Melepas Anak Bermain tanpa Was-was



"Mi, Abang mau kerja kelompok, boleh?

"Dimana?"

"Di rumah teman."


Begitu permintaan Abang Fajar anak lanangku suatu ketika. Permintaan nya memang baru pertama kali seingatku

Sebenarnya ada rasa khawatir memenuhi permintaannya lantaran akhir akhir ini di kotaku sedang dilanda isu yang sangat meresahkan yakni isu penculikan, pencabulan hingga kekerasan.

Bukan tanpa alasan aku galau dengan permintaan sepele darinya namun yang kutakutkan adalah ia diajak ajak teman temannya maupun kejahilan orang orang dewasa yang bisa saja berbuat yang aneh aneh.

Huft pikiranku begitu rumit membayangkan hal buruk yang bisa saja terjadi jika melepas si Abang pergi sendiri belajar bersama teman-temannya. Bayangan tentang hal-hal buruk selalu saja menghantui dan mengalahkan rasionalitas. 

Namun aku masih dapat berfikir 'waras' bahwa anak-anak adalah tahap dimana mereka belajar dan bertumbuh dengan banyak faktor diantaranya adalah lingkungan yang kondusif. Jadi jika mereka berteman dengan lingkungan yang baik tentu saja hal tersebut sangat menguntungkan dalam perkembangan emosi dan jiwa mereka. 

Maka dengan segenap kekhawatiran plus rasa khawatir yang cukup berlebihan sore itu aku merelakan dia bermain dengan temannya yang letak rumahnya cukup jauh dari tempat tinggalku. Untunglah dia tidak keberatan ketika aku meminta mengantarkan hingga sampai ke rumah temannya. 

Untung saja Fajar anaknya tidak protes ketika aku menemaninya bermain bersama teman-teman. Emak-emak nongkrongin bujannya bermain hihi kalau dipikir-pikir gak banget ya, tapi mau bagaimana lagi hatiku sungguh belum ikhlas melepas mereka bermain tanpa pengawasan. 

Beberapa hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang ibu ketika melepas anaknya bermain bersama teman-temannya  antara lain :

Meminta kontak orang tua teman

Hal pertama yang penting dilakukan adalah meminta nomor kontak orang tua teman. Ketika anak bermain di rumah temannya maka sangat penting sekali kita sebagai orang tua mengetahui siapa orang tua dari teman anak. Tempat tinggalnya, pekerjaannya dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Hal ini dimaksudkan agar kita mengetahui aktivitas apa yang terbiasa dilaukan oleh anak-anak. Bisa juga sewaktu-waktu kita menanyakan hobi dari teman anak-anak.

artikel terkait : Permainan sederhana penunjang kreativitas anak

Nomor kontak orang tua teman dapat disimpan jika sewaktu-waktu kita memerlukan nya untuk berbagai kepentingan.

Membawakan bekal yang cukup

Membawa bekal yang cukup untuk anak ketika mereka bermain dengan teman-temannya adalah cara agar anak tidak terkesan lapar saat bermain bersama teman-temannya. Akibatnya anak akan menghabiskan makanan di rumah temannya tanpa bisa di cegah. Membawakan bekal makanan kesukaan anak yang tentunya mendukung nutrisi otak anak. Bisa juga kita membawakan makanan kesukaan temannya agar mereka dapat bermain dengan riang. 

Menetapkan waktu bermain secara konsisten

Buatlah kesepakatan dengan anak berapa lama mereka akan bermain bersama teman-temannya. Tentunya kita juga harus mengukur waktu yang tepat agar jangan sampai kelamaan atau terlalu singkat karena dikhawatirkan nantinya akan membuat anak belum puas bermain dengan temannya.

artikel terkait : Mengenal perkembangan emosi anak

Waktu bermain memang seharusnya diatur berdasarkan kesepakatan bersama anak agar mereka merasakan tanggung jawab terhadap waktu bermain yang telah ditetapkan bersama. Sehingga tidak ada rasa keberatan anak dalam melaksanakan aturan waktu bermain tersebut.

Nah, Bunda jika kita telah melaksanakan tips diatas kita tak akan ragu-ragu lagi melepas anak bermain bersama teman-teman mereka, bukan? Agar ananda juga merasakan bagaimana indahnya masa kecil bersama teman-temannya tanpa rasa khawatir dari kita sebagai orang tua.


No comments

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.