Persiapan Menjelang Anak Memasuki Masa Remaja

[parenting]


Masa remaja bagi anak adalah keniscayaan. Pasti akan ditemui oleh orang tua. Remaja dan segala problematika di dalamnya yang penuh intrik dan gejolak emosi tentu membutuhkan kesabaran dan perlakukan yang spesial dari orang tua. Bagaimanakah Persiapan Orang Tua menjelang si anak memasuki masa remaja yuk kita kulik!

Tanda-tanda anak telah memasuki masa remaja yang terlihat antara lain

Tanda fisik

Tanda fisik yang terlihat adalah ditandai dengan perubahan fisik yang sangat cepat. Bagi wanita, terjadi perubahan pada dada, pinggul dan seringkali dengan perubahan berat badan secara drastis. Saat kecil memiliki berat badan kurang ketika memasuki masa remaja tentu saja perubahan itu akan dialami si anak. Anak mesti mendapatkan pendampingan dari orang tua terutama ibu bagi anak perempuan dan ayah bagi anak laki-laki. 

Tanda psikis

Tanda psikis ditandai dengan perubahan suara bagi anak laki-laki, kondisi emosional yang labil, cepat terpengaruh, mudah tersinggung hingga egosentris. Perubahan ini seringkali menyebabkan bentrok yang intensitasnya sangat tinggi baik dengan saudara, teman, maupun orang tua sendiri. 

Peran orang tua

Menghadapi perubahan yang sangat cepat ini hendaknya orang tua memahami bahwa para remaja membutuhkan mereka sebagai tempat berkeluh kesah, bercerita tentang masalah yang mereka hadapi, perubahan bentuk tubuh yang tidak mereka pahami maupun kondisi pergaulan yang mereka temui di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya. 

Teman cerita

Remaja umumnya memiliki waktu yang lebih banyak ketika berkumpul bersama teman-temannya. Apa yang mereka kerjakan ketika bersama teman-temannya tidak lain adalah bercerita atau curhat. Sebenarnya orang tua bisa mengambil alih peran sahabat ketika mereka di rumah maupun di perjalanan. Anak yang nyaman bercerita dengan orang tuanya tentu bukan lahir dengan sendirinya, anak merasakan nyaman tentu karena kebiasaan yang sering diterapkan oleh orang tua semenjak kecil. Misalnya si ibu selalu menyediakan waktu sebelum tidur untuk mendengar cerita putrinya, ayah memiliki waktu yang banyak ketika dalam perjalanan pulang dan pergi ke sekolah misalnya. Atau saat-saat weekend yang diisi dengan kebersamaan yang berkualitas.

Menjadi sahabat terbaik

Remaja putri biasanya lebih membutuhkan teman bercerita dan berbagi kisah layaknya sahabat. Disinilah orang tua terutama ibu memiliki pengaruh yang lebih banyak. Mengajak ananda bercerita, mendengarkan segala curhatnya dan memberikan solusi atas uneg-unegnya tentu dengan kapasitas sebagai sahabat, bukan hanya sekedar menggurui. 

Sedangkan bagi remaja putra biasanya memiliki intensitas berkelompok dengan sesama teman prianya lebih banyak pada masa remaja. Kecenderungan remaja pria berkelompok karena kesamaan dalam hal hobi, Maka ayah hendaknya mengambil peran tersebut dan mampu menjadi sahabat dalam mengerjakan hobinya. Misalnya apabila si anak hobi berpetualang tidak ada salahnya mengagendakan berpetualang berdua saja. Ikut club olahraga atau pencinta hewan, dll.

artikel lain : Cara mengatasi anak takut gelap

Memberikan batasan bukan membatasi

Anak dipersilahkan untuk bergaul dengan teman-temannya namun sebagai orang tua hendaknya tegas dalam memberikan batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak. Misalnya memberikan batasan jam bermain, pulang kerumah ketika jam sekolah usai, selalu pamit ketika hendak pergi ke suatu tempat, membiasakan berkenalan dengan si empunya rumah ketika bertamu, memberikan kontak teman-temannya dan mengenalkan siapa-siapa saja teman-temannya kepada orang tua. Batasan seperti itu tentu memberikan informasi kepada orang tua tentang apa yang dilakukan oleh anak saat tidak berada dalam pantauan.

artikel lain : Kenali   9 Tipe Kecerdasan Anak dan peran orang tua dalam mengembangkannya

Berbeda dengan membatasi, yang kesannya lebih kepada melarang anak untuk bergaul. Apabila hal ini dilakukan oleh orang tua anak akan merasakan terkekang dan di lain kesempatan ia akan belajar menjadi pemberontak.  

Biarkan saja mereka bergaul dan berteman sebanyak-banyaknya, karena kita memberikan kepercayaan yang utuh kepada mereka. Dan anak akan merasakan nyaman dengan kepercayaan itu. Anak yang telah diberikan pengertian tentang arti sebuah kepercayaan akan menjadikannya sebagai perisai dirinya saat bergaul dengan teman-temannya.

Merangkul serta mendorongnya

Masa remaja adalah masa mencari jati diri, maka merangkulnya adalah cara untuk menguatkan pendirian mereka serta menciptakan rasa nyaman dalam sebuah keluarga. Tak hanya itu orang tua juga memiliki kewajiban mendorong mereka ke puncak impiannya. Yakinkan mereka bahwa kita sebagai orang tua selalu siap sedia menjadi tumpuan harapannya. 

Selalu bersemangat membantunya ketika mereka membutuhkan pertolongan kita adalah salah satu cara untuk meyakinkan mereka bahwa kita selalu ada di belakangnya.

Yuk, ayah ibu kita peluk anak-anak kita menjelang masa remaja nya sebelum terlambat.

#ODOPKT05

4 comments

  1. anak cowok saya yg pertama juga sedang menginjak masa remaja nih mba, sdh terlihat beberapa perubahannya

    ReplyDelete
  2. mempunyai anak-anak yang usianya menjelang remaja memang membutuhkan pengawasan lebih, karena ini merupakan masa transisi yang tidak boleh ada salah langkah

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.