Cara belajar Anak Visual-Spasial yang tepat melalui Rumah Juara

Belajar mandiri di rumah bukan datang dengan sendirinya, anak terbiasa belajar mandiri di rumah tentu dengan bimbingan dari orang tua dan kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan di rumah.



Ada 9 tipe kecerdasan anak yang memiliki karkateristik berbeda. Masing-masing tipe kecerdasan itu memiliki perbedaan baik dalam gaya belajar, maupun daya serap terhadap suatu materi dengan perlakuan tertentu. Nah, sebagai orang tua kita mesti memiliki gambaran tentang tipe kecerdasan apa yang dimiliki oleh ananda agar dapat mengarahkan mereka menemukan cara ternyaman untuk belajar.

Tipe-tipe kecerdasan itu antara lain: 


  1. Linguistik. Anak dengan tipe kecerdasan linguistik ditandai dengan menonjolnya kemampuan untuk menggunakan dan mnegolah kata secra efektif secara oral maupun secara tertulis
  2. Matematic Logis. Anak dengan tipe kecerdasan Matematic Logis ditandai dengan menonjolnya kemampuan penggunaan bilangan dan pemecahan masalah berdasarkan logika.
  3. Visual-spasial. Anak dengan tipe kecerdasan Visual-spasial ditandai dengan menonjolnya kemampuan untuk menangkap rangsang visual, mengenal bentuk benda secara tepat, serta mempunyai daya imajinasi tinggi.
  4. Naturalistik. Anak dengan tipe kecerdasan Naturalistik ditandai dengan menonjolnya ketertarikan untuk mempelajari flora dan fauna secara detail, menikmati alam serta menjaga tanaman dan binatang dengan baik.
  5. Kinestik jasmani. Kecerdasan ini ditandai dengan menonjolnya kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan.
  6. Musikal. Anak dengan tipe kecerdasan musikal ditandai dengan menonjolnya ketertarikan terhadap musik dan suara, termasukmemiliki kepekaan terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.
  7. Interpersonal. Anak dengan tipe kecerdasan interpersonal ditandai dengan menonjolnya kepekaan terhadap orang lain, terlihat membangun hubungan dengan semua orang. 
  8. Eksistensial. Anak dengan tipe kecerdasan eksistensial menyangkut kepekaan danpencarian alasan dari berbagai hal. Ia sangat kritis dan gemar bertanya
  9. Intrapersonal. Anak dengan tipe kecerdasan intrapersonal ditandai dengan menonjolnya kemampuan bertindak secara adaptif berdasar pada pengalaman diri. Anak tipe ini memiliki konsentrasi yang baik, suka bekerja sendiri dan cenderung pendiam. 

Awal tahun pelajaran saatnya memulai menyusun agenda harian bersama anak-anak. Kebetulan anak-anak sudah bersekolah jadi jadwalnya menyesuaikan dengan aktivitas mereka juga. Nah, ibu-ibu kan jagonya tuh ngatur-ngatur.

Punya anak tiga namun memiliki tipe kecerdasan yang berbeda itu sesuatu banget ya. Jadi, ibu mesti kreatif mencari cara agar Ananda tidak bosan ketika di minta mengulang pelajaran di sekolah. Nah, pengalamanku mencari cara yang paling tepat untuk anak yang memiliki tipe kecerdasan berbeda ini adalah suatu tantangan yang paling menarik.

Perbedaan Tipe Kecerdasan beda juga gaya belajarnya

Si Kakak, yang sudah duduk di kelas 6 MI (setara sekolah dasar) mengajaknya untuk belajar ketika di rumah tidak perlu membutuhkan usaha yang ekstra. Semenjak kelas 1 SD ia sudah mulai menyadari kebutuhan belajar untuk dirinya sendiri. Sehingga aku tidak begitu kesulitan apabila dia ada pekerjaan rumah  dari gurunya. Paling-paling aku hanya memeriksa hasil pekerjaan sekolahnya jika ada yang keliru tentang apa yang telah ia kerjakan.

Tipe belajar si Kakak  temasuk anak naturalistik. Ia belajar ketika mengamati sekelilingnya, ketika teman-teman dan gurunya belajar maka ia pun akan mengikuti apa yang diminta oleh guru dan apa yang dikerjakan oleh teman-temannya.

Namun hal demikian ternyata tidak pada gaya belajar si Abang, anak keduaku. Entah kenapa aku begitu kesulitan memintanya belajar dan disiplin dalam hal waktunya. Setiap kali di ajak belajar ia menolak dan lebih mengerjakan sesuatu yang ia sendiri tertarik. Ia tidak mau dipaksa ketika mempelajari suatu hal.


Mulanya aku sangat menghawatirkan kondisi nilai-nilai pada pelajarannya di sekolah apabila ia terus terusan tidak mau diajak belajar. Namun ternyata kekhawatiranku tidak terjadi, beberapa pelajaran bisa diikutinya dengan baik, bahkan di akhir semester lalu berhasil mendapat peringkat kedua.

Kalau aku amati. Gaya belajar kakak dan Abang memiliki perbedaan yang mencolok. Apalagi ketertarikan keduanya sangatlah berbeda. Suatu waktu aku melihat si Abang asyik dengan sebuah buku tentang software komputer, tentang kamus, globe, peta maupun informasi yang berkaitan dengan peralatan elektronik dan digital.

Ia begitu cepat menguasai program-program komputer dan smartphone meskipun tanpa diberitahu terebih dahulu. Atau ketika ia menceritakan letak detail suatu daerah di peta lengkap dengan derajat garis bujur dan garis lintangnya, dengan cepat ia bisa mengambarkan daerah yang dimaksud lengkap dengan kondisi wilayahnya, presidennya, masyarakat aslinya, posisinya pada peta dan berbagai ciri khas negara yang dimaksud.

Sama halnya ketika dia menggambarkan kemampuan office 2010 dibanding 2007, kemampuan smartphone yang satu dengan yang lainnya maupun perubahan bentuk dan teknologi sebuah perangkat elektronik dari sebelumnya dalam software peralatan elektronik ia juga bisa mengambarkan dengan baik perbedaan keduanya.

Dalam hal kemampuan berbahasa. Aku menemukan kekhasan yang ada pada dirinya. Dari kecil ia terbiasa bertanya dan berkomunikasi dengan lawan bicaranya ketika ia memerlukan suatu informasi dari tema pembicaraan. Ia pun tidak peduli dengan siapa lawan bicaranya, ketika ia mau bertanya maka ia pasti akan bertanya tanpa malu dan takut. 

Menemukan cara belajar masing-masing

Dari pengalaman tersebut saya menyadari bahwa memperlakukan keduanya harus juga berbeda. Si Abang memerlukan pendamping belajar berupa media pembelajaran interaktif yang mampu mengeksplorasi kemampuan visualnya, kemampuan imajinasinya maupun bahasanya.

Gaya belajar anak yang memiliki kecerdasan visual tentu tidak akan sama dengan anak yang memiliki kecerdasan naturalistik. Hal ini adalah tantangan ku. Si Abang seringkali menyerap seluruh informasi disekitarnya lalu segera mempraktekkan apa yang ia baca baik itu diulang-ulang dengan perkataannya maupun ia tulis ulang apa yang ada dalam imajinasinya.

Kejadian ini sering aku temukan dari bayaknya coretan tangan nya di kertas-kertas kosong. (Aku sengaja memfasilitasi mereka dengan kertas HVS kosong sebagai tempat mereka menulis apa yang menjadi imajinasinya). Dari kertas-kertas itu si Abang selalu menuangkan ide dan gagasannya tentang apa yang ia pelajari.

Belajar di Rumah Juara





Begitu tertariknya ia dengan peralatan elektronik, maka setiap perangkat digital selalu ia pelajari dengan otodidak. Seingatku aku tidak pernah mengajarkan tentang Software powerpoint sama ni anak, tapi ia sudah bisa membuat desain presentasi ala-ala si Abang.

Beruntung ada Rumah Juara. Sebagai ibu yang punya anak di era digital tentu memiliki tantangan tersendiri membimbing anak yang telah mengenal perangkat elektronik. Paling tidak kita tidak boleh tertinggal jauh ke belakang dibanding dengan anak-anak kita.

Jika kita biarkan mereka tumbuh dan besar di iklim digital tanpa arahan dan bimbingan dari orang tua, tentu tidak begitu sehat mengingat bahayanya perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet bisa saja menjadi ancaman bagi masa depan mereka.

Jadi, di Rumah Juara aku sedikit terbantu dengan berbagai fasilitas dan program yang ditawarkan di Rumah Juara. Setidaknya anak-anak akan menemukan tempat mereka belajar yang terkoneksi dengan baik dengan kurikulum di sekolah. Maksudnya apa yang mereka pelajari di perangkat digital tidak lah mengganggu pelajarannya di sekolah.

Rumah Juara itu adalah situs tempat belajar bagi siswa, orang tua dan guru. Sebagai orang tua ada materi dan pembelajaran interaktif yang dapat menjadi panduan membimbing anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau yang berkaitan dengan kurikulum di sekolah.





Sebagai siswa, di Rumah Juara menyediakan tempat khusus untuk menggunakan media pembelajaran interaktif setiap materi,  mengakses materi pelajaran, belajar tutorial, dan latihan soal. 

Sebagai guru, Rumah Juara menjadi tempat untuk berbagi ilmu pengetahuan, mengakses ebook panduan belajar dan metode pembalajaran yang terkini.

Untuk belajar di Rumah Juara simak nih caranya

1.       Silahkan kunjungi www.rumahjuara.com

2.    Klik daftar untuk Anda yang baru pertama kali berkunjung, jika sudah mendaftar berarti klik login.

3.       Untuk mendaftar, terlebih dahulu pastikan kita mendaftar sebagai siapa? Orang tua, siswa atau guru. Isi identitas diri berupa email, nomor hp dan kode voucher. Kode Voucher bisa di dapatkan di halaman beranda situs.

4.       Setelah sukses mendaftar selanjutnya akan ada pemberitahuan lewat email tentang aktivasi berupa username dan pasword.

5.       Kembali ke situs rumah juara dan lakukan login dengan username dan pasword yang telah dikirim lewat email.

6.       Silahkan lakukan aktivitas di situs rumah juara sesuai dengan keinginan Anda.





Bagi orang tua, di halaman situs tersedia panduan orang tua, dongeng sebelum tidur, hingga tips dan trik tentang parenting. Wah asyik dong, berhubung anakku ada tiga masing-masing memiliki ketertarikan yang berbeda.

Buat si Abang yang telah sekolah di kelas 4 SD, rumah juara sangat membantunya dalam mencari materi pelajaran yang terkait dengan tema-teman yang sedang ia pelajari di sekolah. Latihan soal dan berbagai media interaktif yang tersedia di sana. Sedangkan si Kakak yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah dasar juga menggunakan fasilitas latihan soal di bank soal yang ada di situs Rumah Juara. 

Nah, untuk menggunakan aplikasi di Rumah Juara yang penggunanya  semakin dipermudah dengan adanya aplikasi Rumah Juara. Kamu bisa  bisa langsung mendownload di Playstore. Jadi bisa mengajak anak untuk belajar kapanpun dan dimanapun



fitur media interaktif yang isinya materi pelajaran kelas 4 SD


Si adek yang senang sekali ketika dibacakan dongeng sebelum tidur memilih untuk dibacakan cerita-cerita dongeng sebelum tidur dan cerita-cerita tentang fabel yang ia senangi.

Nah, asyik banget kan Bunda, belajar di rumah juara? Anak-anak dapat belajar dengan baik sedangkan kita sebagai orang tua bisa mengawasi penggunaan gadget dan perangkat elektronik yang mereka gunakan.

Anak-anak adalah harta yang tidak tenilai harganya, mereka setiap saat mesti mendapatkan ilmu yang beragam dan dengan sumber yang baik pula oleh karena itu tetap mengawasi semua aktivitas mereka adalah jalan tempuh terbaik menjaga mereka dari racunnya teknologi digital yang membahayakan perekambangan kejiwaan dan intelegensia anak.


Yuk cobain situs rumah juara.

26 comments

  1. Wah asyik, anak-anak bisa belajar di Rumah Juara, pake app di gadget jadi makin praktis ya. Jadi kapanpun dan dimanapun, anak bisa belajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget jadi bisa terbantu meski megang gadget tapi gak ketinggalan pelajaran di sekolah

      Delete
  2. Rumah Juara menarik nih. Bisa buat yang homeschooling juga. Materinya mulai kelas berapa?

    ReplyDelete
  3. bener banget ini, dengan mengetahui kecerdasan si anak maka akan dengan mudah kita mengarahkan mereka ya mba

    ReplyDelete
  4. Orang tua sekarang enak y banyak yang ngajarin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namun fungsinya tetap harus ada sebagai pembimbing dan mengarahkan anak menemukan cara belajar yang nyman

      Delete
  5. Baru tahu tentang Rumah Juara..Lumayan bisa pegang gadget sambil belajar untuk anak saya, Mbak. Sekarang kelas 7 dan 3. Terima kasih infonya..:)

    ReplyDelete
  6. anakku kayaknya ke tipe kinestetik deh mba...wah jadi belajar banget ttg pola pendiikan anak dr karakter anak itu sendiri. apalagi sekarang ada rumah juara, lumayan ngebantu banget ya

    ReplyDelete
  7. Rumah Juara ini lebih ke anak sekolah dasar ya mbak kyknya?
    Kalau anak yg masih PAUD bisa jg gk ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada. Anakku yang kecil masih PAUD ada juga

      Delete
  8. Langsung klik Rumah Juara dpt com nih ;)

    ReplyDelete
  9. Infomasi yang menarik nih mba. Jadi penasaran ah pengen mencoba :)

    ReplyDelete
  10. Informasi yang bagus untuk para orangtua, karena masih banyak orang tua yang nggak paham tentang kecerdasan pada anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus nya ortu dapat informasi tentang kecerdasan anak sendiri

      Delete
  11. Wah inovasi baru ni membantu sekali kalau mau belajar dirumah bareng anak, biar gadget ga cuma dibuat bermain tapi juga belajar serius

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget gadget ya bisa membantu belajar

      Delete
  12. baru tahu kalau perbedaan tipe kecerdasan harus dibimbing dengan cara yang berbeda juga ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. agar optimal mereka menemukan cara belajarnya

      Delete
  13. Ngebantu orangtua bgd ya mak rumah juara ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener semoga konsisten gak banyak iklan hehe

      Delete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.