Ketika Lebaran Tidak Bersama Orang Tua - Yurmawita's Blog Ketika Lebaran Tidak Bersama Orang Tua | Yurmawita's Blog
Saturday, July 30, 2016

Ketika Lebaran Tidak Bersama Orang Tua

Sungkeman  suami ke emak
Tahun ini adalah lebaran yang paling lengkap di keluarga kami. Semua saudara-saudara suamiku kumpul. Ditambah dengan kehadiran keluarga baru yaitu Putri kecil dari saudara tertua suami yang baru saja lahir menjelang H-6 IdulFitri menambah deretan kisah bahagia keluarga kami khususnya emak. Paling tidak sudah 5 tahun ini ia memendam kerinduan yang tak terkatakan terhadap anak-anaknya yang tinggal di luar daerah. Lebaran sebelumnya ia hanya bisa menahan diri untuk ikut serta salah satu anak-anaknya karena anak yang lain berlebaran di kampung mertua mereka.


Ya, kami  memulai perjalanan mudik di kotaku sehari setelah menanti kedatangan adik bungsu suami tiba dari Pulau Jawa. Sudah 5 tahun ia tidak pulang. Jika 5  tahun lalu kami melepasnya pergi berdua bersama suaminya, maka kali ini kami menanti kedatangan keluarga kecil mereka yang lengkap dengan kehadiran Putri kecilnya Nayya yang berusia 4 tahun.

Setelah melepas kangen dan beristirahat sehari di kotaku, kami lanjutkan Perjalanan ke kampung halaman saudara suami tidak memakan waktu yang lama, hanya 4 jam saja. Namun tetap saja membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.

H-1 lebaran kami pamit kepada ayahku, lebaran kali ini kami tidak bersamanya. Aku berharap ia bisa memaklumi keputusanku untuk berlebaran di kampung halaman suami. Sebenarnya jauh di lubuk hati sedih sekali meninggalkan ayah seorang diri di lebaran kali ini. Ia menyendiri karena adikku beserta anak istri yang biasa menemaninya sehari-hari sudah mudik ke kampung halaman istrinya. Sedangkan aku juga akan mudik ke kampung halaman suami. Tapi harus bagaimana lagi? Namanya kita sudah berkeluarga, memang harus mengalah. Ayah terlihat tegar dengan keputusan kami. Ia telah terbiasa sendiri.

Satu satunya harapanku adalah ayah berada di desa dekat dengan famili, saudara-saudara ayah ponakan atau sepupunya jadi barangkali bisa terhibur meski tanpa kehadiran kami anak cucunya.

Tips dariku Ketika Lebaran Tidak bersama Orang Tua (Kandung) atau berlebaran di kampung halaman suami maka harus menyiapkan :

Pamit secara khusus

Sebaiknya sebelum memutuskan untuk berlebaran tidak bersama orang tua kita, jauh-jauh hari mestilah mengabarkan orang tua kita. Apabila jarak tempat tinggalnya dekat berpamitlah dihadapannya. Yakinkan ia bahwa kita memutuskan yang terbaik untuk semua pihak. 

Persiapkan keperluan lebarannya

Sebelum berangkat persiapkanlah segala hal keperluan lebaran orang tua. Mulai dari pakaian yang hendak ia kenakan ketika berhati raya, kue mengueh hingga makanan di hari raya. Sehingga orang tua akan memahami bahwa ia tidak sertamerta ditinggalkan begitu saja tanpa ada perhatian dari kita.

Menitipkan kepada tetangga atau orang terdekat

Menjelang keberangkatan kita, baiknya pamit kepada tetangga serta berbasa basi istilahnya dengan menitipkan orang tua kita adalah tindakan yang tepat. Karena ia akan merasa tidak diabaikan. Apabila saudara atau famili ada yang dekat maka perlu juga menitipkan kepada mereka serta menjelaskan alasan keputusan yang kita ambil.

Sesering mungkin menelponnya

Orang tua yang ditinggal oleh anaknya berlebaran di rumah mertua biasanya akan mengalami kesedihan yang mendalam, nah menyiasatinya bisa saja dengan melakukan kontak melalui handpone sesering mungkin. Ia akan merasakan perhatian kita kepadanya tidak berkurang meski kita tidak berada di dekatnya. Menelponnya ketika sampai tujuan, usai solat Id maupun ketika acara makan ketupat bersama diselingi dengan celotehan cucunya mungkin akan menjadi penghibur hati mereka. 

Segera menemuinya ketika kepulangan kita

Setelah kepulangan kita dari kampung halaman mertua maka segeralah menjenguknya. syukur-syukur kita bisa membawakan buah tangan untuknya. Kehadiran kita segera setelah mudik akan menjadi kebahagiaan mereka. Apalagi ada oleh-oleh dari besan istilahnya, kesedihan mereka akan segera terobati dengan kehadiran kita. 

Setelah selesai acara pamit-pamitan kami melanjutkan perjalanan mudik ke kampung halaman suami. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk tiba di kampung halaman suami tepatnya di rumah kakak tertua suami. 

Di hari lebaran usai solat Idul Fitri kami lanjutkan dengan sungkeman secara bergiliran. Dimulai dari kakak tertua suami sungkem kepada emak dilanjutkan dengan suami, anak-anak dan cucu-cucunya
 

Berdesakan di mobil kecil hehe..seharusnya muatannya cuma 4 orang diisi 10 orang haha..


Sungkeman ke kakak tertua suami

Wifie sebelum solat id 

Ketupat sayur serta rendang yang menggugah selera..hmmm yummy

Ziarah ke makam almarhum papa


Seseruan naik trail, karena jalan ke kampung emak jalannya masih banyak berlubang 

Perayaan ultah Adek Ghaisan dan De Nayya berbarengan 

Rasa bahagia tidak terkira karena lebaran tahun ini kami kedatangan putri kecil dari Kakak ipar. H-6 lebaran ia hadir ketika suasana Ramadan melalui operasi caesar. Nah, kami akhirnya sempat merasakan makan sahur di rumah sakit. 

Seseruan makan sahur di rumah sakit 

Keluarga baru yang dinanti akhirnya datang juga selamat datang di cantik Zizi


Di tengah keseruan berlebaran di rumah emak, kami mengalami insiden matinya keran air, pada saat beralih menggunakan air sumur ternyata mesinnya rusak, akhirnya kami memutuskan menggunakan air yang ada di bak sebuah musolah kecil tak jauh dari rumah. Namun karena jumlah kami banyak akhirnya air bak di musollah juga tak mencukupi kebutuhan kami sekeluarga. 

Akhirnya kita sempat 2 hari menahan diri untuk tidak mandi. Alternatif terakhir adalah kita mencari air ke persawahan yang letaknya cukup jauh sekitar 15 kilo. Yah, daripada tidak mandi sama sekali perjalanan menuju sungai di area persawahan ditempuh juga. 

Mandi di sawah..airnya jernih, dingin  banget seruu..

Itulah cerita lebaranku, Semoga kita bertemu lagi dengan lebaran tahun depan. 

Oya, bagi kalian yang tinggal di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya, akan ada even seru dari Diaryhijaber yaitu Hari Hijab yaitu:

Nama Acara : Hari Hijaber Nasional
tanggal          : 07-08 Agustus 2016
Tempat          : Mesjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat


Selamat Hari Hijaber Nasional

32 comments:

  1. Mobil berempta disii 10 orang? PAstis eru. Aku pernah tuh mba harusnya buat 8, malah diisi belasan orang. Sesak2an tapi seru :))

    ReplyDelete
  2. Mandi di sawah kayaknya paling seruuuy deh mba.haha.pasti berkesan bgt buat anak2 ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru asli banget..airnya sejuuk..rasa ga mau pulang hehe..

      Delete
  3. Duh senangnya yang bisa mudik, meski ke kampung halaman suami ya. Seru deh .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru..momen yang jarang banget bisa ngumpul bareng.

      Delete
  4. serunya..apalagi ngeliat tawa dimobil..jadi ikut ngerasain bahagianya..

    ReplyDelete
  5. sepertinya mandi disawah cerita yang paling seru ya mba XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..seru banget, airnya jernih, sejuk dan adem banget

      Delete
  6. naik trail bisa bikin suasana jadi tambah mesra ya mbak hihi.. seru banget lebarannya :-)

    ReplyDelete
  7. kalo uda bicara ortu, rasanya terharu aja ya mb wita, sebisa mungkin kalo aku adil hihi
    ke tempat mertua ama ortu sendirinya sama porsi ngumpulnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada pergulatan hati ketika itu, antara memutuskan berlebaran di rumah ayah atau mertua haha..tp kita putuskan yg terbaik

      Delete
  8. namanya berkeluarga harus mau berbagi ya mak, harus sama2 berbaur di kedua belah pihak. Tipsnya bijak banget mak, patut diresapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, harus sama sama berbaur dan saling menghargai, yang penting komunikasi yang nyaman

      Delete
  9. itu sawah mana airnya jernih banget mbak, ya Allah pingin ke tempat itu, btw sebisa mungkin lebaran bisa bersama ortu, rasanya sedih kalau tidak ketemu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawah di kemumu mba, tepatnya Kota Argamakmur Bengkulu Utara.iya maunya sih sama ortu tp harus giliran ya mba

      Delete
  10. Aduh, aku sedih banget deh kalau udah sampai pada bagian pergi ninggalin orang tua mbak. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..sedih banget, tapi harus berbesar hati. Insyaallah yang terbaik keoutusannya

      Delete
  11. Kalo udah pny suami memang harus berbagi waktunya dg orangtua ya mba. Sy juga pas awal nikah rasanya sedih bgt gabisa lebaran sm keluarga sndri tp lama2 jd terbiasa dan gantian lebarannya. Thn ini di leluarga suami thn dpn di kwluarga saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget mba, supaya kita sama sama nyaman ya mba..

      Delete
  12. Duh seru sekali ya mbak lebarannya kalau saya mah tidak komplit nih mbak keluarganya jadi kurang seru, oh iya mbak ini contak sayanya 081 313 056 955 / 085 323 239 418 atau PIN BB 299352E8 silakan pilih mau pin atau no hp terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru banget. Mudah mudahan tahun depan komplit deh

      Delete
  13. saya lebaran bisa ketemu keluarga besar malah ketika lebaran telah usai.
    ikut suami ke tanah orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting ketemu ya, tapi sedihnya pas malam takbiran nya

      Delete
  14. waah seru banget ya mbaa lebarannyaa meskipun ga sama orangtua ..tetep sama2 "orang tua" juga yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, orang tua kita juga. Ayah yang sedih hehe

      Delete
  15. Wah...seru banget lebarannya, mbak. Bir berdesak-desakan di mobil tapi kali bareng-bareng rasanya nikmat banget. Lebaran kemarin saya juga gitu. Apalagi yang pas main air di saluran sawah. :)

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.