Menaklukkan Gunung Malu dengan Life to The Max - Yurmawita's Blog Menaklukkan Gunung Malu dengan Life to The Max | Yurmawita's Blog
Wednesday, June 14, 2017

Menaklukkan Gunung Malu dengan Life to The Max



Terlahir di keluarga yang pas-pasan ada hikmah tersendiri, banyak banget. Aku jadi tahu bagaimana rasanya menahan kelaparan hingga jam 8 malam lantaran menunggu orang tua mendapatkan uang untuk makan. Manja? No..No no.

Menjadi pribadi introvert ada juga hikmahnya karena tidak banyak yang tau bagaimana kehidupan pribadiku setidaknya jika ada keributan kecil di keluarga tidak lantas berkoar di depan keluarga. So biarlah keluarga melihat kebahagiaan saja pada anak-anak nya. Tak perlu sedih melihat anaknya bersedih, mereka sudah cukup menderita ketika membesarkan kita kala itu.

Semua kesulitan dan susahnya hidup menjadi pemicu bahwa bongkahan keinginan di dalam dada ini hanyalah satu yakni "aku ingin mendapatkan kehidupan layak seperti kalian"

Tahapan itu aku lalui dengan berbagai cerita.

Mengalahkan semua rintangan yang ada di depan mata. Mulai dari menempuh jarak 20 km setiap hari untuk pergi ke sekolah, sejak sekolah dasar hingga jenjang SMA. Capek? Iya, jalani saja. Siapa bilang orang tua tak mampu anaknya juga akan miskin? Siapa yang menakdirkannya menjadi lemah, tak berdaya hingga putus asa? Bukan, bukan takdir yang membuat seseorang lemah, tak berdaya dan putus asa melainkan ia tidak punya keinginan menjadi kuat, semangat dan maju.

Aku punya pilihan. Pilihan untuk maju, pilihan untuk melesat serta mengibarkan duniaku. Aku tak mau tunduk pada nasib seperti jatah orang tua. Inilah pilihan hidupku.

Life

Hidup adalah sebuah pilihan. Bahagia dan sedih adalah pilihan, dan aku kemudian memilih untuk bahagia. Bahagia dengan segala usaha dan pengorbanan yang aku jalani.

Hidup adalah sebuah pilihan. Bahagia dan sedih adalah pilihan, dan aku kemudian memilih untuk bahagia. Bahagia dengan segala usaha dan pengorbanan yang aku jalani. 

Menjadi guru itu pilihanku. Tak ada yang memaksa. Ia berjalan seperti roda yang terus berputar mengikuti arus. Ketika orang lain yang memiliki banyak uang kemudian berlomba-lomba menyetorkan uang mereka demi sebuah profesi pegawai, maka aku hanya menyodorkan selembar ijazah dan surat lamaran dibubuhi materai saja. Sederhana sekali berada di tempat ini. Banyak orang yang menjual semua hasil jerih payah orang tua, kebun, sawah, kerbau hingga tabungan emas demi sebuah kedudukan namun takdir berpihak padaku. Ia menyapaku dengan caranya sendiri. Meletakkan namaku di deretan para pegawai baru, resmi dengan NIP tanpa sepersen pun imbalannya.

Menjadi penulis juga pilihanku. Ketika keterbatasan alat komunikasi menyapaku, maka pilihan untuk tetap berada utuh di jalur ini tetap menjadi asa dalam diri ku. menulis, menjalin persahabatan dalam dunia penulis, berjejaring sosial dan bersosialisasi semua ditempuh dalam segala batas. 

Menjadi Ibu juga pilihanku, bahagia bersama semua problematika dapur sumur dan kasur. Ketika lelah ada cara untuk bahagia, ketika letih ada cara untuk tak bersedih, ketika sedihpun ada cara untuk tidak larut di dalamnya. Menjalani dengan penuh kegembiraan. Itu pilihanku

The Max

Dalam menjalani pekerjaan sebagai guru saya berusaha untuk totalitas, memang dalam perjalananya ada berbagai hambatan dan rintangan yang semestinya tidak sesuai harapan, namun tetap kembali ke langkah awal bahwa usaha tidak akan membohongi hasil nya nanti. 

Begitu juga The max dalam hobi, menjadi penulis berkarya dan selalu belajar. Ingin belajar terus belajar dan belajar sepanjang hayat.

Langkah pertama


Memasuki dunia penulis itu butuh kesabaran dan keuletan. Kita berburu ide, menulis outline, menawarkan ke penerbit hingga menyelesaikan naskah lengkap hingga 200 halaman. Ide itu mahal harganya, tak ternilai bahkan. Hingga menjaga ide agar terus utuh sempurna menjadi karya. Butuh pengawalan, karena kalau kita lengah sedikit saja maka ide akan bergelimpangan dan terburai. Salah langkah ide akan segera bertemu dengan tuannya yang lain. Hey, ide butuh tuan untuk dipelihara, di beri polesan agar menjadi sebuah karya yang matang.

Langkah kedua

Selalu berusaha The max untuk berbuat yang terbaik. Menjalin pertemanan, memupuknya, merawatnya hingga berusaha untuk matching dengan gaya dan dan perilaku pertemanan itu butuh usaha the max. Tidak berusaha menikung, ataupun menjegal, selalu loyal dengan pertemanan dan berusaha sebaik mungkin dalam segala situasi susah dan senang. Dan semuanya butuh perjuangan. Sangat sedikit teman yang mau sama-sama dalam keadaan susah, namun beramai-ramai teman yang butuh dengan sebuah peruntungan.

Life to The Max dengan Theragran-M

Untuk mencapai semua keinginan dan cita itu maka butuh tenaga dan suport luar dalam. Baik dari keluarga maupun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu aku membutuhkan multivitamin yang akan menjaga tubuh tetap bugar.



Salah satu multivitamin untuk kebugaran tubuh yang kukenal adalah Theragran-M yang memiliki keunggulan  sangat bermanfaat untuk tubuh. Multivitamin-Mineral yang terkandung dalam Theragran-M sangat baik untuk tubuh yang aktif.

Theragran-M memiliki kandungan vitamin dan Mineral yang baik untuk tubuh, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C dan vitamin D serta mineral esensial seperti Magnesium dan zinc. Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan setelah sakit.




Keunggulan Theragran M antara lain:
  • Cocok untuk masa penyembuhan setelah sakit
  • Daya tahan tubuh maksimal
  • Mengembalikan kebugaran tubuh
Vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan

Untuk masa penyembuhan, Theragran-M bagus dikonsumsi oleh si sakit agar tubuh kembali bugar. Kandungan beberapa vitamin yang kompleks akan mempercepat masa penyembuhan. Begitu juga saat aku sakit Theragran-M akan setia menemani.



Dalam setiap kegiatan harian hendaknya tubuh membutuhkan asupan suplemen Theragran-M dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu menyimpan Theragran-M untuk menunjang aktivitas harianku sangat penting agar bisa Menaklukkan Gunung Malu dengan Life to The Max.

Waktu yang terus berputar membutuhkan energi yang tidak sedikit. Oleh karena itu butuh usaha yang maksimal untuk merajut semua mimpi menjadi kenyataan. Lawan semua sakit, sambut masa depan tapaki ia dengan semangat dan terus life to the max.

Disclamer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

18 comments:

  1. aku pun punya teman yang dari awal-awal dulu berjuang selalu bersama-sama meski sekarang kehidupannya agak lebih baik daripada aku. Eh nggak ngerti ding mbak, hidup kan sawang sinawang ya tetapi aku ikut seneng kalau temenku itu akhirnya berhasil ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap berteman dengannya itu cantik, dan keberuntungan akan terus ada dipijak kita. Amin

      Delete
  2. Perjuangan sejak kecil jadi nostalgia ya mba...semoga semakin berkah karena sabar dan salat..aamiin..

    ReplyDelete
  3. Tulisannya menginspirasi banget, Mbak. Suka sama kalimat ini "Bukan, bukan takdir yang membuat seseorang lemah, tak berdaya dan putus asa melainkan ia tidak punya keinginan menjadi kuat, semangat dan maju."
    Aku masih kurang maksimal nih menjalani hidup. Makasih ya, Mbak.

    ReplyDelete
  4. Aiiih..nostalgia perjuangan masa kecil nih ya mbak. Benar-benar menginspirasi.

    ReplyDelete
  5. Waaah keren self remindignya
    Semoga kita senantiasa di berikan jalan agar bisa menjadi lebih baik tentunya dengan niat awal yag baik pula.


    Ehh suplemen itu beda dari obat kan ya

    ReplyDelete
  6. Yg penting adanya niat dan keinginan ya Mbak...
    Salut buat semangatnya

    ReplyDelete
  7. usaha n kejujuran ga akan mengkhianati hasil y mba 😍keren mba

    ReplyDelete
  8. Semangat selalu untuk mencari kehidupan yang lebih baik ya mba

    ReplyDelete
  9. hidup cuma sekali memang harus total! karena menyesal hanya akan datang belakangan

    ReplyDelete
  10. Semangat selalu kakak :-D
    keterbatasan justru membuat kita memaksimalkan kualitas diri kadang
    Theragran-M membantu kita mewujudkannya

    ReplyDelete
  11. buat busui boleh ga mba? pas banget habis demam

    ReplyDelete
  12. Pengalaman masa lalu bisa dijadikan guru untuk bisa lebih maju di kehidupan selanjutnya ya...semangat mbak

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah, insyaallah berkah pengabdiannya menjadi guru ya mbak. Itu pekerjaan yg banyak pahala krn bagi2 ilmu yg pastinya gak lekang waktu.

    ReplyDelete
  14. Keren, membangkitkan semangat nih, asik bacanya. Aku juga seperti itu teh, dan aku salut sama profesi guru, karena guru itu adalah orangtua saat di sekolah. Semoga kerja kerasnya berbuah pahala ya, Teh..aamiin..

    Aku baru tau Theragran-M. Pengetahuan baru nih, dan ini banyak manfaatnya juga ya, Teh. Sepertinya aku harus makan ini, cocok bisa membugarkan tubuh lagi.

    Kalau cari Theragran-M, bisa dimana aja kan ya, Teh. Misalnya di apotek2 sudah ada?

    Semoga menang lombanya ya, Teh..aamiin..

    ReplyDelete
  15. Bapakku juga Guru mbak...tapi guru jaman dahulu yang bayarannya minim. Alhamdulillah guru zaman sekarang lebih dihargai daripada zaman dahulu. tapi...aku enggak berani jadi guru hehehe...karena aku tau kalau aku enggak sesabar Bapakku....
    Salut buat guru zaman sekarang yang tantangannya semakin berat...

    ReplyDelete
  16. Barakallah mb, gak banyak orang menempuh cara halal untuk mendapatkan yang dimaui, sekalipun menjadi guru, ada aja yang pake cara gak baik huhu. Dan apa yg mb lakuin begitu menginspirasi.. Semangaaat

    ReplyDelete
  17. dimana ada kemauan disana ada jalan mbak.
    jalan hidup kita sepertinya lumayan mirip nih.
    good luck utk lombanya ya mbak

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.