December 2015 - Yurmawita's Blog Archive for December 2015
Thursday, December 31, 2015

Wisata Keren ke Bukittinggi

Setelah postingan terdahulu tentang Wisata (Keren) di Sumatera Barat bagian 1 yakni Kota Padang, sekarang kita lanjut lagi travelingnya ya...

Oya, Postingan ini terbagi menjadi beberapa seri lho...

Wisata ke Bukit Tinggi
Wisata ke Batusangkar
Wisata ke Sawah Lunto

Yuks, trip selanjutnya...

Wisata ke Bukittinggi

Masih di Sumatera Barat perjalanan selanjutnya menuju ke  arah utara dari kota Padang.Salah satu daerah di Sumatera Barat penyumbang wisatawan terbesar yaitu Bukittinggi.  Berbagai tempat yang menjadi tujuan para wisatawan banyak terdapat disini. Keunikanya adalah tempat wisata yang berdekatan antara satu dan lainnya sehingga memudahkan pengunjung untuk berwisata. 

Air terjun Lembah Anai

Selepas Subuh kami melanjutkan perjalanan menuju Bukittinggi. Sepanjang jalan nafas terasa segar karena kanan kiri jalan kita akan melewati perbukitan nan hijau.  Dua gunung besar akan menemani perjalanan menuju kota Bukittinggi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kedua Gunung besar tersebut seakan akan mengapit perjalanan kami karena letak jalan lintas persis ditengah tengah Gunung api tersebut.

Ketika melewati rerimbunan pepohonan mata akan dimanjakan dengan pemandangan unik yakni Air terjun yang persis berada di samping jalan lintas. Inilah air terjun Lembah Anai.  Semburan airnya dapat kita rasakan dari kendaraan yang kita tumpangi. 

Dahulu ketika perlintasan Kereta api masih di fungsikan. Kereta yang melewati air terjun akan basah tersiram air karena rel kereta persis berada di bawah air terjun. 

Beristirahat di bawah curahan air terjun  Lembah Anai lepaslah segala penat, mata akan melek kembali, fikiran akan terasa segar kembali.
 Beberapa pengunjung berhenti sejenak melepas lelah dan menikmati curahan air terjun. Apabila Anda mau beristirahat tidak perlu khawatir tidak mendapat tempat parkir, karena di pinggir jalan Anda bisa memparkir kendaraan tanpa harus mengganggu perjalanan kendaraan lainnya. 



(View Air terjun dari kendaraan)
















Setelah melewati pegunungan tibalah di Kabupaten Padang Panjang.  Sebuah tempat yang menjadi tujuan para santri menuntut ilmu agama sejak zaman dahulu. Bahkan saking lamanya dari cerita kakekku dia pernah menuntut ilmu di sini. Di kanan kiri jalan tulisan kaligrafi menyambut pengunjung, bangunan asrama berada di sepanjang jalan Padang Panjang. Slogan Serambi Makkah terdapat di berbagai plakat yang hampir ada di setiap persimpangan.


Disini ada banyak pesanteren tua yang sudah berumur ratusan tahun. Hal ini pula yang menjadikan Padang Panjang dikenal dengan ikon Serambi Makkah.

Jam Gadang

Kurang lebih 2 jam perjalanan kita memasuki wilayah Bukittinggi, suasana sejuk masih terasa karena daerah ini memang berada diatas perbukitan. Kebetulan cuaca sedang bersahabat jadi perjalanan kali ini tidak membosankan. 

Berbekal pemandu jalan yang ada di sepanjang jalan kota Bukittinggi kami akirnya sampai ke pusat kota Bukittinggi. Tujuan pertama yaitu Wisata Jam Gadang. Ikon Minangkabau ini merupakan bangunan tugu yang dapat menjadi penunjuk waktu bagi masyarakat sekitarnya, sebuah jam buatan Kolonial Belanda menjadi daya tarik tersendiri. 

Pengunjung di hari libur sangat padat, Anda harus berjalan kaki menuju Jam Gadang  tidak perlu khawatir kecapean karena perjalanan tidak terlalu jauh untuk menuju Jam Gadang. Disini banyak sekali penjual cinderamata khas Bukittinggi, berupa kaos, handmade maupun jajanan.

Benteng Fort De Kock

Tak Jauh dari lokasi Jam Gadang ada sebuah benteng peninggalan Kolonial yaitu Benteng Fort De Kock. Anda cukup berjalan kaki saja. Ada jembatan yang menghubungkan berbagai tempat wisata di Bukittinggi ini yaitu Jembatan Limpapeh. Jembatan ini menghubungkan berbagai kawasan wisata yaitu Jam Gadang, Benteng Fort De Kock, Taman Satwa, serta Balai Adat.

Balai Adat Rumah Bagonjong

Sebelum memasuki Taman Satwa, kita akan disuguhkan dengan wisata Rumah Adat Minangkabau yaitu Rumah Bagonjong. Di sini Anda bisa berfoto dengan latar rumah Bagonjong. Apabila ingin tau lebih banyak tentang Rumah Adat ini Anda bisa memasukinya dan melihat-lihat koleksi yang ada di sana. Berhubung anak-anak tidak terlalu tertarik untuk melihat koleksi di dalam balai adat kamipun segera menuju taman satwa yang letaknya persis dibelakang rumah adat.



Taman Satwa                                                                                                                                                     (Didepan Rumah Adat Bagonjong)

Berlibur bersama putra putri tercinta jangan lewatkan melihat-lihat taman satwa. Letaknya tak jauh dari lokasi Jam Gadang. berbagai hewan-hewan langka dipelihara dan dirawat di sini. Harimau Sumatera, Macan tutul, Beruang, berbagai jenis burung, serta rusa menjadi daya tarik tersendiri para pengunjung taman. Tiket masuknya untuk dewasa Rp 10.000 sedangkan anak-anak Rp 8000,-. Ada sepasang harimau Sumatera yang menarik perhatian pengunjung gerak nya yang atraktif begitu menghibur pengunjung. Tapi sayangnya hariamau yang berbadan lebih besar mengalami patah kaki kiri sehingga gerakannya tidak terlalu aktif. 

Lubang Jepang

Masih di kawasan Wisata Kota Bukittinggi sekitar 1 kilometer Anda bisa mengunjungi wisata sejarah yaitu Lubang Jepang. Terletak di antara wisata Jam Gadang dan Wisata Ngarai Sianok. Lubang Jepang menjadi daya tarik tersendiri karena letaknya menyeruai terowongan. Sayangnya kami tidak sempat ke sana karena hujan mulai turun.

Ngarai Sianok

Kita lanjutkan perjalanan berwisata di Kota Bukittinggi ini dengan mengunjungi wisata alam yaitu Ngarai Sianok. daerah ini berupa kawasan lembah yang dibatasi langsung oleh bukit-bukit kapur yang tinggi menjulang yang menjadi daya tarik adalah view yang ditawarkan oleh kawasan wisata ini adalah persawahan sekaligus bukit kapur seakan-akan sebagai dindingnya.
Untuk menuju kawasan wisata Ngarai Sianok Anda harus berjalan menuruni jalan setapak sekitar 200 meter. Ternyata anak-anak semangat sekali menyusuri jalan setapak itu. Tak sedikitpun gurat kelelahan di wajah mereka.

Miniatur Tembok Cina

Masih dikawasan wisata Ngarai Sianok, perjalanan selajutnya adalah meniti jembatan gantung yang menghubungkan tangga-tangga kecil dibatasi oleh dinding-dinding persis seperti tembok Cina. Karena membawa anak-anak saya mengurungkan niat meniti jembatan gantung. sebenarnya penasaran juga sih, tapi berhubung suami tidak mengizinkan jadi kita hanya mengambil foto-foto dari seberang jembatan saja.

Tak terasa sudah menjelang sore, rasa nya masih mau lama disini. Tapi anak-anak sudah terlihat lelah dan mulai rewel. Oke.. Saatnya berburu mainan dulu supaya mereka gembira kembali.  Tenang kok, di seputaran jam Gadang buanyak sekali penjual mainan anak-anak. 

Setelah Puas menikmati keindahan alam dan wisata yang ditawarkan Kota Bukittinggi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Batusangkar. Terimaksih telah mengikuti perjalanan kami ya... kita akan lanjutkan perjalanan yang tidak kalah serunya di Kota Batusangkar. Sampai jumpa di Batusangkar. 

Wisata Sejarah Sawahlunto (Wisata Keren Sumatera Barat)

Setelah melepas lelah di Batusangkar. Trip selanjutnya kita menuju kota metropolitan di masa lalu Sawahlunto. Sawahlunto adalah salah satu kota di  provinsi Sumatera Barat letaknya berada di sebelah timur Bukittinggi.  Bisa ditempuh dengan jalan darat, sekitar 4 jam perjalanan dari Bukittinggi. 

Pukul 8.00 WIB kami mulai perjalanan dari Kota Batusangkar menuju Sawahlunto. Memasuki  kawasan Sawahlunto mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan perbukitan hijau. Tak lama gerbang selamat datang kawasan Sawahlunto terlihat dan menjadi pertanda bahwa perjalanan kita sudah mencapai tujuan. 

Memasuki Sawah Lunto

Disini jejak jejak peradaban masa lalu terlihat sangat nyata.  Bukti bukti kejayaan Sawahlunto dapat dilihat dari masih bisa dinikmati peninggalan sejarah. Kawasan perkotaan Sawahlunto jika dilihat dari gerbang selamat datang seperti lembah yang dikelilingi perbukitan. 

Kejayaan Sawahlunto  bermula dari ditemukannya  kandungan batubara oleh seorang ilmuan Belanda  di negeri ini. Setelah melewati serangkaian penelitian ternyata kandungan batubara di Sawahlunto amat besar. Oleh pemerintahan Belanda dibuatlah dua proyek besar demi menunjang terciptanya impian kompeni masa itu.

Bukit yang bertuliskan Sawahlunto

Proyek yang pertama yaitu proyek tambang batubara yang akan diambil dari tanah Sawahlunto. Sedangkan yang keluar adalah proyek pembangunan rel kereta api yang bertujuan untuk membawa batubara ke luar Sawahlunto. Rencana para kompeni batubara tersebut akan dibawa ke luar negeri. 
Untuk mewujudkan proyek pertama yang dilakukan oleh Kompeni adalah membangun tambang di bawah tanah. Tujuan dari pembangunan tambang batubara dibawah tanah adalah sebagai tempat memperkerjakan para tahanan.

Para pekerja tambang adalah mereka yang sudah menjadi tahanan Belanda. Asal daerah para tahanan adalah dari berbagai daerah ada yang berasal dari Jawa, Bugis, maupun Melayu sendiri.  Para Pekerja bekerja dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rantai kaki yang terbuat dari besi Rantai tangan yang juga terbuat dari besi, mereka dipekerjakan di tambang bawah tanah sehingga tidak memiliki akses keluar sedikitpun. 

Tak sedikit dari pekerja paksa yang meregang nyawa ditambang.  Oleh pemerintah Belanda jenazah para tahanan di kuburkan secara masal dengan identitas nomor tahanan yang ada di gelang yang dimiliki para tahanan. Pl Gelang tersebut disesuaikan dengan nomor yang dicap dengan besi panas pada lengan para tahanan.

Jumlah pekerja tambang yang menjadi pekerja paksa setiap saat terus bertambah seiring dengan kebutuhan tenaga kerja untuk mengeksplorasi kekayaan Sawah Lunto. Sebagian pekerja paksa dikerahkan untuk membuat terowongan kereta api melintasi bukit sedalam 850 km. Namun belum selesai terowongan dikerjakan sudah berganti penjajah. 

Mesjid Tua Nurul Islam

Kami beristirahat di masjid Nurul Islam. Dahulu mesjid ini merupakan PLTU. Menara mesjid yang menjulang tinggi dulunya adalah tempat penampungan batubara yang telah selesai di olah untuk dikirim ke seberang pulau Sumatera selanjutnya dibawa oleh kereta api menuju pelabuhan Teluk Bayur kala Itu. 

Museum Stasiun Kereta Api

Selanjutnya kita akan mengunjungi museum Kereta api Sawahlunto. Dulunya merupakan stasiun kereta api yang membawa batubara keluar Sawahlunto. Di tahun 2005 stasiun ini tidak lagi difungsikan dan dijadikan museum. 

Foto Terowongan kereta api yang belum selesai dikerjakan

bangkai kereta api yang dulu pernah beroperasi

Di dalam museum ada banyak koleksi antara lain yang berkaitan dengan perkeretaapian, dokumentasi pekerja tambang, serta video tentang aktivitas pekerja tambang. 
Stasiun Kereta api 

Sekitar 100 meter dari stasiun terdapat tabung raksasa yang berjumlah 3 buah letaknya berdampingan. Tabung ini disebut Silo. Silo ini merupakan tempat pengolahan batubara sebelum di angkut ke luar Sawahlunto. 

Lubang Mbah Soero

di dalam lubang Mbah Soero

baca juga wisata keren di Kota Padang, Wisata keren Bukittinggi, Wisata Budaya ke Batusangkar
Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke arah pusat kota, disini terdapat salah satu lubang bekas tambang batubara bawah tanah  yang masih bisa diakses yaitu lubang Mbah Soero.  Untuk bisa memasuki lubang mbah Soero kita harus menggunakan peralatan tambang yaitu topi lapangan dan sepatu boat. Peralatan ini dimaksudkan untuk melindungi pengunjung dari air tanah yang merembes dari sela sela dinding lubang. 

Di sini kita akan dipandu oleh abang abang yang bertugas, ia sangat ramah, sepanjang perjalanan di lubang tambang ia menceritakan semua tentang sejarah tambang tersebut. Sepanjang perjalanan, terdengar suara penambang serta aktivitas menambang suara itu berasal dari audio yang dipasangkan di kanan kiri lubang, sepanjang lubang dipasang selang blower yang berfungsi memasok udara segar agar pengunjung tidak merasa sesak akibat kekurangan oksigen. Dahulu ketika para pekerja menambang mereka menggunakan tabung Oksigen. 

Beberapa sudut terdapat ruangan kecil berukuran 2×1 meter merupakan tempat berlindung para pekerja ketika ada roli yang melintasi. Beberapa lubang dahulunya tertutup semen, setelah dibongkar ternyata terdapat tulang tulang tengkorak yang merupakan kuburan para pekerja tambang. Oleh petugas museum tulang belulang tersebut dikumpulkan dan dikuburkan secara masal di tempat yang lebih layak. Lubang Mbah Soero berakhir di halaman rumah penduduk. Tak jauh dari galeri peralatan tambang. 
Batu nisan tempat kuburan massal

Gudang Ransoem

Perjalanan selanjutnya menuju gudang ransom.  Tempat ini merupakan gudang makanan untuk pekerja tambang. Untuk memenuhi kebutuhan pangan pekerja yang berjumlah ratusan orang maka wajar kalau peralatan disini ukuran nya besar besar. Selain itu disini juga terdapat generator untuk memasok listrik di Sekitarnya. 
wajan tempat memasak 

Tempat menanak nasi
generator sebagai pemasok listrik

Masih di Lokasi Gudang Ransoem terdapat galeri Science yang menjadi daya tarik terse ndiri.  Disini menyediakan berbagai percobaan sain. Pengunjung boleh mencoba menggunakan alat alat dengan panduan yang ada di sana. Misalnya cermin seribu bayangannya, Percobaan Menara Hanoi, Hukum Termodinamika, Magic sain, dll. 

cermin seribu bayangan
Tidak terasa hari sudah menjelang sore, beberapa tempat wisata belum sempat dikunjungi,  kami segera beristirahat. Yang jelas ada decak kekaguman di dalam diriku tentang betapa luasnya Indonesia dengan beragam cerita sejarah di dalamnya. 

Subhanallah tak terhenti ucapan syukur telah melihat sedikit nikmat Mu. 
Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya... Menuju danau Singkarak.

terimakasih sudah mengikuti perjalanan kami berwisata ke Bukittinggi, Wisata sejarah ke Sawahlunto, Wisata Budaya ke Batusangkar

Tuesday, December 29, 2015

Wisata Alam (Keren) ke Sumatera Barat

Liburan kali ini sebenarnya tidak berencana mau keluar kota, persediaan dana yang pas pasan hingga waktu yang singkat kalau mengikuti jadwal suamiku. Waktu libur cuma 4 hari kiranya masih terlalu singkat kalau mau liburan ke lokasi yang jauh.


Setelah mempertimbangkan masalah waktu serta dana akhirnya kami sepakat untuk traveling yang dekat dekat ajah, oke.. Akhirnya sepakat di West Sumatera.

Nah, karena banyak sekali temapt-tempat menarik di Minangkabau maka postingan kali ini kita ke Kota Padang, ada lagi Wisata ke Bukittinggi, Wisata ke Batusangkar, Wisata ke Sawahlunto. Terimakasih  sebelumnya ya, sudah mengikuti perjalanan kami.

  @@@


Berangkat dari Bengkulu sengaja menjelang maghrib dengan niat besok pagi pagi bisa menikmati landscape negri urang awak. Ternyata prediksi suamiku benar, ketika terbit mentari hawa minang sudah menyeruak di perjalanan. Aroma nasi padang seakan akan menjadi sajian ternikmat manakala kanan kiri jalan sepanjang Painan disuguhkan pemandangan persawahan dikaki bukit hijau. Indah memanjakan mata.

Selang seling dengan landscape persawahan mata kita dimanjakan oleh pemandangan yang tak kalah indah yaitu pantai.  Landscape pantai menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena tofografi wilayah bagian selatan hingga barat Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga pantai merupakan bagian dominan dari provinsi provinsi yang berada di pinggir Pulau Sumatera.

Pantai Carocok

Pukul 8.00 wib kami beristirahat di Pantai Painan nan elok yang dikenal dengan Carocok Painan. Hangat nya mentari, sejuknya udara pantai serta merta membuat kami segera menengelamkan diri bersama pengunjung pantai yang datang dari berbagai kota. Hal itu dapat terlihat dari plat kendaraan pengunjung yang beragam, Ada BA, BD, B, BM, BH dll

Pantai Carocok 

Ada sedikitnya 5 pulau berada di tengah tengah lautan yang dapat diakses dari Carocok Painan.

Berbagai cara tempuh pengunjung untuk dapat menikmati keindahan pulau pulau kecil tersebut.  Sebut saja Speedboat, kapal kapal kecil, hingga banana boat. Ada dua pulau yang bahkan sudah bisa diakses dengan jembatan penghubung sehingga pengunjung bisa berjalan kaki menikmati pulau pulau kecil itu.
Pengunjung selalu ramai mengabadikan foto-foto di depan Plang merek Carocok Painan

Jika Anda kepanasan tidak perlu khawatir, disekitar pantai banyak penjual topi lebar dan kaca mata hitam untuk melindungi kulit Anda, baru baju yang menjadi ikon pantai Carocok maupun Minang. Masalah harga tidak perlu khawatir kantong jebol, masih terjangkau kok. Jika pandai menawar Anda bisa mendapatkan barang dengan harga miring.

Bukit langkisau

View Pantai di atas Bukit Langkisau

Puas dengan pemandangan di bibir pantai, kami mencoba menjajaki tantangan lainnya yakni Bukit Langkisau. Nah, disini kita harus mendaki kurang lebih 800 meter, awas hati hati jika Anda mengalami masalah dengan ketinggian soalnya bukit ini menawarkan view dari ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut. Benar Benar memacu adrenaline deh... Kamu harus benar benar meyakinkan diri tidak gamang ya... View yang ditawarkan oleh bukit ini benar benar membuat saya terkagum kagum, anugerah luar biasa dari Allah swt di bumi Indonesia tercinta. Kanan kiri view adalah bibir pantai nan indah dihiasi perahu nelayan.


Plang merek Pantai Carocok yang besarnya kurang lebih 1 x 1 meter saja terlihat hanya seukuran jempol tangan jika dilihat dari Bukit Langkisau. Perahu nelayan terlihat seperti titik titik yang bergerak di tengah tengah lautan. Aktivitas pengunjung pantai seperti butiran pasir, sungguh sebuah landscape yang tiada tertandingi. 

Jika anda mempunyai jiwa petualangan jangan lewatkan menikmati indahnya pantai dari udara dengan para penjelajah paralayang.  Beberapa resort yang ditawarkan pemiliknya untuk disewakan kepada pengunjung menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmati malam di puncak bukit Langkisau.

Karena saya sudah gemeteran akibat berada di ketinggian akhirnya kami memutuskan untuk turun, paling tidak rasa penasaran sudah terbayarkan. Rasa yang sama Ternyata juga dialami oleh suami.   Pusing akibat ketinggian hehe...


Pelabuhan Teluk Bayur

Perjalanan selanjutnya masih melewati kaki bukit dengan view bibir pantai nan indah. Aktivitas yang cukup padat mulai terasa, beberapa truk minyak terlihat hilir mudik  menuju bibir pantai, rupanya tak jauh dari sana ada pelabuhan yang fenomenal yaitu Teluk Bayur.  Sejarah bercerita tentang peranan pelabuhan ini yang begitu besar sebagai penggerak perekonomian wilayah barat Sumatera.

Sekitar 1 jam perjalanan mata disuguhkan kembali dengan berbagai landscape cantik di bawah perbukitan mula mula terlihat seperti danau yang langsung berada di kaki bukit namun setelah mendekat ternyata bukan danau melainkan semacam teluk yang berbatasan langsung dengan laut Luas. Beberapa perahu nelayan sedang bersandar di pinggir nya.

Belum puas dengan landscape pantai mata kembali dimanjakan dengan landscape persawahan membentang bak permadani, warna hijau serta aroma khas daun padi yang masih menghijau menyeruak ditengah perjalanan.  Ciri khas persawahan di negeri minang ini yakni langsung berada di kaki bukit bukit kapur.

Sepanjang perjalanan di daerah Painan siap siap menggelitik hidung Anda, kanan kiri jalan banyak penjual durian.  Durian Painan sangat terkenal dengan kelezatan rasanya cocok sekali bagi Anda yang memang maniak buah khas negeri kita. Wajar jika Painan penghasil buah durian sebab kanan kiri sepanjang perbukitan pohon pohon durian menjadi tumbuhan yang dominan disamping rambutan dan manggis.

Pukul 10. 00 kami mulai memasuki Kota Padang, suasana Kota dengan segala hiruk pikuk nya semakin menyemangati perjalanan kami, kemacetan menyambut kami, antrian menuju pusat kota didominasi oleh truk truk besar pengangkut bahan pangan maupun untuk kebutuhan bongkar muat menuju pelabuhan Teluk Bayur. 

Untunglah tidak terlalu lama kemacetan pun bisa teruarai. Perbaikan jalan By Pass adalah penyebab dari kemacetan ini. Kota Padang ternyata kota besar, untunglah ada bantuan dari Google Maps yang selalu setia memandu perjalanan kami. Namun kadang juga harus jeli melihat maksud dari si mbah Google map.  Kalau tidak bisa salah belok haha.. Ini beberapa kali kejadiannya kita udah nyetel google map terus Directions view, nanti Akan keluar tanda biru sampai ke tujuan yang dimaksud, nah kita tinggal mengikuti arah panah dari Google map tersebut. 

Namun ketika tiba di persimpangan logika ku sering bersebrangan dengan arah panah tersebut pas udah belok eh, taunya berlawanan arah.  Jadi harus putar balik lagi. Ternyata kejadian begini membuat kita kehilangan banyak waktu di  jalan. 

Ada strategi yang bisa Anda pilih jika bepergian ke tempat baru seperti kejadian yang kami alami yaitu mencari papan penunjuk jalan resmi yang biasanya berwarna hijau di sepanjang jalan.  Biasanya ketika mendekati persimpangan. 

Nah, berdasarkan petunjuk jalan dari Google maps serta penujuk jalan maka kita bisa yakin tempat yang kita tuju tidak salah. 

Pantai Air Manis 

Pantai ini letaknya di Kota padang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Ada cerita sejarah yang terkenal di negeri kita tentang pantai ini yaitu legenda si anak durhaka Malin kundang. 

Jembatan Siti Nurbaya 

View dari bawah jembatan Siti Nurbaya

Masih di dalam kota Padang terdapat sebuah tempat yang menjadi arena kongkow kongkow remaja kota ini yaitu Jembatan Siti Nurbaya, dari sini Anda akan disuguhkan pemandangan kapal kapal nelayan yang sedang beristirahat. Pengunjung dapat menikmati beberapa panganan ringan di seputaran jembatan ada jagung bakar, bakso, Mie ayam, dan. Jembatan Siti Nurbaya merupakan akses masuknya pengunjung ke makam Siti Nurbaya. Sayangnya kami melewati jembatan ini ketika malam tiba, jadi tidak bisa merekam seluruhnya aktifitas pengunjung di seputaran jembatan. Sepanjang jembatan dipasang lampu-lampu bola yang begitu indah ketika malam tiba. Lampu-lampu tersebut seperti bola yang bercahaya di langit Padang. Banyak sekali muda-mudi bercengkrama di atas jembatan, tak perlu khawatir perjalanan Anda terganggu karena pejalan kaki sudah mempunyai jalur khusus di sisi kanan kiri jembatan sehingga tidak mengganggu kendaraan yang lewat. 

macet diatas jembatan Siti Nurbaya

Puas menikmati alam Minangkabau kami melanjutkan perjalanan dengan berkeliling-keliling kota. Beberapa pusat perbelajaan menjadi pusat-pusat keramaian masyarakat di sini. Jika Anda penggemar wisata belanja berbagai pilihan tempat belanja siap menyambut Anda. Karena saya sendiri tidak hobi belanja serta mata sudah mengantuk karena kelelahan akhirnya kami beristirahat di penginapan.

Jangan khawatir tentang dimana Anda akan menginap, karena di sini banyak sekali hotel dengan berbagai kelas yang ditawarkan siap menyambut Anda. Kebetulan kami datang pas hari liburan memang penginapan gampang-gampang susah, kebanyakan penuh namun tidak perlu khawatir jika Anda giat mencari pasti akan ketemu juga. hehe.. pengalaman kami sih, mencari penginapan memang perlu kesabaran selain sabar mencari dengan bantuan mbah google, terus sabar juga menemukan harga yang cocok dengan kantong.

Oke, saatnya beristirahat, besok kita lanjut lagi ya...

Kita lanjut perjalanan wisata Sumatera Barat kali ini menuju Bukittinggi. 
Tuesday, December 22, 2015

Sepanjang masa kuberikan hadiah untukmu Ibu...

Setiap kali sisir usang menyentuh kepalanya kali Itu pula butiran hangat tak mampu ku bendung. Mengalir bak tetesan hujan. Perih memang melihatnya meringis   menahan sakit, bertaburan belasan helai rambut yang memang tak  lebat lagi.  Seketika ia memunguti rambutnya yang sudah tak tahan lagi berdiam di  kepalanya.

Masa masa Itu adalah saat terberat dalam hidup nya, ia harus berjuang melawan penyakitnya yang tak ringan. Bisa melihatnya menghabiskan setengah centong nasi saja adalah kebahagiaan bagi ku.  Senyum sudah sedemikian jauh menghiasi bibirnya lantaran rasa sakit bukan kepalang.
Tak ada lagi gurauan, tepuk riuh dari Tangannya, atau becandaan yang mengharu biru telah tergantikan dengan rintihan sakit yang memilukan. 

Ibu.. Masa itu sudah terlewati olehmu, tak ada lagi rasa sakit sudah tergantikan dengan istirahat yang panjang, penderitaanmu sudah terbayar dengan keikhlasan mu, dan Allah swt sudah mengabulkan keinginanmu untuk mengangkat semua sakit dari tubuh ringkihmu. 

Hadiah terindah untukmu selalu kuberikan tidak hanya di hari special seperti kebanyakan orang orang di luar sana,  namun lebih dari Itu, aku telah mempersiapkan hadiah terindah untukmu yang tidak bisa diukur dengan apa pun.

Hadiah yang paling istimewa untukmu, ibu... Sepanjang masa, tak terbatas oleh momen, tak terbatas oleh waktu, tak terbatas oleh ceremony.

Setiap saat, setiap waktu dalam bisikku dengan Tuhanku agar menyampaikan hadiah dariku Untukmu, Ibu...
Alfatihah...
Amin ya Allah... Lapangkanlah kuburnya, tempatkan ia di tempat yang layak, kumpulkanlah kami di syurgamu Amin...
Monday, December 7, 2015

mengisi liburan (bagian 1)

Sebetulnya mengisi liburan nih temanya, berhubung impian  jalan ke luar kota gatot alias gagal total jadi ya di rumah aja. Ditemani si penunjuk ide, tante you tube, mulailah petualangan mencari ide untuk mengisi liburan. Ñah, ketemulah ide untuk membuat bunga dari barang barang yang gampang didapat. Yakni membuat bunga dari asoi atau kantong kresek. Kebetulan di rumah banyak simpanan kantong kresek karena kalau abis belanja ke warung suka ga tegaan membuang kantong belanjanya, kan masih bagus.

Ini nih bahan bahannya:
Kantong kresek 2 buah (sesuaikan dengan warna kesukaanmu)
Lidi (bisa diganti dengan kawat bunga atau tusuk sate)
Kertas
Benang (aku pake nilon soalnya stok dirumah banyak.)
Gunting

Gampangkan bahan bahannya. Itu semua pasti ada di rumah kita. Ñah, cara membuatnya

Cara membuat,
Gunting kantong kresek sesuai dengan besar kecilnya bunga yang akan dibuat. Kira kira 2 ruas jari. Lalu gunting kertas menyesuaikan dengan kantong kresek tadi. Ukurannya boleh dibuat lebih kecil dari kantong kresek..
Kertas dan kantong kresek di tumpuk dengan aturan kertas dinbagian atas plastik dibawah. Lalu lipat ke dalam dengan posisi kertas berada di dalam lipatan.

setelah itu ambil lidi atau kawat untuk tangkai. Mulailah merangkai bunga dengan pegangan yan kuat pada bagian ujung untuk pengikat.