirnya terimaksih ya tantee

      Delete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.