InternetBAIK untuk Anak Generasi Alpha

Sudahkah kita berinternet dengan baik? Apakah kita sering share berita yang sedang diperbincangkan oleh banyak orang hanya untuk memancing komentar dari orang lain? tanpa peduli akibat dari komentar-komentar tersebut?

Sudah tau belum kita sekarang ada di zaman apa? Ada yang menyebutkan kita ada di zaman milenial, sebagian ada yang menyebutkan kita ada di zaman digital, lalu ada lagi yang mengatakan bahwa kita hidup di zaman modern. Semua itu memang benar yang jelas kita saat ini berada di zaman yang sudah semakin jauh meninggalkan keterbelakangan.


Dalam acara InternetBaik yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan provider terkemuka di IIndonesia Telkomsel, dikatakan bahwa saat ini dunia sedang berada di 3 generasi yaitu  Y- Z- Alpha.

Generasi Y adalah generasi yang lahir antara (1981-2000) yang hidup di zaman permulaan teknologi, saat dimana masih menemukan permainan alam, namun juga akrab dengan teknologi game sederhana. generasi ini sudah mengenal adanya komputer, gadget, smartphone dan seluruh perangkat digital. Generasi yang saat ini diantara usia 20-40 tahun dengan pola pikir yang inovatif, terus membuka diri dengan segala bentuk perubahan, memiliki ide-ide yang cemerlang dalam menyesuaikan dengan berbagai perkembangan zaman.

Generasi  Z adalah generasi yang lahir antara (2001-2010) dimana mereka menguasai teknologi namun memiliki hidup yang instan, cenderung bergantung pada teknologi dan penghargaan di media sosial.

Generasi Alpha adalah generasi yang lahir (2010-sekarang) adalah mereka yang sejak dini telah diperkenalkan dengan gadget dan media sosial, mereka adalah anak-anak generasi Y yang memiliki pola pikir cenderung terbuka, inovatif.

Perubahan-perubahan ini sangat mempengaruhi beragam pola perilaku dan pandangan hidup di setiap generasi. Salah-salah banyak sekali korban kecanggihan teknologi dimana akibat ketidaktahuan bagaimana beradaptasi dengan perkembangan di tiap zamannya.


Salah satu program yang diluncurkan oleh Telkomsel bekerjasama dengan Kakatu dan Yayasan Kita dan Buah Hati adalah sosialisasi InternetBAIK. Acara yang melibatkan banyak elemen terutama unsur pendidikan, duta remaja bahkan komunitas online ini diharapkan dapat menjadi pelopor kampanye InternetBAIK untuk anak-anak bangsa yang tumbuh dan besar di era digital. 

Kita sama-sama bisa melihat betapa banyak kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dibawah umur bermula dari penggunaan internet yang tidak bijak. Masalah-masalah yang sering muncul antara lain :

  • Kecanduan game
  • kecanduan gadget
  • bullying
  • penipuan online
  • perkelahian


Contoh-contoh tersebut adalah dampak dari penggunaan internet yang tidak bijak oleh anak-anak tanpa pengawasan dari orang tua dan orang dewasa di sekitar anak. 

Telkomsel dalam hal ini salah perusahaan provider pertama dan terbesar mengadakan kegiatan bertajuk Internet Baik yang bertujuan untuk mensosialisasikan bagaimana berinternet dengan bijak baik untuk orang tua maupun anak-anak.



Setiap orang berhak terhubung dan terkoneksi dengan semua orang. Namun koneksi yang tidak terbatas di dunia internet jangalah menjadi duri yang akan menghansurkan kehidupan generasi mendatang.

artikel terkait : Mengenali perkembangan emosi dan sosial anak balita

Simak yuk bagaimana kebiasaan keren berinternet: 

5 Kebiasaan untuk Keren Berinternet

1. T H I N K

Hal pertama yang harus dilakukan adalah THINK before Posting.

True 

Apakah postingan dan sesuatu yang kita share benar sesuai dengan fakta/kenyataan. Jika tidak sesuai dengan kenyataan atau jika itu adalah opini sebaiknya tunda dulu kita memposting. 

Misalnya ketika membaca sebuah status tentang ibu bekerja vs ibu dasteran, apabila kita merasa baik untuk diri kita dan memihak kita sudahkah kita memikirkan bagaimana orang mengalami pihak lainnya, tidakkah dia akan merasa rendah diri dengan postingan tersebut?

                                      Hurtful

Sebelum kita memposting sesuatu apakah itu gambar, tulisan, status, quote sudahkan kita memikirkan Mungkinkah menyakiti perasaan orang lain.


Masih hangat pembicaraan tentang sebuah keluarga kecil yang membonceng anak dengan gendongan belakang mendadak viral dari salah satu postingan seseorang yang mengambil foto tanpa seizin mereka. Bagaimanakah perasaan keluarga tersebut ketika mereka digunjingkan oleh seantero jagad maya.

Akan lebih baik jika kita menjadi salah satu orang yang memberikan solusi bukan menjadi orang yang mempergunjingkan.

Ilegal

Sebelum kita memposting sesuatu Apakah postingan dan sesuatu yang kita share mengandung segala sesuatu yang ilegal?


Misalnya dalam sebuah postingan tentang rahasia besar dari suatu perusahaan yang tidak layak dikonsumsi publik, tentu tidak etis apabila kita ikut menyebarkan isu tersebut.

Necessary

Kita harus memikirkan Apakah postingan atau sesuatu yang kita Share penting untuk diri sendiri dan orang lain. Alangkah baiknya jika yang kita share adalah sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Jika tidak ada manfaatnya tidak perlu kita latah ikut-ikutan menshare atau komentar agar dinilai update.


Kind

Apakah postingan/ sesuatu yang kita share memiliki nilai kebaikan di dalamnya. Apa yang kita sebarluaskan untuk orang lain setidaknya memiliki nilai kebaikan di dalamnya.


2. RESPEK

Perdebatan yang sering terjadi di dunia Maya biasanya karena perbedaan pandangan. Internet baik menganjurkan agar 

Mencoba posisikan diri di posisi orang lain, tidak sharing sesuatu yang membahayakan dirimu bahkan menyakiti hati orang lain.


3. Turn Back the HOAX

Katakan tidak untuk berita-berita HOAX. Hoax akan memancing perdebatan dan isu baru yang semakin lama semakin besar. Kemunculan satatus atau postingan Hoax akan menjadikan massa menjadi lebih provokatif sehingga emosi yang tidak terkendali. 


4. Saring before Sharing

Sebelum kita memposting sesuatu sebaiknya kita saring terlebih dahulu sebelum memutuskan go publik dan menjadi konsumsi banyak orang. Menyaring mana yang seharusnya kita posting mana yang tidak.


4. Click or Close

Mendapatkan suatu postingan yang baik menurut kita namun belum tentu baik untuk orang lain yang bukan berada di posisi kita, sebaiknya sebelum posting kita pikirkan lagi apakah Click atau Close. Jika tidak baik untuk orang lain maupun diri kita sebaiknyya tinggalkan.

5. Whise while Online

Tetap melihat dunia nyata selama kita berinternet. Apa yang ada di dalam genggaman tangan kita bisa saja kita hilangkan dalam sekejap, oleh karena itu jika kita tidak mau mendapatkan hal buruk di dalamnya maka kembali ke dunia nyata. 

Pengguna internet baik:

Saat ini ada banyak orang/keluarga yang telah menjadi pengelola internet baik. Mereka mampu menjadikan internet sebagai tempat berbuat baik, membagi konten-konten bermanfaat hingga menghasilkan rupiah yang tidak sedikit.

Beberapa dari para pengguna internet baik ini bahkan berasal dari kalangan anak-anak. Mereka mengupload kesehariannya dengan berbagai hal yang bermanfaat untukorang lain.

Gen Halilintar

Gen Halilintar adalah salah satu keluarga inspiratif yang sudah berhasil menjadi pengguna internet baik. Keluarga yang memiliki 11 anak ini memiliki hobi traveling dan berbisnis. Anak-anak Gen Halilintar dari kecil sudah terbiasa mandiri dan berbisnis dengan sarana internet. 

Kitabisa.com 

Kitabisa.com adalah salah satu website yang fokus paa membuat website kreatif untuk sumbangan/donatur. Hingga saat ini telah banyak sekali bantuan yang disalurkan untuk orang yang membutuhkan.

Salman Khan 

Pemuda asal Amerika yang membuat situs online belajar gratis Khan Akademi memiliki siswa sebanyak 6 juta orang per pekan. 

Almeyda Nayara Alzier 

Dia adalah seorang siswa SD yang memanfaatkan media sosial dengan jualan slime di Instagram. 

Yang perlu diwaspadai :

Internet seperti pisau, kecanduan, konten negatif, pedofil online, radikalisme, pelanggaran privasi, Cyber bullying. Jadi kita sebagai orang tua mesti waspada dengan bahaya-bahaya di sekitar anak yang bersumber dari internet. 

Anak-anak SD tidak diawasi oleh orangtua ketika menggunakan gadget. Misalnya saja baru-baru ini lagi booming bagaimana mereka yang menamakan grup Lolypop  menyasar anak-anak disekitarnya. Grup sangat berbahaya bagi anak-anak dibawah umur kareana rentan disalahgunakan oleh kelompok tertentu.

artikel terkait : Bijak menghadapi emosi anak

Acara yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 5-6 Desember 2017 di Ballroom Hotel Santika Kota Bengkulu ini dihadiri dari berbagai kalangan antara lain guru, orang tua, pelajar dan mahasiswa.

Pembicara

Kakatu : startup edukasi asal Bandung yang membuat solusi edukasi era digital dengan piranti teknologi.

ICT watch : penggagas awal gerakan digital literasi internet sehat. ICT watch menyediakan panduan literasi untuk orang tua dan guru dengan literasi yang bebas pakai.

Nah, sudahkah kita berinternet dengan baik? Sudahkah kita menlindungi anak-anak kita dari bahaya internet? Mari kita jaga dan tetap rangkul anak-anak agar menjadi orang-orang yang berguna bagi masa depannya.

Salam internetBaik.

20 comments

  1. Kita memang harus benar-benar memanfaatkan internet dengan bijak, karena dengan adanya internet tentu lebih mudah, murah, praktis, dan dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi.

    ReplyDelete
  2. Berarti kita genearsi Y dan anak-anak kita genarasi Alpha ya Mbak. Thanks for sharing. nambah ilmu lg

    ReplyDelete
  3. ini nih yang banyak orang tidak sadari kalau kita harus berinternet baik. semuanya langsung di forward tanpa di saring, dipikir dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. mesti dipikir dulu setidaknya kita tidak memperpanjang rantai berita buruk

      Delete
  4. Wah, saya masuk generasi mana ya..ini memang soal internet ga bisa dielakkan, dan ga bisa kita hindari tetapi bisa kita siasati

    ReplyDelete
    Replies
    1. generasi Y mak, kita memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman tentang dunia nyata namun juga tak pernah gaptek dengan teknologi

      Delete
  5. Nawra dan adik2nya, masuk generasi Alpha ya...

    ReplyDelete
  6. Bijak berinternet agar mendapat manfaat bukan mudharat. Thanks sharingnya mbak..anak saya yang satu generasi Z satunya Alpha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kita bisa menjaga anak-anak kita dari pengaruh buruk internet

      Delete
  7. Internet bak sebuah pisau. Dia bisa bermanfaat jika digunakan dengan bijak, juga bisa berbahaya sekali jika disalahgunakan. Trims artikelnya, Mbak.

    ReplyDelete
  8. Mantap infonya Mba Yurma. Tambahan, kalo kata salah satu selebtweet, keep your tantrum offline, jadi ga mempengaruhi orang-orang dengan aura negatif di ranah sosmed. :) ga menyulut pertengkaran juga. Sama sih sebenernya kaya poin saring before sharing.

    ReplyDelete
  9. "turn back the hoax", nah ini nih yang benar2 harus juga diperhatikan..
    ingat sepenggal kalimat, bahwa pena itu mampu membunuh seseorang, maka bijak lah..
    hati-hati dengan berita palsu kaena dapat membuat perpecahan,,,
    bagus bgt info nya mbak.

    ReplyDelete
  10. Wah....artikelnya bermanfaat sekali, semua yang aktif di internet wajib baca nih... agar dapat menggunakan internet secara bijak... contoh aja Gen Halilintar mereka menghasil uang lewat internet... keren ya, contoh pemanfaat internet dengan baik nih

    ReplyDelete
  11. Penggetahuan berinternet itu sangat penting agar kita bisa jadi orang bijak

    ReplyDelete
  12. Semoga makin banyak masyarakat yg bijak menggunakan internet
    Kasian generasi kita klo rusak dan ga punya masa depan

    ReplyDelete
  13. Acara internetBaik ini harus dijadikan kegiatan rutin di setiap daerah..

    ReplyDelete
  14. Wah informatif sekali tulisannya Mbk... Oia, generasi X, Y, Z ini juga pernah dibahas oleh salah satu professor sosiologi dr UGM Mbk, yakni Prof.Partini... 😊

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.