7 Keringanan Ketika Berpuasa menurut Hadits



Selama berpuasa Umat Muslim betul-betul harus menjaga agar pahala puasa tidak berkurang, oleh karena itu menghindari segala sesuatu yang membatalkan puasa wajib dilakukan saat berpuasa. Namun betapa sayangnya Allah SWt kepada umatnya, Meskipun dalam keadaan berpuasa tetap diberikan keringanan-keringanan (rukhshah) yang boleh dilakukan. Keringanan ini telah dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.

Berikut 7 Keringanan ketika Berpuasa menurut Hadits: 

1.       Keringanan bagi wanita Hamil dan menyusui

Keringanan yang pertama diberikan kepada orang hamil dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka puasa ketika bulan Ramadhan apabila dia khawatir puasanya akan menyebabkan gangguan pada janin dan bayinya.  Ibu hamil membutuhkan banyak tenaga dan nutrisi yang penting bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu bisa saja dia berbuka sepanjang ia menghawatirkan kondisinya yang akan lemah apabila berpuasa.

Begitu juga bagi ibu yang sedang menyusui. Kebutuhan nutrisi yang banyak bagi bayinya lewat kandungan ASI apabila dikhawatirkan dapat mempengaruhi jumlah ASI yang keluar boleh saja berbuka puasa ketika Bulan Ramadhan.

“Dari Anas bin Malik Al-Ka’bi, bahwa Rasulullah saw bersabda ; “ Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla meringankan bagi musafir puasa dan separo dari shalat; dan bagi wanita hamil dan menyusui (Ia meringankan) puasa.” (H.R At-Tirmidzi)
Ibu hamil dan menyusui menurut Ulama Imam Syafi’I yang berbuka puasa ketika bulan Ramadhan wajib mengqada (mengganti) puasanya di kemudian hari.

2.       Keringanan bagi Orang lanjut Usia

Bagi orang tua yang telah udzur, yang tidak kuat lagi untuk berpuasa maka Allah memberikan keringanan untuknya boleh berbuka ketika Bulan Ramadhan. Seperti yang di jelaskan dalam hadits :

“Orang yang sudah lanjut usianya dan wanita yang tak mampu berpuasa. Maka bolehlah ia memberika makan.”

Orang tua yang telah udzur, sakit-sakitan diringankan untuk tidak berpuasa, karena ia tidak memiliki tenaga untuk berpuasa, sakitnya akan bertambah apabila ia memaksakan diri berpuasa. Apabila di rumah kita ada orang tua, ayah, ibu, kakek atau nenek yang telah sepuh maka bolehlah ia berbuka ketika siang hari Bulan Ramadhan karena jelas Allah memberikan keringanan kepadanya.

Apalagi dalam kondisi sakit, orang tua membutuhkan banyak asupan makanan serta obat-obaatan untuk menyembuhkan sakitnya. Maka tidak diwajibkan kepadanya untuk berpuasa.

3.       Mencicipi Rasa Makanan

Ibu-ibu yang sedang memasak biasanya mencicipi  masakannya untuk memastikan apakah rasanya sudah pas atau ada yang kurang. Ketika sedang berpuasa menurut hadits yang diriwayatkan oleh  Ibnu Abbas boleh saja wanita yang ingin mencicipi masakan asal tidak melewati kerongkongan atau tertelan. Namun apabila ia meraa khawatir dengan puasanya menghindari dari rasa masakan itu juga lebih baik.

Dari ibnu Abbas :

                “Tak apa bagi wanita yang ingin mencicipi rasa cuka atau apa saja yang akan dibeli”
artikel terkait : Hindari 7 Hal yang membatalkan puasa menurut Hadits

4.       Celak dan Tetes Mata

Dalam pandangan sebagian ulama, tidak ada satupun hadits yang membicarakan tentang boleh atau tidaknya pemakaian celak pada saat berpuasa serta hukumnya namun dalam Fiqih Sunnah Sayid Sabiq memaparkan tentang pemakaian celak dan tetes mata boleh saja dilakukan karena mata bukanlah rongga yang tembus sampai perut. Hal ini juga dijelaskan oleh ulama Madzhab Syafi’i.

5.       Injeksi

Dalam keadaan tertentu kita terpaksa melakukan injeksi untuk pengobatan suatu penyakit, maka injeksi yang dilakukan kepada orang yang dalam keadaan berpuasa tidaklah membatalkan puasanya. Namun ada beberapa injeksi yang terasa sampai ke kerongkongan maka berhati-hatilah jatuh hukum makruh melakukan injeksi ketika berpuasa.

6.       Mandi

Hukum mandi ketika berpuasa boleh dilakukan. Hal ini didasarkan pada hadist :

“Dan dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari seorang lelaki sahabat Nabi saw. Ia berkata: “Saya pernah melihat Nabi Saw mengucurkan air ke atas kepala beliau agar jangan kepanasan ketika beliau sedang berpuasa.” (H.R Abu Daud, Ahmad dan An-Nasa’i)

Mandi ketika siang hari dapat mengurangi rasa panas pada tubuh, Dalam hadits ini dibolehkan mandi ketika sedang berpuasa, tidak mengapa jika badan terasa gerah dan panas untuk mandi. Namun dalam Madzhab Hanafiah memakhrukhkan mandi bagi orang yang sedang berpuasa.

7.       Berkumur dan IstinSyaq

Adapun berkumur boleh dilakukan ketika berpuasa asal tidak berlebihan. Berlebihan yang dimaksudkan adalah berkumur yang dialkukan berulang ulang sehingga secara tidak sengaja tertelan air meskipun sedikit. Untuk itu ketika berkumur-kumur hendaknya dilakukan berhati-hati agar tidak ada air yang tertelan sehingga merusak pahala puasanya.

Sedangkan Istinsyaq yakni memasukkan air ke dalam hidung tidaklah membatalkan puasa namun sama halnya dengan berkumur, istisqa hendaknya dilakukan hati-hati sehingga tidaklah merusak pahala puasanya.



7 comments

  1. nah aku masih ga bisa untuk cicipi rasa mba jadi klo masak biasanya aku masak setelah tarawehan makannya maleman klopun masak sore biasanya sebangsa tajil kolak, gorengan, sop buah yang sdh yakin rasanya ya begitu hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..Kalau kita bisa menghindarinya itu lebih diutamakan

      Delete
  2. meskipun ada keringanan berpuasa utk busui, tapi sayang juga kalo ditinggalin ya mbak, inget bayar hutangngnya hehe

    ReplyDelete
  3. Thanks mba Yurma, sudah diingatkan mengenai 7 keringan ketika berpuasa.
    Meski bolah absen, tetap kudu bayar dong ya :-D

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah telah membantu menginformasikan mba. Mencicipi memang bisa asal jangan kebablasan makan. Hehe

    ReplyDelete
  5. Aku lagi menyusui mba. Alhamdulillah di hari pertama berhasil n tetap fit. nah selanjutnya mulai tumbang plus si baby diare.. walhasil ga puasa lg. tp masih mau nyoba juga sih hehe..

    ReplyDelete
  6. kalau nyicipin makanan biasanya tak lepeh lagi kalau kira2 udah kerasa pas, hihii..semoga puasanya tetap sempurna ya..aamiin

    ReplyDelete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.