Konten [Tampil]
Berapa Minggu belakangan aku mulai tertarik dengan sebuah video di YouTube Chanel yang kebetulan lewat beranda kanal YouTube yang diputar di smart tv di rumah. Video keluarga sederhana yang membuatku mulai tertarik melihat lebih banyak lagi video-video lainnya di channel YouTube tersebut. Mulailah aku subscribe dan menjelajah video video lainnya. Wah ternyata semakin dilihat dan dikuti semakin menambah keingintahuanku dengan keluarga tersebut.
Channel YouTube ini bernama Lombok Japan Family. Yah, hanya Chanel YouTube keluarga yang bercerita tentang keseharian aktivitas mereka bersama -sama, jalan, makan, berkebun dan aktivitas ringan lainnya yang biasa dilakukan oleh keluarga lainnya. Namun yang membuat aku betah menontonnya adalah gaya pendidikan keluarga yang mereka perlihatkan seperti tidak dibuat dibuat, murni dari hasil interaksi intens yang dibangun atas dasar kasih sayang dan pendidikan yang baik.
Terlebih lagi latar belakangnya keluarga Meraka yang sangat jauh berbeda namun bisa menyatu dengan baik dan mendidik.
Parenting Keren Ala Keluarga Lombok Indonesia Family
Kelembutan bertutur
Kelebihan yang terlihat adalah setiap anggota keluarga memiliki kalimat bertutur yang sangat lembut, istilah nya soft spoken. Bagaimana interaksi antar bapak dan anak, ibu dan anak, adik dan kakak, mertua dan menantu maupun kalimat bertutur dengan orang tak dikenal sangat halus terdengar. Sang bapak atau dikenal dengan pak Tomo sebagai kepala keluarga sangat penting dalam membangun bentuk komunikasi yang bagus seperti ini.
Saling memberikan pujian
Beberapa hal kecil tak luput dari perhatian saya terhadap aktivitas di video-video yang saya tonton pada Chanel ini, mereka tak pernah sungkan menunjukkan interaksi yang sangat intens berupa pujian kepada keluarga lainnya pada setiap aktivitas, contoh saat melakukan aktivitas berkebun, sang kakek memuji menantunya dengan kalimat, "sungguh kamu telah bekerja keras, jangan sampai sakit ya!" Lalu di aktivitas yang lain pak Tamu mengucapkan, "wah, bapak sangat ulet, jangan sampai lelah!"
Ucapan yang sama juga sering terdengar sesama saudara lainnya baik antara Tomo dan Ayu sang adik, Ria dan Ayu mereka sangat sering melontarkan kalimat pujian satu sama lainnya. Inilah kesan baik yang membuat jalinan kekeluargaan keluarga ini sangat erat tanpa menghilangkan rasa hormat mereka terhadap yang lainnya.
Berterimakasih dan Meminta tolong
Setiap kegiatan apapun selalu terdengar kata terimakasih, serta minta tolong yang sangat intens, Meraka menjadi terbiasa mengerjakan sesuatu dengan menghargai orang yang ada di dekatnya baik itu antar anak dan orang tua maupun yang tua ke muda.
Berinisiatif dan Mempersilahkan orang lain
Dalam berbagai aktivitas sering terlihat setiap anggota keluarga seringkali berinisiatif tanpa disuruh dan mempersilahkan orang lain dengan sopan, hal ini tentu tidak tumbuh dengan sendirinya tindakan inisiatif adalah tindakan baik yang dilatih dari hari ke hari dan dicontohkan dengan baik oleh orang tuanya. Bagi anak tindakan mencontoh orang tua adalah bentuk dukungan si kecil bahwa perilaku tersebut membuat mereka nyaman dan ingin mengikutinya.
Keluarga ini memberi contoh yang baik ditengah gempuran gaya hidup individualis yang telah tertanam di Jepang. Orang jepang yang biasanya cuek meskipun tetangga dekat,bahkan dengan anggota keluarga. Namun keluarga jepang Indonesia seperti keluarga Pak Tamu ini berhasil memberikan pemandangan lain bahwa keluarga Indonesia bisa memberikan contoh baik kepada orang lain melalui kepedulian terhadap sesama anggota keluarga.
Aktivitas luar rumah yang Indah
Beberapa orang memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka dan tidak berinteraksi dengan dunia luar terutama orang lain namun di keluarga pak Tamu setiap anggota keluarga merasa nyaman saat beraktivitas di luar rumah. Seperti di beberapa video terlihat kebersamaan mereka saat kemping, memancing, mencari kerang, berkebun bahkan saat jalan jalan ke supermarket. Kebersamaan yang diperlihatkan sangat indah, tanpa menyembunyikan karakter masing-masing. Seperti Tomo si anak sulung yang bersikap bijaksana, peduli, Ayu yang bersifat ceria suka cerita, Ria yang pendiam namun peka dan Ami yang pengayom. Masing masing karakter anak menambah keunikan keluarga ini.
Zaman sekarang kehangatan sebuah keluarga sudah sangat jarang ditemui. Masing-masing anggota keluarga sudah sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri. Ruang tv yang biasanya ramai dengan celotehan dan tawa dari masing masing penghuni rumah berubah menjadi sunyi senyap karena tenggelam dalam dunia Maya yang semu lewat smartphone masing-masing. Canda tawa yang memenuhi ruang tv saat menonton komedi keluarga tergantikan dengan hiruk pikuk kolom komentar di media sosial yang jauh dari kata saling mengenal. Tatapan fisik, sentuhan, tegur sapa sudah sangat langka terjadi. Meja makan pun sepi tidak berpenghuni karena masing-masing penghuninya lebih nyaman makan sendiri-sendiri di kamarnya dengan aktivitas yang masing masing.
Keluarga Lombok Family ini membuka mata hati kita bahwa kebersamaan dan kehangatan keluarga masih dapat terjaga dengan baik jika orang tua menanamkan pendidikan dan adab yang baik kepada anak-anaknya. Saling menghargai lawan bicara, memberikan apresiasi hingga perhatian yang sekecil-kecil nya.




No comments
Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.