Main ABC sebelum tidur dan ketika menunggu hujan berhenti.

                             "Sebutkan nama nama buah!"
                             "A, B, C, D,...."!

Bermain sebelum tidur hehe..

Jari jemari mungil berebutan menyembul dari genggaman. Ada yang mengulurkan dua jari, tiga, bahkan 10 jari.  Satu orang bertugas mengelilingi satu persatu jemari teman temannya yang lain. Di mulai dari huruf A, B, C dan seterusnya hingga semua jari mendapatkan giliran untuk diberikan identitas.  Jari terakhir yang mendapat giliran adalah huruf terakhir yang disebutkan. Nah, setiap anak berebutan memikirkan nama nama buah yang awalnya dimulai dari huruf yang terakhir disebut.
Setiap anak yang tidak bisa menyebutkan nama yang diminta akan mendapatkan hukuman.


Bermain tidak memerlukan uang, 
bermain hanya membutuhkan semangat untuk bersama


Permainan ini yang selalu menjadi alternatif pengisi waktu luang. Aku suka sekali dengan permainan ini, tidak membutuhkan alat apa pun, bisa dimainkan dimana saja, kapan saja, dan berapapun orang yang bermain.

Suatu waktu kerinduan ku memuncak dengan permainan tempo dulu. Karena bermain bisa menghabiskan waktu, bermain membuat kita lupa dengan yang lain, bermain juga membuat hari hari yang panjang terasa pendek. 

Bermain tidak memerlukan uang, bermain hanya membutuhkan semangat untuk bersama, bermain tidak membutuhkan paksaan karena bermain bukanlah kewajiban namun bermain adalah keikhlasan. Ikhlas menang ikhlas kalah ikhlas bergembira ikhlas lelah ikhlas menderita ikhlas menjadi juara. Bermain tak butuh uang, bermain hanya butuh keinginan, bermain juga butuh keikhlasan menerima kekalahan. Bermain adalah semangat untuk bersama-sama

Sekarang anak-anakku  terlihat menyenangi permainan masa kecilku dulu, apabila ada waktu menganggur sedikit saja mereka sudah merengek memintaku memandu permainan ABC. Lain waktu si 'Abah' ayahnya ikutan bermain. Dan ketika giliran menyebutkan nama-nama benda yang diminta mereka selalu berebutan menyebutkan terlebih dahulu. Seru..

Permainan Masa Kecil yang tak Terlupakan

Masa kecilku dihabiskan di desa yang jauh dari tekhnologi. Mungkin zaman itu sekitar tahun 1980-an hingga awal 1990-an tekhnologi belum terlalu berkembang pesat seperti saat ini. Hiburan yang ada cuma televisi. Itupun hanya satu rumah yang mempunyainya. Saban Minggu pagi kami pergi ke rumah orang yang mempunyai televisi dan beramai-ramai menonton hiburan di sana.

Permainan-permainan yang sering kami mainkan waktu kecil dulu antara lain:

Petak umpet.

Bermain petak umpet bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kadang kami bermain ketika menjelang maghrib saat menunggu Adzan maghrib, bisa saja kami bermain ketika menunggu waktu bel masuk berbunyi atau ketika sore hari saat pulang sekolah. Bermain petak umpet banyak suka dukanya. Sukanya kalau berkali-kali si penjaga tidak pernah mendapatkan kesempatan bersembunyi. Jika dia nggak sabaran akhirnya merajuk dan menangis. Ha..ha.. Aku keseringan sih, emosi karena gak jago dalam bersembunyi. ketahuan terus. dan jaga terus.

Karet tali 

Bermain karet tali membutuhkan keahlian. Keahlian melompat, keahlian strategi dan tentunya tenaga. Aku punya teman yang jago sekali main tali. Badannya kecil namun lompatannya tinggi sekali. Sekali main dia bisa sampai junjungan masih belum kalah juga. Kalau bermain karet tali ada dia, pasti kami akan berusaha mencari permainan lain. ha..ha..

Kucing-kucingan

Nah, permainan ini aku jagonya. karena tanganku tergolong berukuran lebar daripada teman-teman seumuranku. Pernah suatu ketika kami bermain kucing-kucingan sampai buah hitampun aku masih tak terkalahkan. hihi...


Baju-bajuan

Bermain baju-bajuan sama seperti baju-bajuan yang dimainkan oleh anakku saat ini. dalam satu lembar karton bergambar baju-bajuan pasti ada orang-orangan 2, baju dengan berbagai bentuk dan model. serta aksesoris seperti tas, sepatu, topi dll.

Masak-masakan

Barang-barang yang digunakan untuk permainan masa kecilku jangan dikira sama seperti permainan masa kecil  anak-anakku sekarang. Benda-benda yang digunakan adalah tempurung kelapa, kayu, daun-daunan, serbuk batu bata maupun biji-bijian yang berlimpah di desa.

Congklak

Bermain Congklak adalah permainan seru bagiku, karena setiap bermain selalu berbeda strateginya. akibatnya kita membutuhkan perhitungan dan strategi yang mendalam terhadap permainan ini. permainan congklak di zamanku dulu tidak seperti congklak zaman kini. Kami dahulu bermain congklak di tanah. Lubang-lubang congklak dibuat diatas tanah dengan batu-batuan sebagai bijinya. Tapi keseruan ketika bermain itulah yang selalu kurindukan.

Inilah permainan masa kecilku yang tidak pernah terlupakan. Semakin mengenangnya semakin jelas rasa rindu terhadap masa laluku. Rindu dengan teman-teman masa kecil, rindu dengan tawa canda dan kebahagiaan, serta rindu dengan kebersamaan. Semoga yang membaca tulisan ini dapat mengambil pelajarannya. Di zaman modern dan tekhnologi yang sudah sedemikian maju saat ini sudah saatnya kita menggalakkan kembali permainan masa kecil kepada anak-anak kita. Karena bermain merupakan kebahagiaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Giveaway yang diadakan oleh mama Calvin dan Bunda Safa


21 comments

  1. A B C ada berapa... hihi... saya suka memainkan permainan ini sama anak-anak saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba sekaligus mengasah kosa kata untuk anak-anak hehe..

      Delete
  2. Kalo saya sih sukanya main layangan, maklum saya cowok. Tapi uniknya permainan ini masih eksis sampai sekarang. Cek di amir-silangit.blogspot.co.id/2016/01/mengenang-era-90-dengan-memainkan.html?m=1 Btw sukses ya buat GA nya. Terimakasih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cowok mah layangan, gundu, hehe. Trimakasih udah berkunjung

      Delete
    2. Iya, cowok mah layangan, gundu, hehe. Trimakasih udah berkunjung

      Delete
  3. suka main2an ini bareng adek kalo mau tidur, yang ada kehebohan menjelang tidur hihiiii

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Kangennya jadi terobati kalau anak-anak kita merasakan indahnya permainan kita dahulu ya mak..

      Delete
    2. Kangennya jadi terobati kalau anak-anak kita merasakan indahnya permainan kita dahulu ya mak..

      Delete
  5. main A B C aku masih suka main sama keponakan2 ku mba, memang permainan jaman dulu ngangenin kalau ada pintu ajaib doraemon bisa kembali ke jaman anak2 :)

    ReplyDelete
  6. Petak umpet & kucing2an itu paling suka. Pokoknya suka yg ada lari2nya.

    ReplyDelete
  7. Petak umpet & kucing2an itu paling suka. Pokoknya suka yg ada lari2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. Temannya banyak cowoknya ga. Kalau iya kita samaan dong mba.. Tapi karena sekitar rumah memang banyak cowok sih.

      Delete
  8. Main ABC melatih anak-anak untuk berfikir mencari sebuah kata dengan huruf yang sudah ditentukan ya. Terima kasih sudah berpartisipasi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama sama mba, sukses selalu untuk GA nya.

      Delete
  9. ABC lima dasar aku paling semangat kalo nama-nama makanan.. pas sampe di huruf K, aku dulu pasti nyebut KFC hahahahaha

    ReplyDelete
  10. kalo maen kucing kucingan biasanya diselipkan di pelajaran olahraga aku mb hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kucing kucing an di tempat ku itu yang bola bekel Kalo istirahat orang orang deh.

      Delete

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.