Wisata Alam (Keren) ke Sumatera Barat

Liburan kali ini sebenarnya tidak berencana mau keluar kota, persediaan dana yang pas pasan hingga waktu yang singkat kalau mengikuti jadwal suamiku. Waktu libur cuma 4 hari kiranya masih terlalu singkat kalau mau liburan ke lokasi yang jauh.


Setelah mempertimbangkan masalah waktu serta dana akhirnya kami sepakat untuk traveling yang dekat dekat ajah, oke.. Akhirnya sepakat di West Sumatera.

Nah, karena banyak sekali temapt-tempat menarik di Minangkabau maka postingan kali ini kita ke Kota Padang, ada lagi Wisata ke Bukittinggi, Wisata ke Batusangkar, Wisata ke Sawahlunto. Terimakasih  sebelumnya ya, sudah mengikuti perjalanan kami.

  @@@


Berangkat dari Bengkulu sengaja menjelang maghrib dengan niat besok pagi pagi bisa menikmati landscape negri urang awak. Ternyata prediksi suamiku benar, ketika terbit mentari hawa minang sudah menyeruak di perjalanan. Aroma nasi padang seakan akan menjadi sajian ternikmat manakala kanan kiri jalan sepanjang Painan disuguhkan pemandangan persawahan dikaki bukit hijau. Indah memanjakan mata.

Selang seling dengan landscape persawahan mata kita dimanjakan oleh pemandangan yang tak kalah indah yaitu pantai.  Landscape pantai menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena tofografi wilayah bagian selatan hingga barat Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga pantai merupakan bagian dominan dari provinsi provinsi yang berada di pinggir Pulau Sumatera.

Pantai Carocok

Pukul 8.00 wib kami beristirahat di Pantai Painan nan elok yang dikenal dengan Carocok Painan. Hangat nya mentari, sejuknya udara pantai serta merta membuat kami segera menengelamkan diri bersama pengunjung pantai yang datang dari berbagai kota. Hal itu dapat terlihat dari plat kendaraan pengunjung yang beragam, Ada BA, BD, B, BM, BH dll

Pantai Carocok 

Ada sedikitnya 5 pulau berada di tengah tengah lautan yang dapat diakses dari Carocok Painan.

Berbagai cara tempuh pengunjung untuk dapat menikmati keindahan pulau pulau kecil tersebut.  Sebut saja Speedboat, kapal kapal kecil, hingga banana boat. Ada dua pulau yang bahkan sudah bisa diakses dengan jembatan penghubung sehingga pengunjung bisa berjalan kaki menikmati pulau pulau kecil itu.
Pengunjung selalu ramai mengabadikan foto-foto di depan Plang merek Carocok Painan

Jika Anda kepanasan tidak perlu khawatir, disekitar pantai banyak penjual topi lebar dan kaca mata hitam untuk melindungi kulit Anda, baru baju yang menjadi ikon pantai Carocok maupun Minang. Masalah harga tidak perlu khawatir kantong jebol, masih terjangkau kok. Jika pandai menawar Anda bisa mendapatkan barang dengan harga miring.

Bukit langkisau

View Pantai di atas Bukit Langkisau

Puas dengan pemandangan di bibir pantai, kami mencoba menjajaki tantangan lainnya yakni Bukit Langkisau. Nah, disini kita harus mendaki kurang lebih 800 meter, awas hati hati jika Anda mengalami masalah dengan ketinggian soalnya bukit ini menawarkan view dari ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut. Benar Benar memacu adrenaline deh... Kamu harus benar benar meyakinkan diri tidak gamang ya... View yang ditawarkan oleh bukit ini benar benar membuat saya terkagum kagum, anugerah luar biasa dari Allah swt di bumi Indonesia tercinta. Kanan kiri view adalah bibir pantai nan indah dihiasi perahu nelayan.


Plang merek Pantai Carocok yang besarnya kurang lebih 1 x 1 meter saja terlihat hanya seukuran jempol tangan jika dilihat dari Bukit Langkisau. Perahu nelayan terlihat seperti titik titik yang bergerak di tengah tengah lautan. Aktivitas pengunjung pantai seperti butiran pasir, sungguh sebuah landscape yang tiada tertandingi. 

Jika anda mempunyai jiwa petualangan jangan lewatkan menikmati indahnya pantai dari udara dengan para penjelajah paralayang.  Beberapa resort yang ditawarkan pemiliknya untuk disewakan kepada pengunjung menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmati malam di puncak bukit Langkisau.

Karena saya sudah gemeteran akibat berada di ketinggian akhirnya kami memutuskan untuk turun, paling tidak rasa penasaran sudah terbayarkan. Rasa yang sama Ternyata juga dialami oleh suami.   Pusing akibat ketinggian hehe...


Pelabuhan Teluk Bayur

Perjalanan selanjutnya masih melewati kaki bukit dengan view bibir pantai nan indah. Aktivitas yang cukup padat mulai terasa, beberapa truk minyak terlihat hilir mudik  menuju bibir pantai, rupanya tak jauh dari sana ada pelabuhan yang fenomenal yaitu Teluk Bayur.  Sejarah bercerita tentang peranan pelabuhan ini yang begitu besar sebagai penggerak perekonomian wilayah barat Sumatera.

Sekitar 1 jam perjalanan mata disuguhkan kembali dengan berbagai landscape cantik di bawah perbukitan mula mula terlihat seperti danau yang langsung berada di kaki bukit namun setelah mendekat ternyata bukan danau melainkan semacam teluk yang berbatasan langsung dengan laut Luas. Beberapa perahu nelayan sedang bersandar di pinggir nya.

Belum puas dengan landscape pantai mata kembali dimanjakan dengan landscape persawahan membentang bak permadani, warna hijau serta aroma khas daun padi yang masih menghijau menyeruak ditengah perjalanan.  Ciri khas persawahan di negeri minang ini yakni langsung berada di kaki bukit bukit kapur.

Sepanjang perjalanan di daerah Painan siap siap menggelitik hidung Anda, kanan kiri jalan banyak penjual durian.  Durian Painan sangat terkenal dengan kelezatan rasanya cocok sekali bagi Anda yang memang maniak buah khas negeri kita. Wajar jika Painan penghasil buah durian sebab kanan kiri sepanjang perbukitan pohon pohon durian menjadi tumbuhan yang dominan disamping rambutan dan manggis.

Pukul 10. 00 kami mulai memasuki Kota Padang, suasana Kota dengan segala hiruk pikuk nya semakin menyemangati perjalanan kami, kemacetan menyambut kami, antrian menuju pusat kota didominasi oleh truk truk besar pengangkut bahan pangan maupun untuk kebutuhan bongkar muat menuju pelabuhan Teluk Bayur. 

Untunglah tidak terlalu lama kemacetan pun bisa teruarai. Perbaikan jalan By Pass adalah penyebab dari kemacetan ini. Kota Padang ternyata kota besar, untunglah ada bantuan dari Google Maps yang selalu setia memandu perjalanan kami. Namun kadang juga harus jeli melihat maksud dari si mbah Google map.  Kalau tidak bisa salah belok haha.. Ini beberapa kali kejadiannya kita udah nyetel google map terus Directions view, nanti Akan keluar tanda biru sampai ke tujuan yang dimaksud, nah kita tinggal mengikuti arah panah dari Google map tersebut. 

Namun ketika tiba di persimpangan logika ku sering bersebrangan dengan arah panah tersebut pas udah belok eh, taunya berlawanan arah.  Jadi harus putar balik lagi. Ternyata kejadian begini membuat kita kehilangan banyak waktu di  jalan. 

Ada strategi yang bisa Anda pilih jika bepergian ke tempat baru seperti kejadian yang kami alami yaitu mencari papan penunjuk jalan resmi yang biasanya berwarna hijau di sepanjang jalan.  Biasanya ketika mendekati persimpangan. 

Nah, berdasarkan petunjuk jalan dari Google maps serta penujuk jalan maka kita bisa yakin tempat yang kita tuju tidak salah. 

Pantai Air Manis 

Pantai ini letaknya di Kota padang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Ada cerita sejarah yang terkenal di negeri kita tentang pantai ini yaitu legenda si anak durhaka Malin kundang. 

Jembatan Siti Nurbaya 

View dari bawah jembatan Siti Nurbaya

Masih di dalam kota Padang terdapat sebuah tempat yang menjadi arena kongkow kongkow remaja kota ini yaitu Jembatan Siti Nurbaya, dari sini Anda akan disuguhkan pemandangan kapal kapal nelayan yang sedang beristirahat. Pengunjung dapat menikmati beberapa panganan ringan di seputaran jembatan ada jagung bakar, bakso, Mie ayam, dan. Jembatan Siti Nurbaya merupakan akses masuknya pengunjung ke makam Siti Nurbaya. Sayangnya kami melewati jembatan ini ketika malam tiba, jadi tidak bisa merekam seluruhnya aktifitas pengunjung di seputaran jembatan. Sepanjang jembatan dipasang lampu-lampu bola yang begitu indah ketika malam tiba. Lampu-lampu tersebut seperti bola yang bercahaya di langit Padang. Banyak sekali muda-mudi bercengkrama di atas jembatan, tak perlu khawatir perjalanan Anda terganggu karena pejalan kaki sudah mempunyai jalur khusus di sisi kanan kiri jembatan sehingga tidak mengganggu kendaraan yang lewat. 

macet diatas jembatan Siti Nurbaya

Puas menikmati alam Minangkabau kami melanjutkan perjalanan dengan berkeliling-keliling kota. Beberapa pusat perbelajaan menjadi pusat-pusat keramaian masyarakat di sini. Jika Anda penggemar wisata belanja berbagai pilihan tempat belanja siap menyambut Anda. Karena saya sendiri tidak hobi belanja serta mata sudah mengantuk karena kelelahan akhirnya kami beristirahat di penginapan.

Jangan khawatir tentang dimana Anda akan menginap, karena di sini banyak sekali hotel dengan berbagai kelas yang ditawarkan siap menyambut Anda. Kebetulan kami datang pas hari liburan memang penginapan gampang-gampang susah, kebanyakan penuh namun tidak perlu khawatir jika Anda giat mencari pasti akan ketemu juga. hehe.. pengalaman kami sih, mencari penginapan memang perlu kesabaran selain sabar mencari dengan bantuan mbah google, terus sabar juga menemukan harga yang cocok dengan kantong.

Oke, saatnya beristirahat, besok kita lanjut lagi ya...

Kita lanjut perjalanan wisata Sumatera Barat kali ini menuju Bukittinggi. 

Sepanjang masa kuberikan hadiah untukmu Ibu...

Setiap kali sisir usang menyentuh kepalanya kali Itu pula butiran hangat tak mampu ku bendung. Mengalir bak tetesan hujan. Perih memang melihatnya meringis   menahan sakit, bertaburan belasan helai rambut yang memang tak  lebat lagi.  Seketika ia memunguti rambutnya yang sudah tak tahan lagi berdiam di  kepalanya.

Masa masa Itu adalah saat terberat dalam hidup nya, ia harus berjuang melawan penyakitnya yang tak ringan. Bisa melihatnya menghabiskan setengah centong nasi saja adalah kebahagiaan bagi ku.  Senyum sudah sedemikian jauh menghiasi bibirnya lantaran rasa sakit bukan kepalang.
Tak ada lagi gurauan, tepuk riuh dari Tangannya, atau becandaan yang mengharu biru telah tergantikan dengan rintihan sakit yang memilukan. 

Ibu.. Masa itu sudah terlewati olehmu, tak ada lagi rasa sakit sudah tergantikan dengan istirahat yang panjang, penderitaanmu sudah terbayar dengan keikhlasan mu, dan Allah swt sudah mengabulkan keinginanmu untuk mengangkat semua sakit dari tubuh ringkihmu. 

Hadiah terindah untukmu selalu kuberikan tidak hanya di hari special seperti kebanyakan orang orang di luar sana,  namun lebih dari Itu, aku telah mempersiapkan hadiah terindah untukmu yang tidak bisa diukur dengan apa pun.

Hadiah yang paling istimewa untukmu, ibu... Sepanjang masa, tak terbatas oleh momen, tak terbatas oleh waktu, tak terbatas oleh ceremony.

Setiap saat, setiap waktu dalam bisikku dengan Tuhanku agar menyampaikan hadiah dariku Untukmu, Ibu...
Alfatihah...
Amin ya Allah... Lapangkanlah kuburnya, tempatkan ia di tempat yang layak, kumpulkanlah kami di syurgamu Amin...

mengisi liburan (bagian 1)

Sebetulnya mengisi liburan nih temanya, berhubung impian  jalan ke luar kota gatot alias gagal total jadi ya di rumah aja. Ditemani si penunjuk ide, tante you tube, mulailah petualangan mencari ide untuk mengisi liburan. Ñah, ketemulah ide untuk membuat bunga dari barang barang yang gampang didapat. Yakni membuat bunga dari asoi atau kantong kresek. Kebetulan di rumah banyak simpanan kantong kresek karena kalau abis belanja ke warung suka ga tegaan membuang kantong belanjanya, kan masih bagus.

Ini nih bahan bahannya:
Kantong kresek 2 buah (sesuaikan dengan warna kesukaanmu)
Lidi (bisa diganti dengan kawat bunga atau tusuk sate)
Kertas
Benang (aku pake nilon soalnya stok dirumah banyak.)
Gunting

Gampangkan bahan bahannya. Itu semua pasti ada di rumah kita. Ñah, cara membuatnya

Cara membuat,
Gunting kantong kresek sesuai dengan besar kecilnya bunga yang akan dibuat. Kira kira 2 ruas jari. Lalu gunting kertas menyesuaikan dengan kantong kresek tadi. Ukurannya boleh dibuat lebih kecil dari kantong kresek..
Kertas dan kantong kresek di tumpuk dengan aturan kertas dinbagian atas plastik dibawah. Lalu lipat ke dalam dengan posisi kertas berada di dalam lipatan.

setelah itu ambil lidi atau kawat untuk tangkai. Mulailah merangkai bunga dengan pegangan yan kuat pada bagian ujung untuk pengikat.