5 Cara Antisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) - Yurmawita's Blog 5 Cara Antisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) | Yurmawita's Blog
Sunday, September 4, 2016

5 Cara Antisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Minggu lalu sedih banget, suami didiagnosa mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala awalnya demam tinggi disertai muntah, menggigil serta persendian terasa ngilu. Kami langsung merujuk suami ke Rumah sakit terdekat untuk dilakukan tindakan. Oleh dokter IGD suami langsung diambil darah untuk dicek materi darah dan jenis penyakit yang menyerangnya. Setelah masa observasi selesai dokter memindahkan ke ruang perawatan. Sebenarnya pada hari pertama hasil laboratorium belum menunjukkan tanda-tanda penyakit tertentu. Cek malaria hasilnya negatif. Trombosit normal. Namun leukositnya tidak berada pada ambang batas normal ada peningkatan leukosit dalam darahnya.
Nyamuk Aedes Aegypti

Hari pertama
Untuk sementara dokter menyimpulkan ada infeksi dalam tubuh Kak Beny. Oleh dokter suami diberi obat penurun panas tubuh, penghilang nyeri yang diberikan lewat injeksi. Seharian suami tidak bisa tidur, gelisah sekali. Sesekali dia berteriak minta tolong karena kepanasan dan tidak bisa tidur nyenyak. 

Beberapa kali saya meminta perawat jaga untuk memberikan obat penghilang nyeri. Namun perawat punya pertimbangan lain bahwa obat nyeri sudah mereka berikan dengan dosis yang paling tinggi. Mereka lalu menganjurkan untuk dikompres menggunakan air hangat dan diberikan minum air putih yang banyak. 

Akibat minum air putih yang banyak efeknya suami sering sekali ke kamar mandi. Kalau dihitung-hitung ada sekitar 5-6 kali dalam 1 jam. Namun anehnya suhu badan suami tidak pernah turun-turun. Sesekali memang dia berkeringat namun keringatnya tidak menyebabkan badannya dingin atau tenang. 

Hari ke-2 
Hasil laboratorium di hari kedua menunjukkan ada indikasi types karena kadar leukosit yang teramat tinggi. Oleh dokter diminta cek widal kembali kemungkinan ada penyakit types mengingat riwayat suami yang pernah menderita types. Terapi yang dilakukan adalah dengan membrikan obat types, obat demam serta antibiotik. 

Hari ke-3
Dihari ketiga suhu badan suami kembali meningkat. Belum ada tanda-tanda mengalami penurunan. Hasil laboratorium hari itu membuatku syok. Ternyata trombosit dalam darah suami turun drastis dari 117.000 menurun ke angka 31.000. Normalnya trombosit dalam darah seseorang yang sehat adalah sekitar 150.000-400.000/mm. Oleh dokter langsung didiagnosa terinfeksi Demam Berdarah Dengue(DBD). Karena sudah positif mengalami DBD dokter langsung mengambil tindakan cepat yaitu Kocor Infus. Cairan infus diberikan kepada pasien dengan cara dikocor. Tetes infus diberikan dalam kondisi yang sangat cepat untuk mengganti cairan tubuh yang kian menurun. Dokter juga melakukan tes Torniquet yang memunculkan bintik-bintik merah di lengannya. Terapi yang dilakukan antara lain cairan infus yang berbentuk kantong segiempat. Kata perawatnya cairan infus itu untuk mempercepat penyembuhan penderita demam berdarah.

Hari ke-4
Di hari keempat suhu badan suami sudah menurun. Beberapa obat yang diberikan oleh dokter telah dimakan dengan teratur begitu juga dengan terapi suntikan sudah sering diberikan baik melalui cairan infus maupun oral. Hasil cek darah menunjukkan sudah ada peningkatan trombosit di angka 81.000/mm meskipun masih jauh dibawah ambang normal. Terapi air putih masih terus diberikan. Setidaknya dalam sehari suami diminta menghabiskan air minum sebanyak 6 botol air mineral ukuran 1,5 liter. Untunglah suami tidak bandel dalam urusan minum air putih karena memang pas sehatpun ia hobi meminum air putih.

Hari ke-5
Hasil laboratorium menunjukkan trombosit dalam darah suami sudah membaik, diangka 115.00/mm. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik nafsu makan juga sudah pulih seperti semula. Dokter memperbolehkan suami untuk rawat jalan dan meminum obat oral. Namun dokter mneganjurkan untuk tetap terapi air putih serta memperbanyak makanan bergizi.

Dalam situasi seperti ini aku bersyukur sekali masa-masa kritis sudah dilewati, meskipun begitu setidaknya ada beberapa tips dariku dalam merawat keluarga yang terkena Demam Berdarah Dague antara lain:

Memberikan rasa Aman dan Nyaman

Tubuh yang sedang demam sangatlah tidak nyaman. Mau diselimuti tapi dia kepanasan, tidak diselimuti namun tubuh menggigil. Carilah tempat istirahat yang nyaman untuknya. Jika anak-anak yang merasa nyaman di gendong maka berkorbanlah ketika anak demam untuk menggendongnya. Apabila penderita demam adalah dewasa misalnya suami maka berikan tempat istirahat yang nyaman. Kenakan pakaian yang berbahan katun, tidak tebal, Apabila penderita tidak menggigil boleh dikompres menggunakan air biasa, jangan gunakan air es karena penderita akan menggigil terkena air es. Sebaiknya gunakan air hangat dengan suhu tubuh. Jangan kompres apabila penderita sedang dalam keadaan demam menggigil karena menyebabkan semakin mengigil.

Minum air Putih 

Ajaklah ia meminum air putih sebanyak-banyaknya. Air putih berfungsi untuk menyeimbangkan fungsi cairan dalam tubuh. Penderita akan merasakan keinginan buang air kecil. Dengan begitu panas tubuh akan turun bersama keluarnya cairan kemih penderita. selain itu penderita yang banyak meminum air putih akan berkeringat, akibatnya demam menjadi berkurang kareena panas keluar bersama keringat penderita.

Memberikan obat Penurun Panas

Apabila si anak atau keluarga masih demam maka laternatif terakhir adalah memberikan obat penurun panas sesuai dengan dosis yang tertera pada setiap kemasan. Pemberian obat penurun panas bukan berarti menghilangkan penyakit yang diderita karena sifatnya hanya sementara. Apabila tubuh terinfeksi suatu penyakit tertentu maka besar kemungkinan panas dan demam akan kembali berulang, oleh karena itu apabila demam masih berlanjut setelah diberikan obat demam maka sebaiknya segera bawa anggota keluarga yang demam konsultasi dengan dokter untuk menindaklanjuti kemungkinan terjangkitnya penyakit tertentu dalam tubuh. Biasanya dokter akan tetap memberikan obat demam kepada penderita kalau belum bisa mendiagnosa penyakitnya. Pada anak-anak gunakan obat penurun panas yang sesuai dosis untuk anak.

Konsultasi ke Dokter

Menurut dokter, demam bukanlah merupakan penyakit namun merupakan indikasi dari penyakit tertentu dalam tubuh. Demam akan berlangsung beberapa hari tergantung tingkat berat atau ringannya penyakit yang diderita. Bisa saja dalam beberapa hari atau berulang-ulang seperti dalam kasus demam berdarah. Memberikan pengobatan terbaik adalah dengan cara konsultasi kepada dokter yang betul-betul menanyakan penyebab demam serta penyebabnya. Jangan buru-buru memberikan terapi obat tertentu apabila gejala tidak pas. Dokter tentu akan menanyakan sedetail mungkin apa-apa saja yang ikut menjadi gelaja dan penyebab demam, sebagai orang terdekatnya kita hendaknya ikut membantu menjelaskan kepada doketer tentang gejala apa-apa saja yang timbul ketika penderita demam.

Menjaga Lingkungan sekitar Penderita

Demam yang merupakan indikasi penyakit tertentu apalagi berbahaya dan menular sebaiknya dilokalisasi dan dijauhkan dari anggota keluarga yang sehat. Jangan sampai keluarga lain juga ikut menderita penyakit yang sama akibat tertular. Hindari pemakaian barang-barang secara bersamaan dengan anggota keluarga lainnya misalnya peralatan makan, pakaian, handuk, dll. Usahakan barang-barang yang telah dipakai penderita segera dibersihkan menggunakan sabun hingga bersih. Cuci bersih menggunakan air mengalir. Pisahkan tempat tidur penderita dengan anak-anak.

10 comments:

  1. Agak serem y mba soalnya ga bisa dianggap remeh anak tmn kantor ada yang meninggal krn DBD :(
    Jadi mesti jaga2 supaya ga kena

    ReplyDelete
    Replies
    1. Innalillahiwainnailaihi, iya mba herva, aku khawatir banget kl ada anggota keluarga ada yg sakit, pikiran udah macam macam

      Delete
  2. Replies
    1. Iya, pas hari yang sama ada pasien DBD yang meninggal sedih banget, cemas juga

      Delete
  3. Sdng musim memang Mbak, ibunya Yemen Ku juga ada yg masuk RS gara-gara nyamuk

    ReplyDelete
  4. Jadi teringat masa-masa terkena DBD bulan April yang lalu... demam dan pusingnya memang terasa tidak biasa dengan demam flu. Menderita deh :D

    ReplyDelete
  5. Biasanya kalau ada lingungan rumah udah kena DBD, jadi perbanyak fogging ya mba
    Makasih tipsnya ya mba

    ReplyDelete
  6. Hmmm emang lagi musim hujan jadi harus hati hati.
    Alhamdulillah kalau suaminya sudah sembuh, kemarin pak ridwan kamil juga lagi kena dbd :')

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.