Level Sosial dibalik sepotong Songket

[fashion]

Dalam suatu kesempatan katakanlah sebuah acara pelantikan pejabat. Ada seorang istri yang hadir mendampingi sang suami ketika dilantik menduduki sebuah jabatan di pemerintahan. Sang istri yang merupakan IRT sungguhan, 24 jam adalah ibu rumah tangga tanpa aktivitas kerja kantoran ini datang dan hadir bersama istri-istri pejabat yang hadir saat acara pelantikan itu.

Tak di sangka dan tak dinyana, setelah pulang dari acara pelantikan itu sang istri langsung mengurung diri di kamar menangis sesegukan. Ada peristiwa yang sangat melukai hatinya ketika acara pelantikan tersebut berlangsung. Usut punya usut ternyata si istri mengalami peristiwa yang sangat tidak dimengerti olehnya

Beberapa istri-istri pejabat lainnya terlihat berbisik-bisik ketika si Istri maju ke podium untuk mendampingi sang suami diangkat sumpah jabatan. Bisik-bisik inilah yang kabarnya sempat menyinggung si istri lantaran busana yang ia kenakan tidak 'seharusnya'dikenakan pada acara tersebut.

Tidak bisa dipungkiri apa yang dialami oleh si Istri ini juga pernah saya alami sendiri ketika acara wisuda, beberapa temen menilai bahwa ketika dalam acara-acara resmi sangat dihormati apabila seseorang tersebut menggunakan songket.

Inilah yang menjadi barometer level kelas bagi masyarakat, setidaknya kalimat itu yang kudengar dari beberapa teman.

                                                                 

Waduh..

Aku cuma senyum kecut saja sih, jika anggapan di masyarakat tertentu yang menyematkan posisi seseorang pada sepotong songket yang ia kenakan. Uniknya lagi, jika dalam beberapa perhelatan seperti pesta kawinan acara resmi, formal maka songket adalah kain yang wajib dikenakan.

Tak hanya sepotong kain

Ini yang kutangkap dari beberapa informasi yang berseliweran. Songket diibaratkan sebuah prestise bagi seorang wanita/ istri. Di kalangan masyarakat tertentu bahkan posisi kain songket menjadi sebuah barometer ukuran kesuksesan seseorang. Istri yang memiliki songket mestilah menjadi wanita yang dihargai dan di hormati. 

Dalam masyarakat tertentu seorang Ibu wajib mewariskan songket untuk purinya yang telah menikah, suami wajib memfasilitasi istrinya memiliki songket.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Songket adalah kain tenun tradisional melayu yang dit enun dari benang emas dan perak.

Harga Songket yang meroket

Sepotong songket bukan hanya selembar kain pelengkap busana saja, namun lebih kepada harga diri dan kelas sosial seseorang. Namun jangan keliru, ternyata songket tak hanya sepotong kain, tapi lebih kepada ukuran kekayaan seseorang pemiliknya karena ternyata songket memiliki harga yang beragam sesuai dengan jenis benang yang dikenakan. 

Saya sendiri termasuk yang sangat specless dengan harga sebuah songket. Ternyata harganya menyamakan gaji sebulan seorang karyawan bahkan untuk motif tertentu songket menjadi sangat mahal menyamai harga sebuah kendaraan bermotor. 

Harga songket yang meroket inilah yang membuat segelintir orang terutama kalangan mengah keatas begitu meletakkan posisi songket diatas segalanya. Mungkin mereka beranggapan jika pada sehelai kain songket tersimpan justice dari seseorang.

Mengingat cara membuat songket cukup rumit maka wajar saja kain ini memiliki harga yang tinggi. Kain yang ditenun dengan tangan dan dibuat dari benang emas atau perak menjadikan songket adalah sebuah kain yang sangat ekslusif.

Pakaian kebesaran raja

Hal ini mungkin saja bisa menjadi tradisi di masyarakat mengingat asal-usul songket adalah pakaian kebesaran dari raja-raja atau kalangan bangsawan terdahulu. Seperti songket yang berasal Palembang awalnya hanya digunakan oleh keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan saja. Itu sebabnya songket dianggap sebagai pakaian kebesaran yang perlu di hargai dan di letakkan pada posisi yang terhormat.

artikel terkait : Tampil keren dan fashionable dengan kaos anak muslim

Tanda lamaran

Jika dahulu songket diberikan oleh lelaki kepada seorang wanita adalah tanda lelaki tersebut akan melamar si wanita. Songket ini akan menjadi penanda bahwa si wanita sudah tidak bisa lagi di pinang oleh orang lain.

Saat ini songket bukan hanya dikenal dengan kain bersejarah saja. Namun lebih kepada pakaian kebesaran dan justice seseorang. Lihat saja songket wajib hadir ketika acara pesta pernikahan, songket juga ada di acara-acara resmi, songket juga hadir di acara pelantikan pejabat.

Namun saya tetap beranggapan bahwa songket memang kain bersejarah yang wajib dilestarikan namun bukan berarti harus menyimpang dari arti kemasyarakatan dengan kebersamaan dan kesetaraannya. Bukan berarti tanpa songket kita menjadi tidak dihargai di masyarakat toh?

artikel terkait : Batik Besurek, substitusi Budaya Islam dalam di negeri raflesia

Fashion



Beberapa perancang busana terkemuka pernah memadupadankan songket dengan fashion muslimah. Busana ini sebetulnya bisa dipadupadankan dengan gamis. Efeknya adalah kesan glamor dan berkelas serta syari melekat di jenis fashion ini. Begitu juga untuk baju anak laki-laki bisa juga dipadupadankan dengan songket sehingga kesannya formal dan dapat digunakan di acara-acara resmi

Karena harga songket mihil bingitt nabung dulu deh setelah cukup uangnya baru beli songket (hihi).

#ODOPKT04

30 comments

  1. Assalamualaikum, tadinya saya kira songket hanya menjadi pakaian kebesaran dari budaya Melayu. Apalagi karena saya asli SumSel jadi identik dengan songket Palembang. Tapi, selama saya berkuliah di Jawa, sepertinya lumrah berpakaian resmi tanpa songket, misalnya memadukan kebaya dengan batik wiron saja.

    Memang agak "keterlaluan" ngejudge seseorang hanya dari apa yang dikenakannya semata. Contohnya saya, ga pakai songket alasannya bukan hanya soal harganya, lebih ke memikirkan perawatannya, cara menyimpannya harus diperhatikan sampai sesimple ke acara menggunakan songket itu ribet dan bikin susah jalan.

    ReplyDelete
  2. Suka banget sama kain2 indoneaia, termasuk songket. Apalagi yg pake benang emas, terkesan mevvaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget, mihilnya itu gak ktulungan hehe

      Delete
  3. Songket emang bagus-bagus ya mbak. Sayangnya harganya mahal-mahal semua buatku huhu >.<

    ReplyDelete
  4. aku dulu nokah gak mau dikasih songket buat hantaran. soalnya gak akan kepake di aku seh. 😆

    ReplyDelete
  5. Kalo keluargaku lebih bnyk koleksi batik mbak krn ortu dari Jawa semua. Tpi aku jdi tertarik utk punya songket deh

    ReplyDelete
  6. Saya suka sekali rok songket Mbaakk..Elegan rasanya kalau dipakai

    ReplyDelete
  7. songket emang eksklusif ya, Mba. Cakep2 juga motifnya.

    ReplyDelete
  8. Cantiik..
    Pas suami ke Palembang, sudah titip-titip niih..minta dibelikan songket. Ternyata pas pulang, beliau cerita...

    "Harga kain yang umi pingin mahal banget.."


    Eergg...
    Kecewa banget.

    ReplyDelete
  9. Ternyata songket juga cantik, ya? :D

    ReplyDelete
  10. Aku punya selembar, belum diaplikasiin jadi baju. Pengen gitu bikin dress dari songket.

    ReplyDelete
  11. Wah baru tahu klo songket iti bisa membuat level sosial meningkat. Ckckckck. Tfs mbaa

    ReplyDelete
  12. Di pasaran ada juga songket buatan pabrikan, harga lebih murah Di bandingkan penenun. Tapi bisa mematikan industri kecil

    ReplyDelete
  13. Iyaa...songket harganya mahal ya. Ternyata ada filosofinya juga dibalik kain songket

    ReplyDelete
  14. Songket itu memang beda banget deh, worth it banget, dan membanggakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagi pemiliknya bagi yang enggak menjadi memilukan hihi

      Delete
  15. Mungkin kalau di daerah aku, kebaya dan kain batik ya.Aku belum punya kain songket

    ReplyDelete
  16. saya punya bbrp songket, oleh2 dari teman
    sekarang saya buat jadi cardigan.... bangga memakai kain tradisional tanpa melihat strata

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.