Cerdas yang Menular

"Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari lingkungan dan teman-temannya yang sering diakrabinya. Semakin tinggi tingkat kecerdasan teman-teman yang diakrabinya akan semakin besar peluang bagi diri kita untuk menjadi lebih pintar. Sebaliknya, bagi mereka yang pintar, tidak akan bertambah bodoh. Karena, tidak ada yang dapat membuktikan, seorang guru akan menjadi bodoh ketika mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Malah, guru menjadi lebih pintar karena banyaknya pertanyaan dan masalah yang ditemukan”(Ermalen Dewita, Sang Motivator Pemberdayaan Diri).

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Dewi, dalam ajaran islam kita kenal dengan banyak kisah hikmah antara lain; 'Bagaimana seseorang harus memilih teman yang baik. Diibaratkan berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan mendapatkan bau harumnya. Ternyata kecerdasan seseorang bisa ditularkan kepada lingkungannya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa kepintaran atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan kepada orang lain. Penelitian ini bukan omong kosong belaka, tetapi dilakukan dengan pengujian terhadap sampel yang didapatkan dari lingkungan akademik. Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini, berasal dari para siswa yang berada di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian, diperoleh sebuah kejutan yang sungguh spesial. Ternyata, kecerdasan bisa menular atau bisa disebut cerdas yang menular.



Seorang anak memiliki peringkat ke-100 di sekolah kemudian berteman dengan anak yang memiliki peringkat ke-50. Dari pertemanan tersebut, anak dengan peringkat ke-100 mengalami kenaikkan peringkat hingga 10-15 peringkat. Melalui fakta ini, bisa diambil kesimpulan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan. Memiliki lingkungan yang baik akan mampu membuat orang lain menjadi baik pula. Hal tersebut dibuktikan oleh anak dengan peringkat ke-100 yang mengalami kenaikan peringkat, dikarenakan berteman dengan anak yang lebih pintar.

Berada di lingkungan orang-orang yang cerdas dan berkualitas baik dari segi ilmu pengetahuan, sosial maupun spiritual mendorong kita untuk senantiasa menjaga sikap dan tingkah laku, memupuk ilmu dengan cara kita sendiri, memiliki dorongan yang kuat untuk senantiasa belajar, memperbaiki diri sendiri. Dengan demikian kita sendiri akan senantiasa nyaman berada dalam lingkungan orang-orang yang cerdas dan berkualitas. Dorongan ini yang melatih kesadaran dari dalam diri kita sendiri agar selalu belajar dan belajar.

No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.