CARA MENGUBAH FILE DARI PDF KE WORD

CARA MENGUBAH FILE DARI PDF KE WORD

Hai, Kali ini aku mau share tentang Bagaimana Cara mengubah File dari PDF ke Word. Biasanya kan kalau anak kuliahan nih ada tugas dari dosen buat mencari bahan-bahan yang akan digunakan tugas kuliah atau apabila kamu bukan anak kuliahan bisa juga misalnya kalau sedang ada pekerjaan terkait dengan dokumen yang dibutuhkan.

Nah, kalau searching di internet ada tuh kan file yang bentuknya PDF. File yang berbentuk PDF ini cuma bisa read mode artinya tidak bisa di edit, sehingga menyulitkan Anda jika membutuhkan angka-angka atau data-data yang dibutuhkan dalam file tersebut.

Untuk mengedit data yang telah disimpan dalam bentuk PDF maka mau tidak mau kamu harus mengkonversikan file PDF tersebut ke dalam bentuk word agar file bisa di edit.

Cara Mengubah File dari PDF ke Word adalah sebagai berikut:

Simbol, seberapa pentingkah?


Menyimak komentar dari tamu Kick Andi di acara TV tadi malam (10 Oktober 2013) tentang latar belakang Sang Tamu menulis buku '30 hari Keliling Sumatera ', membuatku tergelitik untuk menulis tentang tema serupa.

Penulis yang mempunyai semangat tinggi untuk berkeliling Indonesia setelah sembuh dari penderitaan kanker ini menulis tentang apa yang ia lihat ketika berkeliling Sumatera. Banyak sekali paradoks yang terjadi di masyarakat baik yang terlihat maupun yang tidak terpublikasikan.

Senyum Fitri...

Butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk mengumpulkan kembali memori tentang Fitri... Hal ini disebabkan telah 2 tahun tidak mengajar dikelasnya. Namun ketika beberapa teman guru mengingatkan tentang senyum nya, langsung terbayang remaja periang, manis dan tak pernah terlihat cemberut.

Ia selalu tampil manis jika berpapasan dengan ku, senyum yang senantiasa ia lemparkan menandakan betapa ikhlas ia memberikan hadiah yang paling murah itu. Senyum tanpa beban, senyum yang ringan dan melegakan siapa saja yang melihatnya.


"Ibu..."
Selalu saja ia menghentikan langkahku baik ketika berpapasan, maupun ketika lewat di depan kelasnya. Serta merta ia akan buru-buru salaman dan meninggalkan senyum termanisnya senantiasa dibarengi dengan gaya membenarkan jilbab, terakhir sambil mengeluarkan tiupan ringan ke poni jilbab, khas siswi Madrasah.

Tidak banyak interaksi dengan si manis Fitri, hanya pada saat jam belajar 2 kali dalam seminggu. Namun kesan santun, periang dan menyenangkan selalu lekat dengan nya. Aku sempat beberapa kali menegurnya ketika jam belajar, namun hal itu kumaklumi lantaran sikap periang dan ringan tangan yang senantiasa ada padanya.

Suatu ketika aku dan suami sering sekali mampir ke sebuah warung di pinggir jalan raya Bandara Fatmawati. Warung kecil yang menjual pempek dan jajanan khas Palembang. Letaknya persis di mulut gang Perumahan Kemiling Permai. Jadi sekalian pulang ke rumah, kami mampir makan pempek  di sana.

Bapak penjual pempek yang melayani kami bercerita banyak hal, termasuk pekerjaannya menarik gerobak pempek keluar masuk perumahan, nongkrong di kantor-kantor hingga akhirnya menetap di depan rumahnya sendiri. Dari ceritanya Aku berkesimpulan betapa gigihnya sang bapak mencari nafkah buat keluarganya. Ia bercerita jika anak-anaknya juga tak pernah malu kalau orang tuanya berjualan pempek keliling. Justru mereka pengertian dengan kondisi orang tuanya. Tak jarang sang bapak berucap syukur memiliki keluarga yang tak menuntut banyak hal.

Waktu berjalan sangat cepat. Belakangan warung pempek itu telah berubah menjadi warung fotokopi dan rental komputer. Aku tak pernah lagi melihat sang bapak berjualan pempek. Entahlah, lantaran tak punya kepentingan juga. Aku hanya memerhatikan tempat fotokopian itu sekali lewat saja. Sekali waktu aku sempat mampir untuk urusan fotokopi dan melihat  pelayanan yang cukup baik dan ramah dari penjaganya. Sekilas ada kesan mirip dari sang bapak penjual pempek, mungkin ada hubungan keluarga begitu.

Sabtu, 21 September 2013
Berita yang membuat heboh seisi Madrasah menjadi perhatian semua pihak. Baik keluarga besar MAN 2 maupun pihak-pihak yang berhubungan dengan kejadian ini.

Senyum manis dari si manis Fitri ternyata tinggal kenangan bersamaan dengan tergelincirnya matahari hari itu. Dan akupun baru menyadari bahwa si manis Fitri tak lain adalah putri dari seorang bapak yang gigih berjuang bertahan hidup mencari rezeki halal di bumi Allah SWT.

Seorang bapak yang berhasil mendidik anak dengan senyum dan pantang menyerah. Sehingga hadirlah seorang fitri yang juga senantiasa tersenyum dan selalu menyenangkan.

Seorang bapak yang ulet mencari nafkah tanpa harus menyalahkan nasibnya. Sehingga hadir pula seorang Fitri selalu periang.

Selamat jalan, Nak...
Doa kami senantiasa mengiringi kepergianmu.
Senyum manismu, senantiasa menjadi barometer kami untuk selalu ingat tentangmu dan kematian yang kapan saja bisa datang menghampiri...

Maafkan ibu, buka FB mu dan menemukan gambar ini di sana


























Berbagi Damai dengan Meditasi

Meditasi tidak hanya dilakukan oleh pemeluk agama tertentu. Meditasi pun tidak hanya dilakukan oleh orang yang melakukan yoga. Meditasi dapat dilakukan oleh siapa pun yang menginginkan pikirannya tetap tenang dan terbebas dari stres, dan difungsikan untuk membantu mengembangkan kemampuan diri dalam menjalani hidup. Itulah yang dikatakan oleh Adji Silarus


Adjie, meditator muda yang kerap mengisi sesi training meditasi 'Sejenak Hening' di sejumlah perusahaan besar di Indonesia ini, selanjutnya mengatakan, “Meditasi tidak hanya dapat dilakukan di tempat tertentu, namun dapat dilakukan di mana pun. Dengan meditasi, akan diperoleh kedamaian dalam diri dan kita dapat bertindak lebih bijaksana.”

Seseorang dapat merasakan kedamaian melalui meditasi, karena meditasi ibarat alat untuk menenangkan pikiran dan mempertajam intuisi. Seperti halnya air dalam bejana yang keruh, jika kita memberinya waktu untuk tenang dan mengendap, kita dapat melihat di mana sumber kekeruhan itu bermula. “Ini yang sering disebut dengan meditative mind, yakni pikiran yang dilatih melalui teknik meditasi, agar mampu memilah mana informasi yang perlu diperhatikan dan mana yang tidak,” ujar Adjie. “Sebab, seringkali orang menjadi stress dan tidak damai, karena pikirannya terlalu fokus pada informasi yang sebenarnya tidak penting.”

Ketika pikiran sudah terlatih untuk lebih tenang, maka seseorang dapat menemukan sumber-sumber penyebab ketidakdamaian pada dirinya, dan memilahnya. Pikiran yang terlatih juga mempertajam intuisi, sehingga seseorang dapat terbantu manakala harus membuat keputusan penting. Intuisi tersebut akan membantunya menentukan mana yang terbaik dari sekian banyak pilihan atau informasi yang diterimanya.

“Untuk itu, latihlah pikiran Anda melalui meditasi. Lakukanlah meditasi di mana pun Anda berada. Ketika Anda sedang antri di suatu bank, dan merasa kesal karena antriannya panjang, maka lakukanlah meditasi. Diamlah sejenak, berkonsentrasilah pada pernapasan. Hirup dan hembuskan napas selama satu menit. Rasa kesal itu akan hilang secara perlahan. Ajaklah orang-orang di sekitar Anda yang kemungkinan sedang merasa kesal juga untuk melakukan itu. Dengan begitu, secara tidak langsung, Anda sudah berbagi kedamaian dengan sesama,” ujar Adjie.

Berbagi pengetahuan tentang manfaat meditasi dengan orang lain, sangat besar dampak positifnya, terutama dalam sebuah keluarga. “Gunakan momen meditasi bersama sebagai cara untuk mengeratkan hubungan antar anggota keluarga dan menambah keharmonisan. Sisihkanlah waktu barang satu menit, di saat semua anggota keluarga berkumpul. Tempatnya bisa di ruang keluarga, atau di halaman belakang rumah yang berrumput, atau di mana saja yang dirasa nyaman,” ujar Adjie lagi.(KT)

Manajemen Adjie Silarus ke beberapa link di bawah ini:
email: me@AdjieSilarus.com
nomor HP: 081802550247 / 087738244701
pin BB: 268ED6C1




Jalan-Jalan ke Kota Bengkulu

Sore Kamis 23 Mei 2013

Rencananya saya mau ngajak jalan Paman dan Bibi yang baru datang dari Berau Kalimantan Timur nih..
Ceritanya, Paman ku sudah 16 tahun gak pulang-pulang sejak tahun 1997. Nah, berhubung beliau dapet cuti cuma 2 minggu di Bengkulu jadi hari-hari terakhir beliau di sini tak sempetin ngajak jalan beliau beserta anak-anaknya.

Eh..ternyata hari Kamis itu agak kelabu deh... Soalnya turun hujan padahal gak diundang.
Ditunggu-tunggu hingga sore tiba, tapi hujan tetap turun. Akhirnya kepalang udah janjian, hujan-hujan Aku dan suami menjemput Paman di Talang Empat Bengkulu Tengah. Lumayan, 17 kilometer dari rumahku.

Berangkatlah kami di sopiri oleh Suamiku Mr.Beny menjemput Paman di Bengkulu Tengah lalu berangkat lagi menuju Kota Bengkulu.


Akhirnya nyampai juga pantai panjang. Nih ceritanya...Ternyata cuaca sedikit membaik, hujan tak lagi turun, namun udara terasa lembab dan dingin. Saat itu jam menunjukkan pukul 17.00 WIB

Ini foto di Pantai Jakat, tempat Pak Nelayan Bengkulu mencari ikan dan berlabuh...kalau sore begini banyak sekali perahu nelayan yang tertambat menunggu malam tiba.


Ketika pagi hari perahu-perahu itu pulang membawa hasil tangkapan. Lalu di jual ke pedagang yang telah menunggu mereka pulang dari melaut, tak jauh dari bibir pantai ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Di sini  kita sana juga bisa membeli ikan segar yang baru di tangkap.


Suasana memang agak kotor, lantaran apa yang ada di laut terdampar di daratan mengotori pantai. Ahh...seandainya saja ada petugas kebersihan pantai yang digaji oleh negara tentu kita bisa melihat pantai bersih dan indah. Hayo...para pejabat negara usulkan dong, ada PNS yang tugasnya membersihkan pantai. He...he..


Puas melihat-lihat perahu di Pantai Jakat, Kami melaju ke Benteng Marlborough... Eh sayangnya ga sempat foto deh di Benteng peninggalan Penjajah Inggris ini. Cuma sempetin fotoin Gerbang Kampung Cina yang tepat berseberangan dengan pintu gerbang Benteng Marlborough. Ini Kampung di huni oleh penduduk Chinese yang ada di Kota Bengkulu, dulunya di sini merupakan pusat kota lho... banyak gedung-gedung tua yang masih kokoh dihuni oleh burung Walet.



Tak jauh dari Benteng Marlborough, kami pergi ke Balai Kota, Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, lihat rusa.
Eh anak-anak pada senang sekali ngasih makan rusa.


Rusa-rusa itu banyak sekali dan jinak-jinak. Itu hewan dilindungi oleh negara lho...makannya buah-buahan yang banyak dijajakan di depan pagar Balai Kota itu deh...

Setelah puas melihat-lihat rusa, saatnya pergi ke Rumah Soekarno. Rumah ini dulunya tempat Presiden RI Pertama Soekarno diasingkan.

Namun sayangnya, pada saat kami sampai ke Rumah Soekarno, penjaganya sudah mau nutup rumah itu karena sudah Menjelang Maghrib alias sudah tak ada waktu kunjung lagi. Yah... padahal mau lihat isi rumahnya yang banyak sekali benda-benda tua serta foto-foto bersejarah.

Tak terasa perut terasa laper deh, Ayo mampir dulu makan bakso di Simpang Lima. Ini tempat tongkrongan yang cukup diminati. Lokasinya sangat strategis tepat di pinggir Simpang Lima, pusat Kota Bengkulu.

 
Akhirnya Adzan Maghrib tiba...Solat Maghrib di Masjid tengah kota.
Belum puas juga menyusuri kota Bengkulu, anak-anak ngajak main di Bengkulen Mall tepatnya di arena Funcity
Nah, saatnya rehat. Besok Paman dan anak-anaknya mau pulang ke Berau Kalimantan Timur. Selamat jalan Paman, kami doakan Paman dan Keluarga sehat selalu, banyak rezeki dan diberi kemudahan oleh Allah dalam menjalani rutinitas harian, peluk cium buat Akbar, Alex, Bibi, Awang, Cik Tima, dan Wan Ca... salam buat keluarga di Berau.

Semoga kita dipertemukan kembali oleh Allah SWT. Amin


Pentingnya SPF 15 untuk perlindungan optimal kulit sepanjang hari

"Kakak mau kulitnya putih, Mi." Celetuk putri pertamaku yang baru berusia 6 tahun.
Ia sering terlihat menaburkan bedak bayi pada tubuhnya setelah mandi. Bahkan siang hari ketika pulang sekolah ia rajin sekali menumpahkan bedak. Lain waktu ia terlihat berlama-lama di kamar mandi menggosok-gosokkan kulitnya dengan sabun mandi.

Fenomena kulit putih memang sangat menjamur di kalangan wanita, terlebih mereka yang memandang kecantikan itu berasal dari penampilan fisik. Kulit yang putih, bersinar, mulus memang membuat daya tarik sendiri. Kesan bersih dan cantik langsung terpancar dari seseorang yang berkulit putih. Oleh karena itu banyak orang yang berlomba-lomba menginginkan kulitnya putih.


Isi Pulsa Praktis, Tak Perlu Lama

Pertengahan tahun 2010 ketika aku mulai mengenal dunia internet dengan segala macam ruangnya, terjadi perubahan drastis dalam pengeluaran bulananku. Terasa memiliki satu orang anak lagi ternyata dunia internet mampu mendongkrak kebutuhan bulan. Mulai dari kebutuhan pulsa hp untuk sms, telpon yang bisa mencapai 50.000 perbulan, kebutuhan internet yang mencapai 100.000 perbulan, hingga harus membayar warnet ketika jaringan sedang lemot sementara ada email mendadak yang harus terkirim.

Dunia internet ternyata membawaku untuk meramaikan dunia kepenulisan dengan intensitas komunikasi yang sangat tinggi lewat jalur dunia maya. Jika kapasitas jaringan lemot, tentu sangat menghambat kerjaan yang kemudian akan berdampak bagi perkembangan karir menulis nantinya. Oleh sebab itu aku begitu membutuhkan jaringan internet yang mumpuni.



Memiliki satu modem sebagai modal untuk berkomunikasi dengan dunia maya memang terasa begitu menyulitkan terutama ketika masa berlaku hampir habis. Kirim-kirim email yang semestinya bisa dilakukan dalam hitungan detik, ternyata harus memakan waktu hingga lebih dari 30 menit. Kirim foto dengan kapasitas karakter yang besar terkadang memakan waktu lebih dari satu jam untuk beberapa foto. Belum lagi jika mengirim naskah dengan kapasitas halaman yang banyak hingga lebih dari 200 halaman disertai foto, gambar, program, tentu sangat memberatkan. Hal inilah yang membuatku terus menerus tergantung pada ketersediaan pulsa di dalam modem.


Salah satu cara yang kulakukan untuk menjaga stok pulsa adalah dengan membeli pulsa elektrik. Keberadaan agen pulsa elektrik yang menjamur saat ini memudahkanku untuk mendapatkan pulsa dimana saja berada. Ketika di tempat kerja, ada teman kerja yang menjual pulsa elektrik, di rumah juga ada tetangga menjual pulsa elektrik. Sehingga tidak perlu lagi deh repot-repot mencari counter. Apalagi jika pulsa modem habis ketika malam hari maka dengan pulsa elektrik bisa dengan mudah didapat.

Ketergantungan terhadap pulsa inilah yang kemudian mendorongku untuk mencari cara praktis dan aman membeli pulsa tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar. Setelah browshing di internet, akhirnya aku menemukan pojok pulsa.



Pojok pulsa adalah satu dari sekian banyak server pulsa elektrik nasional yang ada di Indonesia. Pengalaman lebih dari 4 tahun menangani transaksi pengisian voucher elektrik menjadikannya menjadi salah satu server pulsa yang diminati oleh berbagai kalangan. Sesuai dengan tujuan pojok pulsa yakni membantu menyederhanakan pengisian voucher elektrik oleh penjual dan pemula yang ingin melakukan bisnis pulsa serta memudahkan untuk melakukan order semua stok voucher elektrik dari dealer dan distributor yang dikonversikan menjadi satu bentuk pembelian (deposit).

Kemudahan di pojok pulsa
Pojok pulsa menawarkan beberapa kemudahan diantaranya
1. Gratis Pendaftaran
2. Deposit bebas sesuai kebutuhan
3. Transaksi 24 jam non stop bahkan di hari libur nasional

Selain itu pojok pulsa senantiasa memperhatikan para pelanggan dengan memberikan banyak kuis dan lomba-lomba bertabur hadiah keren.

Cara pendaftaran di pojok pulsa yakni:

REG*NAMA*NomorHP*KOTA
Contoh
REG*WAWAN CELL*081216060600*JAKARTA
Kirim ke
0877 8256 9123

Dalam waktu 1 x 24 jam Anda akan mendapatkan sms jawaban

Yth. WAWAN CELL, Selamat Bergabung dgn kami ID: PP32415, PIN: 1234. Untuk Bantuan Ketik: MENU, Terima Kasih.

Postingan ini dalam rangka Lomba Blok Pojok Pulsa: Mau Gratis Pulsa? Follow :@pojoktweet facebook page Pojok Pulsa Pojok Pulsa Google Plus Page

Belajar Membaca

Anakku Fajar (4 th) belajar membaca secara otodidak. Tanpa pernah kusadari sebelumnya ternyata Ia sudah bisa membaca lancar. Ketika umur 3 tahun Ia mampu menyebutkan berbagai merek kendaraan bermotor tak lama kemudian Ia juga mampu menunjukkan merek berbagai peralatan elektronik tepat dengan tulisan yang tertera pada alat tersebut.

Lalu ia sering terlihat memperhatikan tulisan di televisi, papan reklame, hingga tulisan di kemasan makanan ringan. Hingga akhirnya di usia 3,5 tahun Ia lancar membaca kalimat-kalimat panjang dengan huruf yang kecil-kecil seperti pada koran dan buku tanpa keliru.

Namun begitu, kemampuan membaca yang ia miliki tak sepenuhnya betul secara EYD. Ia belum mampu mengubah huruf-huruf tertentu menjadi bacaan yang lazim ditelinga.

"Mi... Abang mau es ca-pu-ci-no cin-cau" Pintanya suatu ketika.

Aku tersenyum mendengar pintanya.

"Bukan Ca Pu Ci No tapi Ka Pu Ci No." kataku membetulkan.

"Bukan...Capucino. Tuh kan huruf 'C" bukan 'K' "

Ia tetap ngotot dengan pendapatnya.

"Tapi 'C' nya di baca 'K', Abang..."

Ia tetap tak mau mengubah pendapatnya. Jika Capucino dibaca 'Kapucino'. Hingga kakaknya ikut-ikutan menertawakannya.

Suatu hari ia membaca dengan keras sekali sebuah tulisan yang ada di buku pelajaran Kakaknya

"Kahaya matahari Kenderung redup ketika mendung."

hihihi.. dasar Abang...

Cerita Lucu ini ditulis untuk acara Vania's May Giveaway


Persembahan Buat Suamiku,dan sebuah Cambuk bagiku...

Tahun lalu, sebuah tawaran yang maha dasyat menghampiri relung ide ku.
membuat naskah bergenre keagamaan.
sempat tertunda hingga hampir setahun lamanya. Hingga datang kepastian bahwa Ide itu di acc oleh penerbit.

Setelah melalui perenungan panjang akhirnya ide tersebut kutulis. Ada banyak cambukan terasa diwajahku, ada beribu lecutan rasanya. Semakin kutulis semakin keras taparan itu. Hingga sampai suatu ketika aku berbisik kepada suamiku.

"Abah, bantu Umi..."
Berkali-kali air mataku mengalir demi menyelesaikan baris-demi baris naskah tersebut. Sungguh begitu berat rasanya. Namun berkali-kali aku berjuang mengatakan tidak sanggup. Dorongan menyelesaikan naskah tersebut begitu kuat.

Tak terhitung banyaknya kalimat penyemangat dari bibir suamiku, hingga akhirnya naskah tersebut selesai.
Dan ketika 1 tahun menanti akhirnya kado terindah itu datang juga.


Suamiku...
Bantu aku untuk tersadar tentang tugas dan kewajibanku sebagai pelayanmu...
bimbing aku untuk segera memperbaiki segala sesuatu tentang pendampingmu...

Ajari tentang indahnya menjadi seorang istri seperti nasehat yang ku tulis sendiri ...
Jauhkan aku dari murka Allah SWT...

"Dan Amat besar Murka Allah bagi orang yang hanya berbicara tanpa mengamalkannya."(Q.S As-Shaf:2-3)



Media Digital dan Improvisasi Pendidikan di Indonesia

Pernahkah terbayang dalam benak, jika suatu saat penggunaan media digital dalam proses belajar-mengajar, berkembang lebih jauh daripada sekedar sebagai alat bantu mengajar? Media digital memiliki kelenturan nyaris tak terbatas. Penggunaannya bisa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan tujuan serta kreativitas pemakainya. Untuk dunia pendidikan, media seperti ini adalah aset yang sangat berharga. Terutama karena pendidikan ditujukan untuk menghasilkan SDM berkualitas.

Menurut Razi Thalib, CEO dari Bridges & Balloons Digital Agency, pendidikan adalah salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah masyarakat yang memiliki standar tinggi dalam suatu pencapaian. “Masyarakat seperti itu yang akan membentuk kultur baru yang lebih sophisticated. Sebuah kultur yang menghendaki kualitas terbaik dalam segala hal; baik itu dalam hal bisnis, pemerintahan, maupun penyediaan layanan masyarakat,” ujarnya.

Pria kelahiran tahun 1980 yang dipilih oleh Personal Branding Agency, Indscript Creative sebagai brand ini mengatakan lebih lanjut, bahwa media digital dapat dikembangkan menjadi sarana untuk mempermudah manajemen sekolah. Misalnya, sekolah dapat merancang sistem digital yang memungkinkan siswa dan guru mengisi buku absen secara online; yang digabung dengan sistem pengecekan, agar orangtua bisa tahu apakah anaknya bolos atau tidak. Atau misalnya, sekolah menyediakan sistem akses yang membuat siswa dan orangtua bisa mendapatkan catatan rapor dan aktifivas mereka setiap saat tanpa harus datang ke sekolah dan menjalani prosedur rumit.


“Itu akan menghemat banyak waktu serta praktis dalam hal manajemennya. Juga memudahkan pihak sekolah maupun orangtua untuk segera mengambil langkah jika menemukan ada kecenderungan prestasi siswa menurun, atau ada masalah lain yang mengganggu interaksi mereka di sekolah,” ungkap Razi, yang menjadikan utak-atik media digital sebagai salah satu hal yang sangat digemarinya.
Sekolah juga dapat mengembangkan media digital sebagai sarana menumbuhkan sikap kritis serta memperluas akses informasi dan ilmu pengetahuan bagi siswanya. “Sekarang ini, hampir setiap siswa boleh dibilang dapat menggunakan internet. Namun apakah itu sudah dibarengi dengan tumbuhnya sikap kritis atau pengetahuan tentang bagaimana mengolah informasi? Saya yakin belum sepenuhnya ke arah situ,” ujar Razi lagi.

Para birokrat, guru, dan orangtua perlu mulai memberi ruang yang cukup bagi siswa. Sebab selama ini, ada kecenderungan para pengambil kebijakan dan pelaksana masih berusaha mempertahankan status quo; dengan menghambat akses informasi atau mengangkat orang-orang yang kualifikasinya dipertanyakan. Juga masih lazim terjadi, mereka tidak memperkenankan adanya kritik yang muncul dari siswa dan menutup pintu dialog. Padahal justru kedua hal itu sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Mau tidak mau, dengan berkembangnya dunia digital serta kemudahan akses internet, siswa akan mendapatkan apapun yang mereka mau; termasuk jenis informasi yang destruktif. Jadi, mereka perlu mendapat input tentang itu dari pihak sekolah dan orangtua. Bukalah kesempatan seluasnya bagi siswa untuk bertanya, mencoba, dan mengembangkan kemampuan nalarnya. Jelaskan dengan logika dan standar moral secara umum; serta hindari reaksi yang dogmatis, seperti melarang tanpa penjelasan tuntas. Gunakan media digital untuk mempermudah proses belajar-mengajar, dan membantu siswa mendapatkan informasi yang relevan serta melakukan riset untuk tugas sekolah mereka,” ujar Razi.

Cerdas yang Menular

"Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari lingkungan dan teman-temannya yang sering diakrabinya. Semakin tinggi tingkat kecerdasan teman-teman yang diakrabinya akan semakin besar peluang bagi diri kita untuk menjadi lebih pintar. Sebaliknya, bagi mereka yang pintar, tidak akan bertambah bodoh. Karena, tidak ada yang dapat membuktikan, seorang guru akan menjadi bodoh ketika mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Malah, guru menjadi lebih pintar karena banyaknya pertanyaan dan masalah yang ditemukan”(Ermalen Dewita, Sang Motivator Pemberdayaan Diri).

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Dewi, dalam ajaran islam kita kenal dengan banyak kisah hikmah antara lain; 'Bagaimana seseorang harus memilih teman yang baik. Diibaratkan berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan mendapatkan bau harumnya. Ternyata kecerdasan seseorang bisa ditularkan kepada lingkungannya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa kepintaran atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan kepada orang lain. Penelitian ini bukan omong kosong belaka, tetapi dilakukan dengan pengujian terhadap sampel yang didapatkan dari lingkungan akademik. Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini, berasal dari para siswa yang berada di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian, diperoleh sebuah kejutan yang sungguh spesial. Ternyata, kecerdasan bisa menular atau bisa disebut cerdas yang menular.



Seorang anak memiliki peringkat ke-100 di sekolah kemudian berteman dengan anak yang memiliki peringkat ke-50. Dari pertemanan tersebut, anak dengan peringkat ke-100 mengalami kenaikkan peringkat hingga 10-15 peringkat. Melalui fakta ini, bisa diambil kesimpulan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan. Memiliki lingkungan yang baik akan mampu membuat orang lain menjadi baik pula. Hal tersebut dibuktikan oleh anak dengan peringkat ke-100 yang mengalami kenaikan peringkat, dikarenakan berteman dengan anak yang lebih pintar.

Berada di lingkungan orang-orang yang cerdas dan berkualitas baik dari segi ilmu pengetahuan, sosial maupun spiritual mendorong kita untuk senantiasa menjaga sikap dan tingkah laku, memupuk ilmu dengan cara kita sendiri, memiliki dorongan yang kuat untuk senantiasa belajar, memperbaiki diri sendiri. Dengan demikian kita sendiri akan senantiasa nyaman berada dalam lingkungan orang-orang yang cerdas dan berkualitas. Dorongan ini yang melatih kesadaran dari dalam diri kita sendiri agar selalu belajar dan belajar.

Make Over Yourself with Ermalen Dewita

"Pikiran adalah lentera jiwa. Benahi pikiran untuk menerangi jiwa Anda. Anda dapat memulai dengan mengarahkannya ke arah yang jelas. Dengan demikian, kita dapat membedakan mana pilihan yang sesuai atau tidak dengan kita, sehingga kita dapat menentukan langkah terbaik dalam jalani hidup." (Ermalen Dewita, Sang Motivator Pemberdayaan Diri).

Lebih jauh Dewi menjelaskan tentang 'Jiwa', yaitu ibarat kendaraan, maka jiwa adalah mesin dan tubuh adalah cassing-nya. Seringkali keberadaan jiwa tidak disadari. Dengan menggali kekuatan jiwa atau soul-power, kita dapat mengakses kekuatan energi tubuh dan menggunakannya untuk mencapai kekuatan yang diinginkan.Tubuh ibarat istana bagi jiwa dan fikiran, yang perlu dirawat dan dilatih agar dapat berfungsi selaras dalam diri kita.

Sosok Ermalen Dewita yang dibranding oleh Personal Branding Agency, Indscript Creative begitu dinantikan para peserta pelatihan Pemberdayaan Diri. Pelatihan ini bertujuan untuk memandu seseorang menggali potensi dirinya menjadi diri yang sesungguhnya. Sehingga menjadi yang terbaik dalam setiap bidang kehidupannya. Dalam pelatihan yang mengusung nama "Make Over Yourself with Ermalen Dewita" setiap peserta akan dipandu untuk menggali Power dari Mind (pikiran), Body(tubuh), dan Soul(jiwa). Ketiganya merupakan unsur penting dalam diri seseorang.


Melalui Pelatihan Make Over Yourself with Ermalen Dewita, Dewi mengajak para peserta meningkatkan kesadaran diri sebagai ciptaan tuhan mengenali potensi terbaik dari dalam diri, menerima keadaan diri dengan segala kekurangan dan kelebihannya, membuat goal setting sesuai passion, meningkatkan power dari dalam diri, memperkuat perasaan syukur, ikhlas dan bahagia. Dalam pelatihan tersebut, Ermalen Dewita  juga memberikan teknik mengakses pikiran bawah sadar dan teknik penyembuhan (healing) sebagai media alternatif untuk mencari pemecahan masalah atau menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda dapat belajar memahami diri sendiri, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Anda akan menyadari bahwa sebenarnya Anda mampu melakukan banyak hal, yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan. Motivasi dan kepercayaan diri Anda akan tumbuh dan menguat, seiring dengan pemahaman diri yang semakin baik. Inilah yang dimaksud dengan Make Over, yakni sebuah perubahan yang menyeluruh terhadap diri dan pribadi,” ujarnya.

Ermalen Dewita dapat dihubungi melalui emailnya di ermalendewita@gmail.com, fans Page Facebook Ermalen Dewita Full atau melalui twitter @ErmalenDewita. Dewi membuka kesempatan bagi siapa saja yang menginginkan informasi lebih jauh tentang pelatihan Motivasi Diri, atau melakukan perombakan positif terhadap diri melalui pelatihan Make Over Yourself with Ermalen Dewita.



Mengapa Indonesia harus peduli Dunia Digital

Saat ini, hampir semua orang sudah mengenal media. Baik media cetak, elektronik, terlebih media sosial di dunia maya seperti facebook maupun twitter. Pengguna media sosial semacam ini meningkat drastis di beberapa tahun terakhir. Seperti yang dilansir oleh Sosialbaker sebuah situs yang menghususkan diri dalam perkembangan statistik media sosial. Indonesia merupakan negara pengguna media sosial nomer 4  terbesar di dunia. sedangkan Twitter digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya Bandung dan Jakarta merupakan kota dengan pengguna nomor satu dan enam di dunia. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial ini, didasari oleh karakter masyarakat yang cenderung bersifat sosial dan komunal.

Kecenderungan ini ternyata tidak berbanding lurus dengan penggunaan media digital untuk keperluan layanan publik di berbagai bidang yang menyentuh langsung masyarakat. Seperti layanan kesehatan, pendidikan hingga fasilitas umum lainnya. Saat ini, masyarakat masih harus disibukkan dengan mengisi data secara manual untuk keperluan berobat di rumah sakit maupun puskesmas. Tentu sangat disayangkan jika hal ini masih terus dilakukan hingga beberapa tahun ke depan.

Menurut Razi Thalib, pakar Tekhnologi Digital salah satu penyebabnya adalah belum meleknya masyarakat akan fungsi media digital dalam menunjang kehidupan.Selain itu cara berfikir masyarakat yang belum beranjak dari segi fungsi. Mereka cenderung berfikir untuk sekedar meniru dan menggunakan ketimbang mengeksplorasi penggunaan  media digital lebih jauh lagi.

Dalam hal berbisnis, menurutnya media digital dapat digunakan dalam mendesain pengunjung menjadi pembeli setia dengan sedikit mengedukasi tentang kegunaan dan manfaat dari produk bisnisnya. Misalnya, Anda punya produk coklat. Yang layak Anda lakukan selain menjualnya adalah mengedukasi konsumen tentang produk itu. Bagaimana mengenali coklat berkualitas tinggi, dari penampilan, aroma dan rasanya. Lalu informasikan tentang konsep Fair-Trade, di mana petani bisa menjual hasil kebun coklat  mereka dengan harga layak dan tidak dipermainkan oleh pasar. Ciptakan sebuah kesadaran bahwa berbisnis bukan hanya mereguk keuntungan semata namun menyentuh sisi kemanusiaan dan lingkungan" Tutur pria yang menjadi salah satu Personal Branding Agency, Indscript Creative.



Tingkatkan Power dari dalam Diri

Sebagian besar orang akan setuju dengan pendapat perempuan cantik inspiratif bernama Ermalen Dewita ini, bahwa kita hidup di era yang berkelimpahan pilihan yang membutuhkan akselerasi perasaan. Seakan waktu sangat cepat berlalu, sehingga waktu 24 jam sehari terasa kurang sementara banyak hal yang perlu dilakukan. Kondisi tersebut, tanpa sadar dapat menghadirkan tekanan perasaan, pikiran dan fisik. Kita dihadapkan dalam kehidupan yang begitu banyak tantangan demi tantangan. Agar tidak terjebak dalam jaringan ketakutan dan sikap putus asa, dan keseimbangan diri dalam menghadapi hidup tetap terjaga, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan power dari dalam diri.
Ketika sakit, kita begitu mudah menjadi marah kepada tubuh kita. Padahal tubuh bertindak sebagai utusan untuk menyampaikan pesan hidup yang perlu kita perhatikan. Dengan cara ini, tubuh bertindak bagaikan seorang guru yang mengedukasi kita sebagai pemilik tubuh. Kita hanya perlu memasuki bahasa “bodymind” untuk memahami dan mengerti isi dari pesan tersebut.
Penyakit terkadang dapat membuat orang berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan, untuk beristirahat dalam waktu yang panjang. Lalu mereka merenung dan memikirkan cara bagaimana mereka dapat menjalani hidup tanpa stres.
Kebutuhan pribadi seperti beristirahat diutamakan ketika sakit. Dalam kondisi tersebut, pergeseran perspektif tentang kesehatan, terkadang dihasilkan dalam periode istirahat. Dalam periode ini, ditingkatkan power dalam diri kita untuk menjadi sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa. Menurut Dewi, panggilan sosok cantik yang menulis buku Magnet Cinta ini, ekspresi semangat yang yang ada dalam setiap langkah adalah sebagai tanda syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan pada kita sebagai manusia.
Bayangkan diri Anda pada tingkat yang terbaik. Visualisasikan diri Anda yang dipenuhi power pribadi. Power pribadi adalah kemampuan untuk memimpin diri secara bebas. Power pribadi juga merupakan kemampuan bawaan untuk menjadi diri sejati dan menggunakan kemampuan unik Anda dengan membawa sukacita dan penguasaan hidup.
Power adalah unsur penting dari kehidupan. Hadir pada setiap tindakan dan transaksi manusia. Selain itu, power adalah kemampuan kita untuk membuat apa yang kita inginkan terjadi. Biasanya, kehadirannya tak terucapkan karena terdapat kekuatan tersembunyi dalam diri manusia. Dengan menggunakannya, dapat menaikkan manusia ke “tempat tinggi” dan menjadi lebih baik. Amati diri sendiri dan kenali hal-hal yang dikuasai. Kenali kemampuan dan bakat yang diperoleh dari pengalaman. Berilah perhatian lebih pada power ini, carilah cara untuk mengolah dan memeliharanya. Tingkatkan power dari dalam diri untuk menjadikan hidup yang lebih baik

Motivator Pemberdayaan Diri di Indonesia

Kekuatan terbesar ada di dirimu, karena Allah telah menganugerahkan dirimu potensi luar biasa, hanya perlu cara untuk menggalinya, lalu lihatlah kesuksesan akan mengejarmu..(Ermalen Dewita, Motivator Pemberdayaan Diri Berbasis NLP &Psikoterapi)

Tumbuh menjadi manusia dewasa merupakan anugerah secara lahiriah yang ada pada diri setiap orang, tentu dengan syarat-syarat tumbuh seperti adanya asupan makanan, minuman, maupun udara. Syarat tumbuh ini tentu juga dimiliki oleh makhluk hidup lainnya, hewan, maupun tumbuhan. Namun tidak sekedar tumbuh dan berkembang, kita manusia punya berbagai keinginan yang menyokong kehidupan. 

salah satu cara menyokong kehidupan dirinya, manusia membutuhkan kesuksesan sehingga ia bisa nyaman berada ditengah-tengah sesamanya. Kesuksesan ini tidak dipunyai oleh semua orang, karena orang yang sukses hanyalah dicapai oleh mereka yang mampu menggali potensi dirinya sehingga diakui oleh orang lain. Sebanding pula dengan kesuksesan materi yang oleh banyak orang merupakan tolak ukur dari kesuksesan itu sendiri.

Di tangan seorang Ermalen Dewita, kita bisa menggali potensi yang terpendam di dalam diri sehingga menjadi sukses seperti yang diinginkan. Tekhnik motivasi diri yang digaungkan oleh Ibu Ermalen Dewita mampu membangkitkan semangat para peserta sehingga menyadarkan diri sendiri untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri masing-masing. 

Kekuatan emosi yang dikelola dengan baik, akan menghasilkan kekuatan yang dapat membentuk karakter yang kuat di setiap diri setiap orang. Ini merupakan kutipan dari buku yang berjudul Magnet Cinta yang digelontorkan olehnya. 


Selebritis Sehari

Jam dinding menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Tiba-tiba handpone berbunyi dari atas meja kamar. "Assalamualaikum, Mba Yurmawita Adismal, Ya?"

Suara seorang wanita dari seberang sana cukup membuat aku terkesima, selain nomornya baru. Si wanita to the point menyapaku dengan embel-embel 'Adismal'. Dadaku langsung berdegup. Orang yang menyapaku dengan identitas Yurmawita Adismal pasti dari dunia kepenulisan. Karena memang nama itu baru melekat pada diriku lantaran hoki di dunia tulis menulis.

Hmm...semoga saja firasatku tak keliru. "Pagi ini Mba Yurmawita Adismal ada di rumah, kan? kami mau ke rumah, Mba. Mau wawancara."

Hatsyii...mmm Tuh, kan... ternyata tak keliru firasatku. Itu tadi wartawan dari sebuah media cetak lokal di daerahku. Janjian ketemu buat wawancara. Usut punya usut ternyata mereka mau menampilkanku pada rubrik profil wanita di harian lokal tersebut. Waah... benar-benar pengalaman baru nih, diwawancarai dan di buatkan profil pada sebuah koran lokal.

Keesokan harinya, ternyata hasilnya.... Taraaaa....

Tadinya kufikir cuma dimuat di berita biasa aja. Seperti berita-berita lainnya. Namun setelah melihat korannya, ternyata satu halaman full colour (Hatsyii...mmmm). Ini yang namanya selebritis sehari hehehe... Aku langsung mengamankan berita di koran itu menjadi salah satu arsip nasional di perpustakaan pribadiku. Dan rencananya akan menjadi warisan buat anak cucu nanti hehehe...

Sssttt...Meditasi Yuk!

SSSTTT...MEDITASI YUK! Di tengah rutinitas harian yang menumpuk, otak terasa begitu lelah. Kegiatan apapun menjadi tidak optimal dilakukan, maka kita membutuhkan suasana tenang dan menyenangkan. Saat ini orang mengenal cara menenangkan diri, mengistirahatkan otak maupun tubuh sebagai Meditasi. Meditasi menurut Jon Kabat zinn seorang profesor dari Massachussetts Institute of Tehnology, "Wherever You Go,There You Are". Meditasi akan membimbing Anda menuju jalan terbaik yang Anda tuju dan memberikan pengaruh positif pada masa yang akan datang. Tidak peduli seberapa luka hati Anda, seberapa suram masa lalu Anda, meditasi akan membuat Anda semakin percaya diri. Meditasi akan menjadi pemenang tetap rendah hati memandang yang kalah sebagai pemacu dirinya untuk tetap siap bahwa kekalahan akan datang kapan saja serta akan membuat orang yang gagal tidak menyiksa dirinya sendiri dengan kegagalan tersebut. Praktisnya meditasi merupakan proses mengendalikan fikiran kita agar tetap memandang persoalan dari segi positif. Fikiran akan tetap fokus, tenang dan tidak terburu-buru dalam berbuat sesuatu. Meditasi ini dikenalkan oleh seorang meditator yang dikenal dengan Adji Silarus. Ia mempelajari tentang One Moment Meditation. Ia Lulus dari Universitas Gajah Mada dengan predikat cumlaude pada Fakultas Psikologi. Bagi ibu rumah tangga, meditasi adalah aktifitas wajib yang diyakini mampu mengembalikan semua aura positif yang berangsur-angsur hilang seiring dengan menumpuknya aktifitas di rumah. Meskipun cuma di dalam rumah, seorang ibu rumah tangga telah membuang begitu banyak energi setiap harinya. Aktifitas itu mulai dari bangun tidur, membersihkan rumah, memasak, mengurus anak-anak yang kadang dibarengi dengan aktifitas emosi dan perasaan yang tidak karuan. Sebut saja aktifitas mempersiapkan anak-anak ketika pagi hari. Mulai dari membangunkan mereka, memandikan, hingga memberikan sarapan pagi. Tidak jarang aktifitas ini dibarengi dengan perang mulut, teriakan, tangisan hingga tragedi kecil lainnya. Nah, ada baiknya para ibu menerapkan jurus meditasi di waktu pagi. Anda bisa saja melakukan hal ringan berikut ini: 1. Duduklah setenang mungkin 2. fokus 3. tarik nafas dalam-dalam lalu tahan sebentar, buanglah nafas secara perlahan. 4. lakukan hingga beberapa kali 5. Ingatlah hal-hal yang menyenangkan dan membuat suasana hati senang. Meditasi juga ampuh diterapkan bagi seseorang yang berprofesi sebagai penulis. Aktifitas menulis memang tidak membutuhkan aktifitas fisik namun aktifitas otak yang digunakan oleh seorang penulis ketika menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan tentu membutuhkan energi yang sangat banyak. Jumlah energi yang dibutuhkan otak ternyata tidak kalah besar daripada energi yang digunakan untuk aktifitas fisik. Hal inilah yang sering membuat penulis merasakan kejenuhan dan perasaan lelah ketika menulis meskipun ia hanya duduk di depan layar laptop. Saat-saat seperti ini sering juga saya rasakan. Meskipun jam terbang sebagai penulis relatif rendah. Namun ketika otak lelah tetap dipaksakan menulis sesuatu, hasilnya tulisan menjadi tidak bermakna. Nah, ketika otak lelah maka meditasi adalah pilihan untuk menyegarkan kembali suasana hati dan fikiran sehingga dapat kembali jernih berfikir. Beruntung saya dikenalkan dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) pada pertengahan 2011 lalu. Selain di sana saya menemukan tempat bernaung bagi aktifitas menulis yang awalnya hanya berupa hoby, saya juga mendapatkan banyak sekali teman yang baik membagikan ilmu menulisnya. Sejalan dengan waktu, ternyata komunitas ini membawa saya berkenalan dengan Agensi Naskah Indscript Creative. Agensi ini sangat berjasa membawa tulisan-tulisan saya mendapatkan tempat di dunia penerbitan sehingga menjadi buku. Tidak hanya satu bahkan beberapa kali saya mendapat kesempatan untuk menerbitkan tulisan menjadi buku di beberapa penerbitan. Selain buku solo Agensi Naskah Indscript Creative juga memfasilitasi kumpulan penulis untuk menerbitkan antologi yakni hasil tulisan beberapa penulis yang diterbitkan dalam satu buku. Jika dahulu kesibukan sebagai ibu rumah tangga membutuhkan meditasi saat mengerjakan pekerjaan rumah, maka saat ini meditasi saya butuhkan ketika menulis sebagai bahan tulisan yang akan diterbitkan oleh Agensi Naskah Indscript Creative. Deadline yang diberikan oleh Penerbit dalam menyelesaikan naskah kadangkala membuat saya kalang kabut mencari bahan tulisan. Ketika itu seringkali saya mengalami kebuntuan dalam menulis. Nah, meditasi adalah jurus ampuh yang harus saya lakukan. Selain menjembatani penulis penulis pemula seperti saya Agensi Naskah Indscript Creative juga mempunyai cara tersendiri untuk mengorbitkan para penulis-penulisnya melalui Personal Branding Agency. Bagi penulis yang tidak mempunyai cukup waktu dan dana untuk membranding dirinya sendiri tentu akan sangat diuntungkan jika ada pihak lain yang membranding dan mengorbitkan namanya sehingga dikenal oleh orang banyak. Inilah salah satu keuntungan yang didapat ketika bergabung dengan Agensi NAskah Indscript Creative. Beberapa tips-tips menulis serta ide-ide yang dibutuhkan oleh dunia penerbitan senantiasa diberikan oleh Agensi Naskah Indscript Creative setiap harinya. Baik melalui media sosial berupa Facebook, Blog, maupun Twiter. Tidak hanya dunia maya, Agensi Naskah Indscript Creative juga eksis di media massa nasional, sehingga secara tidak langsung para penulis yang bernaung dibawahnya akan ikut dikenal oleh masyarakat luas. Kita sadari bahwa tidak semua masyarakat Indonesia mengakses internet dan ikut aktif meramaikan dunia facebook dan twiter. Kalangan tertentu aktif mengkases media massa cetak dan elektronik, maka dengan hadirnya liputan Agensi Naskah Indscript Creative di berbagai media massa cetak nasional memungkinkan masyarakat luas mengetahui apa dan bagaimana Agensi NAskah Indscript Creative dan segala penulis-penulisnya.

My Lovely

Anak-Anakku Princess ku yang pertama, Hulwah hamidah adismal. Putri cantikku ini berusia 6,4 tahun. sekarang kelas 1 MIN 2 Kota Bengkulu. Ia putri yang baik, suka bercerita tentang apapun yang ia temui. Baik di sekolah, di rumah maupun ketika bermain bersama teman-temannya. Kalau lagi ngambek ia susah dibujuk. siapapun yang merayunya tak akan mampu meluluhkan hatinya. Kalau sudah begitu ia biasanya akan mendekati uminya, sambil cari perhatian. Selangkah demi selangkah ia akan berjalan di belakang ku, lalu kakinya atau tangannya akan pura-pura menyentuh bajuku sambil pura-pura tak melihatku. Kalau aku cueki, ia semakin merapat dan akhirnya tersenyum melihatku. sejurus kemudian ia akan tertawa melihatku. hahaha....



 Ia termasuk anak yang cerdas, hal ini dibuktikan dari prestasinya di sekolah yang cukup membanggakan orang tuanya. Ia meraih ranking 2 di kelasnya. Satu lagi kebiasaannya yang selalu membuatku rindu adalah ia suka sekali mengomentari penampilanku. Kalau jilbabku memengaruhi pandangannya ia akan berkomentar, "Ganti aja jilbabnya, MI?".Tidak hanya itu, jika sedang mood ia akan bersih-bersih setiap ruangan di rumah, mainan akan di susun rapi, buku-buka diletakkan di rak dan dirapikan menurut ukurannya, lantai disapu, lalu di pel. Beralih ke dapur, piring-piring ia cuci, meja di lap, hingga menyapu lantai dapur. Alhamdulillah ia bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tapi kalau sedang tidak mood maka ia tidak akan mengubris apapun yang seharusnya ia kerjakan.

Lain lagi dengan adiknya Fajar Mubarokh Adismal, anak kedua ku. Ia sangat penyayang kepada adiknya, perasa mudah tergugah, keduanya sama-sama suka berkomentar terhadap apapun yang


dilihatnya. Fajar usianya 4 tahun. 

 Fajar suka sekali tersenyum, jika ada kejadian yang dilihatnya aneh, maka ia akan tertawa lalu segera mengahampiriku dan berserita tentang hal tersebut, kejadian di tv, di jalan, atau di mana saja. Ia sudah mampu merangkai dua hingga 4 kata tanpa kuajari. Kelihatannya Fajar bisa belajar secara otodidak. Setiap melihat Laptop maka ia akan mengutak atik sendiri tanpa mau diajarkan. Dan aku harus siap-siap terkaget-kaget melihat ia menemukan sesuatu yang baru yang aku sendiri tidak terfikirkan. Lain lagi dengan Adiknya yang masih berusia 7 bulan, Ghaisan Afik Adismal.

   

 Ghaisan baru bisa berceloteh 'mam..mam...mimi..mi..mi" ia suka sekali tersenyum. Dimana saja berada, kapan saja, siapa saja yang ia temui ketika bertatapan mata, maka ia akan tersenyum dan tertawa lepas. Dan Suamiku Beny Adismal Putra adalah suamiku tercinta. Ia adalah tipe pembela sejati.. darinya aku belajar sebuah sifat tangguh, tak cengeng, dan tak takut terhadap apapun. Ia mengajariku bagaimana melewati ujian dengan tatapan tajam tanpa aboleh sedikitpun mengeluh...

   

 Ya Rabbi, Mudahkan semua urusan kami, Lindungilah kami dari murka Mu...Kumpulkanlah kami dalam Jannahmu Amin... Yurmawita Adismal

Kontes Bank Mandiri


KETIKA USAHA JATUH BANGUN, BANK MANDIRI TETAP MENJADI PILIHAN

Pertengahan tahun 2010, Aku berdiskusi dengan suami tentang keinginan untuk membuka sebuah usaha sampingan. Maklumlah, sebagai pegawai negeri baru kami memiliki banyak keingian yang belum sepenuhnya terwujud. Impian untuk memiliki rumah memang bisa terwujud, namun dengan konsekuensi harus dipotong gaji tiap bulannya. Sementara kebutuhan harian tak bisa ditawar lagi. Semakin hari sangat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi apalagi anak-anak telah memasuki usia sekolah.

Niatku ternyata disambut baik oleh suami, ia pun menginginkan mempunyai sebuah usaha yang dapat dikelolah pada waktu-waktu tertentu. Singkat waktu kami mencoba membuka usaha yang ketika itu berwujud UD (Usaha Dagang). Seiring berjalannya waktu ternyata, punya keinginan saja tidaklah cukup untuk mengelolah sebuah usaha dagang, apalagi jenis usaha yang kami kelolah berupa bahan makanan pokok yang tidak tahan lama. Tak sampai 6 bulan usaha itu tutup dan modal yang kami keluarkan tak kembali.

Selang 4 bulan kemudian, kami sepakat mengganti usaha di bidang lain, yakni dengan bisnis distribusi minuman ringan. Ternyata usaha ini pun kembali mengalami nasib yang sama. Berhenti ditengah jalan dan akhirnya gulung tikar.

Awal 2011 kami mencoba kembali memulai usaha baru yakni membuka Depot Pengisian Air Minum Mineral.  Di perjalanan bisnis ini masih bisa kami jalankan karena kebetulan tempat yang dipakai untuk usaha adalah rumah orang tua sendiri. Usaha ini mungkin bernasib mujur, karena samapi saat ini depot tersebut masih beroperasi meskipun keuntungannya tak sesuai dengan harapan.

Keuntungan yang pas-pasan ternyata tidak membuat kami puas dengan hasil yang diperoleh, lantas suami mencoba banting stir membuka usaha lain lagi yakni usaha kuliner. Ternyata gayung bersambut. Ada tawaran dari teman sekolah suami yang bekerja di salah satu finance di kota kami. Ia menganjurkan untuk mencoba mengajukan kredit usaha ke Bank Mandiri. Ternyata niat kami disambut baik oleh Bank Mandiri dengan mengabulkan permohonan untuk membantu dalam hal permodalan kredit usaha kecil yang kami kelola.

Dengan memanfaatkan layanan Mandiri Kredit Mikro yang begitu mudah syarat dan ketentuannya. Selain itu angsuran ringan dengan jangka waktu yang cukup pendek yakni 36 bulan. Mandiri Kredit Mikro bersifat pembiayaan tetap, memungkinkan para pelaku usaha tidak terbebani dengan bunga yang tiba-tiba berubah. Layanan ini memungkinkan untuk pembiayaan usaha dengan limit 100 juta rupiah.

Seiring dengan waktu, ternyata usaha mengalami kemajuan yang signifikan, bisnis kuliner makanan ringan dengan modal terjangkau memang begitu menjanjikan. Apalagi dengan akses Mandiri Kredit card yang sangat memudahkan kami dalam bertransaksi.

SMS Banking Mandiri
Fasilitas SMS banking mandiri yang begitu lancar sangat cocok untuk usaha kecil. SMS Banking mandiri adalah layanan perbankan yang dapat diketahui melalui fasilitas sms baik bertransaksi maupun mengetahui informasi tentang layanan Bank Mandiri. Layanan ini meliputi: cek saldo, transfer antarbank maupun sesama Bank Mandiri, layanan informasi, transaksi pembayaran dan pembelian (pembayaran tagihan visa, kredit finance, pembelian voucher semua kartu, maupun pembelian tiket pesawat).

Ketika modal usaha menipis untuk pembelian bahan baku, maka Kartu Kredit Mandiri lah yang menjadi penyelamat. Kemudahan membeli bahan baku usaha tanpa mengeluarkan uang ketika itu menjadi pilihan yang tepat. Layanan ini bisa kami dapatkan dimana saja sepanjang toko  bertransaksi menggunakan fasilitas mandiri card.

Mandiri ATM

Fasilitas Mandiri ATM merupakan kebutuhan yang wajib diketahui oleh semua pelaku usaha harian. Perputaran uang yang begitu cepat memungkinkan ada fasilitas yang bisa mengcover semua kebutuhan para pelaku usaha. Nah, Mandiri ATM merupakan pilihan yang tepat. Kita bisa tarik tunai dimana saja sepanjang ATM penyedia merupakan ATM Bersama.

Fasilitas lainnya yakni begitu mudahnya transaksi antar bank. Misalnya saja ketika membutuhkan penambahan bahan baku, maka tinggal transfer lewat fasilitas Mandiri SMS kepada distributor di kota lain maka transaksi bisa dilakukan dengan lancar, begitu juga ketika mengambil pendapatan harian, cukup disetor saja ke Bank Mandiri terdekat maka transaksi bisa dilakukan dengan lancar.

Dalam waktu dekat ini, kami berencana untuk mengembangkan bisnis kuliner dengan berbagai variasi. Belajar dari beberapa teman yang telah lebih dahulu sukses dengan bisnis kuliner yang ia geluti, menginsfirasi kami untuk lebih belajar mengemas dan memodifikasi produk sehingga bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Ketika tuntutan untuk membukukan keuangan usaha dalam rangka kerapian usaha dan tata kelola keuangan. maka mandiri tabungan menjadi pilihan kami untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang ada. Hal ini akan sangat dirasakan manfaatnya ketika kami membutuhkan rekening koran. Rekaman transaksi keuangan yang lancar sangat diharapkan oleh semua pelaku usaha seperti kami.

Untuk investasi jangka panjang, kita bisa memanfaatkan fasilitas investasi berupa reksadana yang tersedia pada layanan Bank Mandiri.

Artikel ini diikutkan pada lomba yang diadakan Bank Mandiri
http://seokontes.mandirisaja.com/






Ketika Usaha Jatuh Bangun, Bank Mandiri tetap menjadi pilihan



Pertengahan tahun 2010, Aku berdiskusi dengan suami tentang keinginan untuk membuka sebuah usaha sampingan. Maklumlah, sebagai pegawai negeri baru kami memiliki banyak keingian yang belum sepenuhnya terwujud. Impian untuk memiliki rumah memang bisa terwujud, namun dengan konsekuensi harus dipotong gaji tiap bulannya. sementara kebutuhan harian tak bisa ditwar lagi. Semakin hari sangat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi apalagi anak-anak telah memasuki usia sekolah.

Niatku ternyata disambut baik oleh suami, ia pun menginginkan mempunyai sebuah usaha yang dapat dikelolah pada waktu-waktu tertentu. singkat waktu kami mencoba membuka usaha yang ketika itu berwujud UD (Usaha Dagang). Seiring berjalannya waktu ternyata, punya keinginan saja tidaklah cukup untuk mengelolah sebuah usaha dagang, apalagi jenis usaha yang kami kelolah berupa bahan pokok yang tidak tahan lama. Tak sampai 6 bulan usaha itu tutup dan modal yang kami keluarkan tak kembali.

Selang 4 bulan kemudian, kami sepakat mengganti usaha di bidang lain, yakni dengan bisnis distribusi minuman ringan. Ternyata usaha inipun kembali mengalami nasib yang sama. Berhenti ditengah jalan dan akhirnya gulung tikar.

Awal 2011 kami mencoba kembali memulai usaha baru yakni membuka Depot Pengisian Air Minum Mineral  Di perjalanan bisnis ini masih bisa kami jalankan karena kebetulan tempat yang dipakai untuk usaha adalah rumah orang tua sendiri. Usaha ini mungkin bernasib mujur, karena samapi saat ini, Depot tersebut masih beroperasi meskipun keuntunganya tak sesuai dengan harapan.

Keuntungan yang pas-pasan ternyata tidak membuat kami puas dengan hasil yang diperoleh, lantas suami mencoba banting stir membuka usaha lain lagi yakni usaha kuliner. Ternyata gayung bersambut. Ada tawaran dari teman sekolah suami yang bekerja di salah satu finance di kota kami. Ia menganjurkan untuk mencoba mengajukan kredit Usaha ke Bank Mandiri. Ternyata niat kami disambut baik oleh Bank Mandiri dengan mengabulkan permohonan untuk membantu dalam hal permodalan kredit usaha kecil yang kami kelolah.




Seiring dengan waktu ternyata, usaha mengalami kemajuan yang signifikan, bisnis kuliner makanan ringan dengan modal terjangkau memang begitu menjanjikan. Apalagi dengan akses mandiri Kredit card yang sangan memudahkan kami dalam bertransaksi. Fasilitas SMS banking mandiri yang begitu lancar sangat cocok untuk usaha kecil seperti yang kami kelolah.

Fasilitas lainnya yakni begitu mudahnya transaksi antar bank. Misalnya saja ketika kami membutuhkan penambahan bahan baku untuk pembuatan usaha kuliner, maka tinggal transfer lewat hp maka transaksi bisa dilakukan dengan lancar, begitu juga ketika mengambil pendapatan harian dari setiap gerobak yang kami miliki, cukup disetor saja ke Bank Mandiri terdekat maka transaksi bisa dilakukan dengan lancar.



Dalam waktu dekat ini, kami berencana untuk mengembangkan bisnis kuliner dengan berbagai variasi. belajar dari beberapa teman yang telah lebih dahulu sukses dengan bisnis kuliner yang ia geluti, menginsfirasi kami untuk lebih belajar mengemas dan memodifikasi produk sehingga bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.

ketika tuntutan untuk membukukan keuangan usaha dalam rangka kerapian usaha dan tata kelola keuangan. maka mandiri tabungan menjadi pilihan kami untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang ada.


Cerpen Yurmawita Adismal


PANGGIL AKU BU MUSLIMAH!

(By:Yurmawita Adismal 

            “Jika dua digit dibelakang koma maka salahkan saja.”
            Betul-betul tidak manusiawi wanita yang satu ini. Menentukan Standar Deviasi harus tepat betul, yang hanya menuliskan dua digit dibelakang koma terpaksa tidak mendapatkan nilai. Apalah artinya bilangan dua digit di belakang koma? Jika dibulatkan dengan pembulatan ratusan maka tentu tak akan mengubah nilai sesungguhnya bilangan itu. Namun tidak bagi dia, segalanya harus pas dengan kemauan nya. Menyimpang sedikit artinya sudah tak sesuai dengan jawaban sebenarnya.
            Mata Bayu menyambar tubuh Muslimah. Kali kedua ia terpaksa menahan geram. Tubuh saja yang mungil namun hati sang guru bagai baja yang tak mampu di tembus oleh senjata apapun. Tidak juga oleh Bayu. Cukuplah kejadian menghitung nilai Limit tak hingga dari pecahan yang mempunyai pangkat tiga variabel dibagi pangkat empat variabel saja ia dipermalukan di hadapan teman-temannya. Baginya  memakai sistem pemfaktoran merupakan cara untuk mendapatkan nilai Limit di tak hingga tersebut. Namun ternyata pendapatnya dibantah habis-habisan oleh sang guru.
“Bagi dulu dengan pangkat tertinggi kemudian di masukkan nilai limit tak hingga nya!”
            Bayu pun terhempas di cadas ketika sang guru mati-matian menghinanya di hadapan teman-temannya. Tangannya mengepal. Lalu ia pun keluar dan sebuah kursi taman menjadi sasaran tinjunya, hancur menyisakan kepingan-kepingan semen bercampur pasir yang menyerbuk.
            Dan kali kedua ia pun harus mengalami hal serupa. Sepele sekali. Hanya karena ia menuliskan 56,42 untuk nilai standar deviasi yang diminta di soal ulangan harian. Ia membulatkan dari nilai semula yakni 56,416.
            Cih…Bayu meludahi posisinya. Sayang ia harus duduk di bangku ini. Hanya takdir saja yang membuatnya masih terdaftar di sekolah ini. Kalau kemauan dan kemampuan barangkali sudah sama seperti Muslimah. Masuk SD sudah berumur 8 tahun, menganggur ketika tamat SD 1 tahun, kemudian harus pula menunggu tahun berikutnya untuk masuk SMA. Tentu secara umur ia sama dengan Muslimah, hanya soal nasib saja yang berbeda.
              Tinta merah untuk kertas ulangan harian Bayu. Hanya kurang 0,5 dari angka sempurna. Dan itu pun tidak manusiawi. Ia bertekad harus menyelesaikan secara humanisme.
 Gemuruh di dada Bayu kian menggema manakala ia tak sampai hati menginjak rumah yang lebih pantas disebut sebagai ‘gubuk’. Rumah itu benar adalah rumah Muslimah, guru berhati baja. Ia mendapatkan alamat rumah sang guru dari Bu Atik.
Karuan saja hatinya berkecamuk. Tak sampai hati ia memaki Muslimah. Ia harus segera menyingkir dari tempat itu, mengurungkan niatnya untuk menuntut hak atas kecerdasannya. Namun belum lagi badannya berbalik arah. Sesosok Muslimah pun sudah tersenyum di daun pintu.
“Setiap keberhasilan harus dicapai dengan kerja keras. Setiap keberhasilan juga harus di gapai dengan kecermatan, sebuah keberhasilan harus dicapai dengan sikap Tawadlu. Dan kamu sangatlah jauh dari sifat itu, Nak!”
Bayu tertunduk. “Tidaak…aku tak mau dipanggil ‘Nak’ “ bisiknya.
Sampai akhirnya ia harus mengakui kehebatan sang Guru. Muslimah memang pandai menutupi segala kekurangannya sampai-sampai tak seorang pun tahu jika dia harus berjuang ditengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Seorang lelaki tua tengah terkapar di dalam rumah itu. Sifat keras tak tersaingi yang melekat padanya, hanyalah sebuah rekayasa bagi kerapuhan jiwanya. Muslimah berjuang sendiri di tengah kemelaratan keluarganya. Menjadi guru honorer di beberapa sekolah.
Bayu pamit. Ia sudah cukup punya sesuatu yang membuat tekadnya pun semakin membaja. Ia akan segera memanggil Muslimah dengan sebutan Bu Muslimah, meski dulu sempat tak diinginkannya lantaran ketinggian hati sang Guru.
Bayu merangkak mengejar mimpi. Lulus SMA ia pun memasuki dunia lain, dunia penuh mimpi, bermodalkan kemampuan imajinasinya ia pun bekerja di belakang monitor. Merangkai kata menuju puncak impian. Satu, dua, tiga buah buku karyanya melambungkan namanya.  Sampai akhirnya ia pun sudah punya impian lain yang segera nyata.  
Kembali ia menyusuri jalan becek ke sebuah ‘gubuk’ yang dulu pernah ia singgahi. Sekitar 1 kilometer dari arena STQ yang pernah menggaungkan nama Bengkulu di kancah nasional. Namun ia tercengang. Gubuk itu sudah menjadi sebuah rumah bertingkat dihuni oleh si air liur emas. Seseorang menyulap gubuk Muslimah menjadi sarang walet. Bayu berlari mengejar sekelompok anak muda yang sedang bermain gaplek di suduk gang.
“Muslimah?”
“Yang dulunya guru di Madrasyah, anak Pak Rasyid?”
Semua terdiam . Bayu tak pernah sabar menanti. Ia pun melacak kalimat pemuda bertubuh gempal di depannya.
Tuh di sono, ujung. Samping Mesjid. Yang ada Kamboja dan Puringnya.”
Bayu segera menyambar Avanza miliknya, mengikuti arah telunjuk si Hitam. ia menuju Mesjid yang di tunjuk oleh pemuda tersebut. Ia pun di hadapkan pada hamparan tanah. Sebagian sudah menyemak. Dan yang lain memang di tumbuhi kamboja dan puring. Dua buah onggokan tanah bergandeng di kedua sisinya. Dan Bayu mengeja huruf-huruf itu. Muslimah Binti Rasyid. Onggokan tanah di sebelahnya, bertuliskan Rasyid bin Abdi. Dan Bayu pun lunglai, menangisi kebodohan dan ketidak cermatannya,
Andai saja ia tak tinggi hati untuk sekadar memberitahukan lewat  surat saja, akan maksud hatinya, mungkin saat ini ia sudah mendapatkan impian yang terpendam direlung hatinya kala itu. 
Dan Bayu memang harus memanggilnya dengan sebutan Bu Muslimah, tidak yang lain.  Seperti mimpi-mimpinya. Sepasang cincin yang dipersiapkan terjatuh dari dalam sakunya saat ia tertunduk di tanah perkuburan itu.
Kanker paru-paru yang disembunyikan Muslimah di balik sikap bajanya, rupanya tak lagi bisa berkompromi. Dan ia pun menyusul sang ayah dengan penyakit yang sama pula. (Bengkulu,24 Maret 2011)

Kumpulan Soal Matematika


Hai Jumpa lagi di blog ini, kali ini kita akan membahas tentang soal-soal matematika yang dapat kamu gunakan untuk latihan soal. Silahkan di ambil dan dipelajari ya...