Belajar Membatik - Yurmawita's Blog Belajar Membatik | Yurmawita's Blog
Monday, January 28, 2013

Belajar Membatik

Saat SMP adalah masa yang tak kan pernah dilupakan oleh ku. Ketika itu aku mengenal dan belajar tentang batik. Sebelumnya tak pernah sedikitpun terbayang oleh ku tentang seluk beluk batik, apalagi sampai membuat batik hingga menjadi sebuah baju yang siap dipakai. Melalui bimbingan Ibu Yati, guru Muatan Lokal yang sangat menyenangkan kami mulai mengenal batik. Ia bercerita bahwa batik itu merupakan simbol sakral yang tertera pada motif nya.  Simbol-simbol itu berupa motif yang berbentuk seperti daun, dahan, akar, bunga, hingga burung. Berbagai motif menyiratkan pesan-pesan yang mendalam tentang maksud dan tujuan pembuatan hingga kegunaan dibuatnya batik dikemudian hari.



Aku sangat menyukai pelajaran muatan lokal semenjak dikenalkan tentang batik. Selain praktik membuat batik, kita juga mempelajari sejarah kehidupan zaman dahulu hingga kebiasaan manusianya. Naluri sebagai makhluk sosial tercermin pada motif-motif batik yang bernuansa kehidupan. Ketergantungan manusia dengan alam tercermin dari motif batik yang bernuansa pepohonan, dedaunan, bunga hingga burung-burung.

Proses Membatik


Belajar membatik tentu memerlukan kesungguhan. Mulai dari proses memilih bahan, menentukan motif, menentukan tujuan pembuatan batik, menggambar motif, melilin, mewarnai, mencelup, hingga proses menjemur batik. Setiap tahapnya memerlukan tekhnik khusus yang tak boleh dianggap sepele. Bahkan beberapa tahapan seperti melilin, mewarnai dan mencelup butuh kehati-hatian yang tinggi agar hasil batik sesuai dengan yang diinginkan.

Bahan pembuatan batik dikenal dengan mori. Mori berupa kain yang berwarna putih polos. Jenis-jenis mori  antara lain: strimin, sutera, katun, polyester. Kualitas batik sangat tergantung dari jenis-jenis mori yang digunakan. Pemilihan kain mori jelas berdampak pada harga batik jadi nantinya. Setelah ditentukan jenis mori yang akan digunakan, kami kemudian belajar menggambar motif pada mori. Biasanya sebelum menggambar diatas mori, sebaiknya digambar dahulu di kertas biasa agar tidak terjadi kesalahan di atas mori yang akan menyebabkan kain mori menjadi rusak. Menggambar di atas mori sesuai dengan motif yang telah dibakukan.

Jika kain mori telah ditulis motif diatasnya, maka selanjutnya tahap melilin. Melilin merupakan proses menaburi malam pada mori berdasarkan motif yang telah dibuat. Malam dicairkan diatas kuali kecil yang diletakkan diatas kompor kecil. Setelah mencair malam selanjutnya diambil menggunakan canting. dari ujung canting inilah akan keluar malam yang akan digunakan untuk menutupi garis-garis motif diatas mori.  Proses melilin membutuhkan kehati-hatian. Karena malam cair bisa lengket di tangan yang akan mengakibatkan kulit melepuh. Selain itu malam cair bersifat encer yang akan merusak motif jika tidak hati-hati saat memegang canting.

Selanjutnya kain akan di warnai. Dengan warna-warna yang diinginkan. tahap mewarnai ini juga membutuhkan kehati-hatian, karena kain akan dicelup ke dalam air berwarna. Setelah selesai mewarnai, selanjutnya kain akan dicelup. Proses pencelupan ini berguna untuk menghilangkan lilin pada kain. Setelah itu baru di angin-anginkan untuk mengeringkan kain dari sisa air warna.

Berdasarkan kesulitan membuat batik inilah orang cenderung lebih memilih batik yang dihasilkan dari printing atau sablon. Batik yang dibuat dengan sablon menjadi lebih mudah dan murah, karena tidak melalui tahapan yang rumit.

Kegunaan Batik


Zaman dahulu, batik digunakan untuk berbagai macam upacara adat maupun kematian. Upacara adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat seperti Pengantenan, Malam berinai,  sunatan, hingga mencukur rambut. Batik yang digunakan pun bermacam-macam berdasarkan jenis upacara adat tersebut. misalnya upacara adat kemantenan menggunakan batik yang berwarna merah dan warna-warna yang cerah, sedangkan upacara adat kematian menggunakan batik yang bermotif tulisan arab serta warna-warna yang gelap seperti hitam, biru maupun hijau. Saat ini batik tidak lagi hanya digunakan untuk upacara sakral, namun lebih kepada ciri khas daerah tertentu agar bisa dikenal semua lapisan masyarakat. Tidak heran jika setiap daerah mewajibkan para pegawai maupun pelajar untuk memakai batik pada hari-hari tertentu.

Pada perkembangannya, batik juga menjadi pilihan busana yang menarik minat para desainer untuk membuat berbagai macam desain baju maupun perlengkapan rumah tangga. Sebut saja berbagai macam bentuk baju pesta, baju santai, baju resmi hingga busana kantoran yang menggunakan bahan batik.

                                          Batik besurek yang digunakan pada seragam sekolah


Motif Batik

Motif batik sangat tergantung dengan daerah asal batik tersebut. Di  Bengkulu, dikenal dengan Batik Besurek yang mempunyai ciri khas yaitu tulisan arab (kaligrafi). Motif tulisan arab tertera di hampir setiap kain batik yang tersebar luas di masyarakat. Selain itu motif Bunga Raflesia merupakan motif yang sangat menonjol lantaran bunga langka ini memang menjadi ikon di Bengkulu. Selain itu ada motif burung yang dikenal dengan Burung Kuaw, motif Relung Paku, motif Rembulan. Keberadaan motif-motif ini menyimbolkan keseimbangan antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

Motif Batik biasanya dipilih berdasarkan tujuan dari pembuatan batik itu sendiri. Batik yang akan digunakan sebagai kain bagi pengantin maka motif Bunga Raflesia, daun maupun relung paku lebih mendominasi,  Sedangkan batik yang digunakan sebagai penutup keranda lebih banyak menggunakan motif yang sarat dengan tulisan arab. Warna batik juga mempunyai tujuan tertentu antara lain jika acara kebahagiaan maka warna batik lebih kepada warna yang cerah dan terang sedangkan jika acara musibah dan kematian maka warna hitam dan biru lebih mendominasi.

Sedangkan di Sumatera Barat ada Batik Tanah Liek yang sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Motifnya juga tidak jauh-jauh dari prosesi adat masyarakat Minangkabau, Cerita rakyat masyarakat hingga simbol-simbol adat lainnya.

Di Solo batik telah merambah pasar internasional, berbagai acara kenegaraan juga menggunakan batik dari Solo. bahkan batik Solo menjadi ikon negeri ini dan menjadi cinderamata bagi wisatawan asing. Motif Batik Solo bercerita tentang harapan dan kebaikan. Beberapa motif batik Solo antara lain Motif Parang, Motif Kaung dan Sawat. 

Batik Cap

Seiring dengan permintaan batik yang kian meroket serta tidak diikuti oleh   kemampuan membeli masyarakat terhadap batik tulis maka saat ini batik tulis tidak lagi menjadi satu-satunya cara untuk memproduksi batik. Produsen batik sudah mulai melirik cara lain untuk tetap berproduksi dengan biaya yang terjangkau maka diciptakanlah batik cap. Batik cap merupakan proses membuat batik dengan cara di cap. Tekhniknya adalah dengan cara memanaskan lilin pada mesin cetak lalu ditempel ke kain mori. Keuntungan dari tekhnik ini antara lain memperkecil biaya produksi serta mempercepat proses produksi sehingga harga jual cukup terjangkau oleh masyarakat luas. 

Proses batik cap

Hadirnya batik membawa keberkahan sendiri bagi masyarakat Indonesia selain mengangkat prosesi adat serta cerita rakyat ke bentuk berbeda yaitu di kain, produksi batik juga membawa keberkahan bagi pelaku usaha untuk terus eksis ditengah persaingan industri besar. 

6 comments:

  1. masing-masing daerah punya khasnya masing-masing ya... kayak di Indramayu, ada yg namanya batik Complongan, jadi batiknya dilubang-lubangin dulu pake jarum.

    Nice share, mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setiap daerah pasti ada batiknya meskipun motif berbeda beda namun yang dapat menjadi kesatuannya yaitu proses membatik selalu ditujukan untuk acara acara adat

      Delete
  2. syukur deh sekarang baju dengan bahan batik bervariasi modelnya. Kl dulu batik itu kesannya terlalu formal dan harganya juga jleb, mahal2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang bisa dibuat apa saja ya mba Ria bisa untuk hand Made, bahkan untuk bajubcasual bisa pakai batik ya mba ria.

      Delete
  3. Wah susah banget yah ternyata kalau membuat batik yang ditulis oleh tangan susahnya minta ampuh perlunya ketelitian dan harus ekstrak sabar kayanya kalau mau hasil yang bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya sekarang ada batik cap ,namun batik tulis tetap menjadi primadona sih bagi kalangan orang orang yang mampu beli

      Delete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.