Mengapa Indonesia harus peduli Dunia Digital - Yurmawita's Blog Mengapa Indonesia harus peduli Dunia Digital | Yurmawita's Blog
Sunday, May 5, 2013

Mengapa Indonesia harus peduli Dunia Digital

Saat ini, hampir semua orang sudah mengenal media. Baik media cetak, elektronik, terlebih media sosial di dunia maya seperti facebook maupun twitter. Pengguna media sosial semacam ini meningkat drastis di beberapa tahun terakhir. Seperti yang dilansir oleh Sosialbaker sebuah situs yang menghususkan diri dalam perkembangan statistik media sosial. Indonesia merupakan negara pengguna media sosial nomer 4  terbesar di dunia. sedangkan Twitter digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya Bandung dan Jakarta merupakan kota dengan pengguna nomor satu dan enam di dunia. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial ini, didasari oleh karakter masyarakat yang cenderung bersifat sosial dan komunal.

Kecenderungan ini ternyata tidak berbanding lurus dengan penggunaan media digital untuk keperluan layanan publik di berbagai bidang yang menyentuh langsung masyarakat. Seperti layanan kesehatan, pendidikan hingga fasilitas umum lainnya. Saat ini, masyarakat masih harus disibukkan dengan mengisi data secara manual untuk keperluan berobat di rumah sakit maupun puskesmas. Tentu sangat disayangkan jika hal ini masih terus dilakukan hingga beberapa tahun ke depan.

Menurut Razi Thalib, pakar Tekhnologi Digital salah satu penyebabnya adalah belum meleknya masyarakat akan fungsi media digital dalam menunjang kehidupan.Selain itu cara berfikir masyarakat yang belum beranjak dari segi fungsi. Mereka cenderung berfikir untuk sekedar meniru dan menggunakan ketimbang mengeksplorasi penggunaan  media digital lebih jauh lagi.

Dalam hal berbisnis, menurutnya media digital dapat digunakan dalam mendesain pengunjung menjadi pembeli setia dengan sedikit mengedukasi tentang kegunaan dan manfaat dari produk bisnisnya. Misalnya, Anda punya produk coklat. Yang layak Anda lakukan selain menjualnya adalah mengedukasi konsumen tentang produk itu. Bagaimana mengenali coklat berkualitas tinggi, dari penampilan, aroma dan rasanya. Lalu informasikan tentang konsep Fair-Trade, di mana petani bisa menjual hasil kebun coklat  mereka dengan harga layak dan tidak dipermainkan oleh pasar. Ciptakan sebuah kesadaran bahwa berbisnis bukan hanya mereguk keuntungan semata namun menyentuh sisi kemanusiaan dan lingkungan" Tutur pria yang menjadi salah satu Personal Branding Agency, Indscript Creative.



No comments:

Post a Comment

Terimakasih ya, telah berkunjung di blog saya. Bila ada waktu luang saya sempatkan berkunjung balik. Semoga silaturrahim kita terjalin indah.