Karena Sejarah kita belajar menjadi bangsa yang besar




Sejarah dan masa lalu adalah dua hal yang membuat kita banyak belajar dari berbagai peristiwa. Peristiwa penting yang didalamnya syarat dengan pelajaran nan berharga sejatinya adalah pengalaman hidup untuk lebih waspada apabila peristiwa tersebut adalah sejarah kelam, suatu pengalaman hidup agar lebih banyak belajar dari berbagai kesalahan masa lalu. 

Namun melupakannya tentu akan menjadikan kita pongah, sombong dan tak mau belajar dari sebuah kesalahan masa lalu. Itulah mengapa posisi sejarah hendaknya menjadi barometer pengambil kebijakan-kebijakan masa mendatang bukan hanya sekedar renungan dan peringatan sebagai hari sejarah. 

Seperti negeri Sakura dengan sejarah kelam yang menimpa hampir sebagian wilayahnya yakni tragedi bom atom di Hirosima dan Nagasaki. Tak perlu berlama-lama kemudian Jepang menjelma menjadi raksasa teknologi yang sempat merajai dunia. Jepang mampu belajar dari sejarah kelamnya untuk tidak berlama-lama menjadi bangsa yang terpuruk, karena ada hal lain yang lebih penting ketimbang meratapi nasib buruk yang menimpa bangsanya.

artikel lainnya : Level sosial dibalik sepotong songket

Begitu juga dengan bangsa kita. Sejatinya bukan bangsa yang pongah dengan tidak mau belajar dari sejarah masa lalu. Kita mesti bangkit dan berbenah agar kembali menggelinding bersama perputaran arus zaman yang kian deras berputar.

Bersama zaman yang kian maju dan terus berubah, saat ini belajar sejarah bukan lagi urusan pelajaran di sekolah. Sejarah sudah dapat dipelajari dan diulang-ulang oleh siapa saja, baik pelajar, ibu rumah tangga, para pekerja maupun orang desa sekalipun. Belajar sejarah hanya dengan sekali sentuhan saja dengan smartphone. 

Gali informasi yang benar 

JIka belajar sejarah sudah demikian mudahnya maka membaca dan mempelajarinya lah yang membutuhkan kemauan. Tentu kita dapat mengakses informasi dengan mudah namun apakah setiap informasi yang kita terima tersebut sudah benar dan seseuai dengan sejarah sebenarnya? tentu kita perlu mengikutsertakan keingintahuan dan nalar kita dalam mempelajarinya.

Tidak semua informasi yang beredar di dunia maya itu bisa dipertanggungjawabkan kebenarnannya. Menjadi pembaca yang bijaklah sebuah solusi dari mempelajari sejarah di zaman sekarang. Apabila informasi itu sesuai dengan kondisi sebenarnya maka kita perlu mengambil sisi positifnya agar tetap menjadi perekat dan pemersatu bangsa. Namun jika sebaliknya apabila berita yang diterima tidak benar sejatinya kita luruskan.

artikel lainnya : Traveling asyik tanpa sakit 

Berjiwa besar

Sebagai warga negara yang mencintai sejarah, kita mesti belajar berjiwa besar dalam menyikapi berbagai konflik yang ada dalam negeri ini. Bukan tidak mungkin berbagai konflik tersebut dapat menjadi besar karena kesalahan kita yang salah dalam menyikapinya. Pelajari akar permasalahan agar kita tidak ikut-ikutan menjadi penyumbang dalam akar konflik tersebut. Apalagi di zaman sekarang konflik dapat berasal dari singgungan akibat sebuah status di media sosial. Bila informasi tersebut belum jelas kebenarannya janganlah kita terpancing untuk ikut-ikutan memperbesar dan menyebarluaskannya.

Tetap waspada

Dalam sebuah perkembangan zaman yang kian pesat, segala arus informasi yang secepat kilat dapat diterima oleh semua pihak maka sebagai orang yang berpendidikan sejatinya kita juga harus tetap waspada dan membentengi diri kita dari berbagai pengaruh pemikiran yang kian kompleks. Tetap waspada berbagai pengaruh pemikiran yang diam-diam akan mempengaruhi pola pikir kita.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia.
#ODOPKT01

4 comments

  1. Bener Mbak, apalagi beberapa isue menjelamg akhir bulan kemarin, aku dan suami bareng bareng belajar sejarah tentang peristiwa gugurnya pahlawan revolusi, biar paham dan jelas.

    ReplyDelete
  2. gali informasi yg benar.
    Setuju, mba. Secara skr byk banget berita hoaks yak

    ReplyDelete
  3. Terimakasih informasinya mbak Yurma, sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  4. udah nonton G30SPki belum nih :D,

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.